Peringati HUT RI ke 63, Narotama Wayangan

Menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia semua berlomba-lomba mengadakan kegiatan. Yang paling umum adalah mengadakan kegiatan lomba 17an. Gebuk bantal, tarik tambang, makan kerupuk, bakiak tandem, balap karung, dan tentu juga panjat pinang.

Hal berbeda ditunjukkan oleh Universitas Narotama. Kampus yang beralamat di AR.Hakim 51 Surabaya ini menggelar wayang kulit semalam suntuk, Rabu 13 Agustus 2008. Ki Dalang Hario Widyoseno, S.Sn mengusung lakon atau judul “Senapati Pinilih”.

Ratusan warga dan civitas akademika Narotama memadati lokasi sejak pukul 19.00. Hingga pukul 24.00 terlihat masih banyak penonton. Mereka sangat terhibur. Terbukti dari gelak tawa yang beberapa kali terdengar, terutama ketika acara campursari dan lawakan yang dibawakan oleh grup Giri Agung.

Selain para orang tua, tampak pula para pemuda dan anak kecil ikut menyaksikan pageralan langka di metropolis ini. Dan ini ternyata membawa berkah bagi para pedagang makanan dan souvenir wayang. Banyak anak-anak yang kemudian meminta orang tuanya membelikan wayang-wayangan.

Institusi lain perlu meniru langkah Narotama ini. Pertunjukan seni tradisional yang merupakan bagian dari budaya bangsa ini perlu lebih sering dipertontonkan. Ini adalah identitas bangsa. Jangan biarkan makin kabur dan lenyap tergerus budaya asing. Kenalkan sedini mungkin kepada generasi muda agar mereka menyayangi dan peduli untuk melestarikan.

14 thoughts on “Peringati HUT RI ke 63, Narotama Wayangan

  1. Abi

    Indonesia sudah merdeka tho? Wong perusahaan vital dibeli orang luar semua. Masih diatur negara lain

  2. DIDIN

    ANAK SURABAYA TAUNYA DUGEM! WAYANG ALERGI! BANGGA KALO BISA BAHASA JEPANG TAPI BAHASA JAWA GAK BISA

  3. udin

    setuju boz, klau kegiatan seperti itu, kayaknya uda perna di adaka d kampus lain, seperti UPN pada beberapa waktu lalu

  4. gempur

    Hah…!!! Hario Widyo Seno?????? busyet… teman smp-sma saya ituh! sahabat smp yang memang ndalang sejak balita.. ah, jadi kangen pengen ketemu dia lagi.. *besok meluncur ke rumahnya [daerah dukuh kupang, mas dion!]*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *