Fenomena online video sharing

Itulah tema talkshow kemarin malam di Radio Suara Surabaya. Saya, Angki dan Cempluk didaulat menjadi nara sumber mewakili Komunitas Blogger Surabaya. Saya dan Angki datang dengan tangan kosong. Sementara Cempluk datang dengan senjata lengkap berupa materi tentang YouTube yang dia download dari beberapa sumber.

Laga Rahman, penyiar SS yang malam itu bertindak sebagai pemandu talkshow mengajukan beberapa pertanyaan. Dimulai dengan pertanyaan ringan apa itu video sharing dan layanan mana saja yang paling banyak digunakan saat ini. Pertanyaan berikutnya juga ringan-ringan. Tidak ada yang sampai membuat kami berkeringan dingin :mrgreen:

ATAS: Saya. BAWAH: Angki dan Cempluk (belakang)

Namun demikian, talkshow di SS bagi saya selalu berkesan. Interaktif!. Banyak sekali telepon dan SMS yang masuk. Ada yang sekedar berbagi cerita, ada juga yang bertanya. Tidak semua penelepon diudarakan mengingat waktu yang terbatas. Hanya 1 jam. Kami hanya sempat melayani pertanyaan dari Pak Rudi Ghazali, Pak Yosep dan Pak Astadi.

Pak Rudi Ghazali memberikan masukan sebaiknya para pelaku video sharing tidak hanya membagi video pribadi saja. Kejadian sosial seperti kebakaran, kecelakaan dan sebagainya juga penting untuk dibagi. Dengan begitu diharapkan kejadian tersebut tidak akan terulang karena orang bisa mengambil hikmahnya. Sebagai jawaban saya kembalikan ke Pak Rudi Ghazali dan pendengar SS yang lain. Selama ini mereka sangat peka dan peduli dengan lingkungan. Mungkin mereka bisa memulai merekam kejadian-kejadian yang mereka temui dan kemudian dibagi melalui YouTube.

Telepon kedua dari Pak Yosep, menanyakan apakah YouTube bisa digunakan untuk mengirimkan file video ke customer yang durasinya 2 jam. Jawabannya adalah tidak bisa karena YouTube memberikan batas maksimal ukuran file dan durasi waktunya.

Pak Astadi muncul sebagai penelepon terakhir. Ternyata Pak Astadi ini sudah akrab dengan dunia blog dan video sharing. Bahkan beliau mengatakan melihat saya ketika ada acara di Unibraw bersama Enda Nasution dan Budi Putra. Pak Astadi memberikan opini sebaiknya kita memanfaatkan YouTube untuk sharing video edukasi. Telepon Pak Astadi diakhiri dengan pertanyaan: apakah ada diantara kami bertiga yang sudah mulai meliriki bisnis video sharing? Pertanyaan Pak Astadi saya jawab bahwa memang ada layanan video sharing yang menggunakan sistem pay-per-view. Jika ada orang yang menonton video kita maka kita akan mendapatkan duit. Sistemnya hampir sama dengan Adsense yang menggunakan pay-per-click. Namun saya sendiri belum memanfaatkannya untuk mencari duit. Tapi kayaknya perlu dicoba juga :mrgreen:

Ada beberapa SMS yang masuk, namun semua isinya hampir sama. Yaitu menanyakan bagaimana caranya memasukkan video ke website atau blog. Cempluk menjelaskan dengan singkat bahwa di blogspot dan wordpress sudah ada toolbar yang mengatur penempatan video. Caranya upload video ke YouTube atau sejenisnya, kemudian copy-paste embed code yang tersedia. Mudah! 😉

Talkshow tersebut dimulai pukul 21.00 dan berakhir pukul 22.00. Namun dari durasi 60 menit tersebut mungkin kami hanya berbicara selama 30 menit. Selebihnya habis digunakan untuk memutar lagu, iklan dan insert. Insert adalah program kecil selama beberapa menit yang mengambil waktu program lain yang sedang disiarkan.

Oia, ada satu lagi pertanyaan dari Pak Yosep yang terlewat belum sempat kami jawab. Apakah orang Indonesia bisa membuat website seperti YouTube? Silakan dijawab! 😉

31 thoughts on “Fenomena online video sharing

  1. aRuL

    ada koq program youtubenya indonesia… sy lupa namanya..
    namun sayang kurang sosialisasi atau kurang terkenal ketimbang youtube kali yee…

  2. det Post author

    @arul: thanks infonya rul. orang indonesia sudah ada yang punya website semacam youtube. perkara program/softwarenya ngambil dari tempat lain atau asli bikinan sendiri itu urusan belakang ya rul 😉

    @galih: lha ndak muat mas kalo saya masuk radio. suaranya aja kok.. :d

    @ndop: betul ndop, youtube memang ada batasan waktu dan ukuran file

    @arifr: wah boleh aja mas kalo mau ngundang. terutama ke kawinan hehehe…

  3. risdania

    setelah mendapat informasi, akhirnya sya termasuk yang mendengarkan,,heheh
    jadi bintang radio ney skrg,,,

  4. det Post author

    @gajah: perkara bisa mbuat itu sih kayaknya bisa kok mas, cuman kalo sudah bisa mbuat trus mau dipake apa itu yang perlu dipikirkan 😉

    @aziz: lha kamu ndak mau ikut, kan udah diajak sama kakakmu angki :p

    @gelandangan: hohoho… kayak artis aja mas pake jadwal 😀

    @risdania: walah apa lagi itu bintang radio. inget jaman RRI aja ngadain bintang radio dan tv :mrgreen:

    @antonio: caranya lewat website tertentu atau pake software mas. silakan search di google dengan key: youtube downloader 😉

    @wongbagoes: beoscope ndak mirip blas sama youtube mas! tadi sempet buka sebentar, lebih mirip video blog biasa 😉

    @gempur: iya ndak papa pak, ndak mendengarkan ndak dosa kok :p

    @yunan: ya mau to brooooo… [pv]

    @adieska: maksudnya gimana bro kok grogi? kayak disuruh nikah aja hehehe…

    @anang, gajah, arul: boleh juga tuh 😉

  5. sapimoto

    Hehehehe…
    Iya kapan hari ada sempat mampir di blog yang mengupas script pembangun video sharing, tetapi dari komentar yang masuk banyak yang mengeluhkan habisnya bandwidth dan biaya yang ditanggung jika sudah mulai banyak diakses, sementara pendapatan tidak ada…

  6. eshape

    wah radio suara surabaya emmang top BGT deh

    sayang sudah enggak di surabaya, jadi nggak bisa lagi ndengerin SS di mobil, soalnya belum ada internet di mobil sih

    bravo blogger surabaya

  7. Pingback: Kaos TPC Tahap II : TuguPahlawan.Com

  8. Suwahadi

    Jawabaannya ya pasti bisa.
    Sekarang ini dah banyak Source PHP Instan (Baca: CMS) yang khusus digunakan untuk membuat web video sharing 🙂

  9. hair fall control

    Good web site! I really love how it is easy on my eyes it is. I’m wondering how I could be notified when a new post has been made. I have subscribed to your feed which may do the trick? Have a nice day!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *