Lulus kuliah langsung jadi manajer. Mau?

Ini bukan isapan jempol. Di Surabaya ini ada kampus baru yang menawarkan program semacam itu. Daftar. Kuliah 3,5 tahun dan kemudian lulus dan langsung diterima di perusahaan pada level manajer. Bandingkan dengan lulusan kampus lain. Fresh graduate biasanya diterima pada level operator atau staff rendahan.

Tapi jangan gembira dulu. Untuk mendapatkan jaminan tersebut tidak sedikit uang yang harus dimuntahkan dari rekening. SPP nya saja 40 juta per semester. Belum termasuk sumbangan ketika masuk yang jumlahnya juga tidak kecil.

Lokasi kampusnya cukup mentereng. Di salah satu pintu gerbang Surabaya. Berada di sebuah super blok dengan bangunan menjulang tinggi. Saking tingginya sampai beberapa kali ditegur pemprov karena dikuatirkan akan mengganggu lalu-lintas pesawat. Maklum, lokasinya dekat dengan bandara.

Fasilitasnya dijamin lengkap. Dosen-dosennya didatangkan langsung dari kantor pusat mereka di Jakarta sana. Tahun ini mereka membuka angkatan pertama. Menurut salah satu dosen, angatan pertama pasti akan mendapatkan perhatian extra karena akan menjadi tolok ukur kualitas lulusan.

Perusahaan pendidikan

Inilah rahasianya. Ternyata kampus tersebut bukan berbadan hukum pendidikan, tapi badan hukum perusahaan. Shareholder mereka perusahaan-perusahaan besar di Jawa Timur dan Indonesia. Shareholder tersebutlah yang nantinya akan menampung lulusan kampus ini. Lulus langsung jadi manajer.

Melihat tarif SPP nya yang mahal, bisa dipastikan yang kuliah di sana adalah anak para pengusaha besar. Anak orang biasa, apalagi anak orang miskin mana mampu membayar SPP sebesar itu?

Bagaimana kualitasnya?

Kualitas fasilitas sudah jelas wah. Lengkap. Mungkin paling lengkap di Surabaya. Mahasiswanya, dilihat dari SPP nya, pasti tidak ada yang ke kampus naik motor. Apalagi angkot. Setidaknya Honda Jazz lah! ;). Gedungnya, seperti yang saya sampaikan sebelumnya, sangat mewah. Menjulang tinggi. Bayangan saya, di dalam sana juga ada ruang jelas yang mewah. Laboratoriumnya lengkap. Perpustakaannya tidak memajang buku lokal. Semua import!.

Tapi masalah kualitas intelektual lulusan mereka mari sama-sama kita lihat 3 tahun lagi. Itupun kita akan susah melihatnya. Karena semua akan langsung jadi manajer. Dan kalian yang kuliah di kampus lain akan jadi cecunguknya!

Kampus lain, waspadalah!

Hal tersebut tentu saja akan menjadi ancaman bagi kampus lain. Lulusan mereka ketika bekerja kemungkinan besar akan menjadi cecunguk lulusan kampus yang saya ceritakan ini. Manajer instant dengan pengalaman dangkal. Bisa bayangkan bagaimana nantinya mereka memimpin kalian?

Oleh karena itu kampus lain harus waspada. Disamping harus terus meningkatkan mutu lulusan, juga harus mulai berfikir bagaimana membangun jejaring sendiri. Bikin lingkaran-lingkaran. Alumni yang sudah berhasil menjadi petinggi perusahaan atau memiliki perusahaan sendiri harus digandeng. Bikin semacam MOU bahwa mereka hanya akan menerima lulusan kampus kita.

Lingkaran-lingkaran kecil ini semakin lama tentu akan semakin besar dan kuat. Sehingga nantinya juga akan menjadi jaminan bahwa tiap lulusan kampus kita akan diterima kerja di sana dengan posisi yang pas. Tidak harus langsung jadi manajer kalau memang kemampuan manajerialnya belum mumpuni. Mulai dari karir terbawah tapi terus distimulasi untuk berprestasi dan nantinya akan menjadi bagian dari manajemen perusahaan.

Memang kejam. Tapi menurut saya itulah langkah terbaik yang harus dilakukan. Kampus harus mandiri dengan jejaringnya sendiri. Kalau tidak begitu, sekali lagi, lulusannya hanya akan jadi cecunguk kampus konglomerat!

Alternatif lain adalah mendorong lulusan untuk menjadi pengusaha. Kampus bisa memfasilitasi sejak kuliah. Bikin semacam inkubasi bisnis mahasiswa. Tanamkan spirit entrepreneurship kepada mereka. Supaya ketika lulus tidak mengemis pekerjaan ke perusahaan orang, tapi langsung berani bikin usaha atau perusahaan sendiri.

Bagaimana menurut kalian, sahabat-sahabatku? :mrgreen:

42 thoughts on “Lulus kuliah langsung jadi manajer. Mau?

  1. Pingback: Fenomena kampus konglomerat « Deteksi

  2. Nenad Mohamed

    Baru tahu ada kampus model gitu.
    Jangan-jangan yang dijual dikantinnya pun ga ada yang namanya bakso atau lontong kari..Tapi hamburger,atau mungkin hot dog,hehehe

  3. aRuL

    oia kampus itu juga gencar memberikan beasiswa..
    oia fasilitasnya juga, mendapatkan laptop gratis… yah biaya pendaftarannya aja gede, yah wajar sih dapat laptop ;D

  4. det Post author

    @arul: wah ndak tau ya rul..

    @nenad: malah mungkin ndak ada kantin, tapi cafe atau pub! hehehe…

    @anang: yang jelas tajir nang!

    @arul: lah kalo laptop kayaknya mahasiswa model begitu ya bisa beli sepuluh rul.. maklum, duit tebel..

    @icha: lha belum tahu kampusnya kok bilang deket rumah? hayoooo… ndak perlu disebur secara explisit deh..

    @gajah: pas udah jadi kakek renta? hehehe…

    @galihyonk: kalo itu bukan untuk mendapatkan mahasiswa, tapi mengeruk keuntungan!

    @ngodod: iya, kata siapa indonesia kere, buktinya kampus 40jt juga laris manis. kayaknya ‘mereka’ mau membangun komunitas sendiri. ini bahaya bagi yang lain!

    @gempur: ndak juga pak. di kampus lain masih ada kok yang SPP nya wajar tapi kualitas intelektualitas lulusan jelas terlihat. tapi ya itu tadi, suatu saat akan dipimpin oleh lulusan kampus konglemarat itu dan hanya jadi cecunguk alias babu!

    @mbel: ada cak. santai aja, nanti saya buka kok 😉

    @gelandangan: mahal tapi belum jelas kualitasnya!

  5. mbah sangkil

    sebenarnya kampus connection sudah dilakukan beberapa perusahaan sejak lama, ini mungkin imbas dari sistem pendidikan kita yg ngaco dan bisa dibilang kuno. Kalo trus ada kampus swasta yg menjamin mahasiswanya langsung kerja dengan spp yg selangit saya rasa wajar-wajar saja, dan harusnya ini menjadi pemacu semangat buat perguruan tinggi lain untuk berimprovisasi agar bisa bersaing. Eh jgn lupa lembaga pendidikan dan pelatihan banyak juga yg menjamin lulusannya langsung kerja lho….

    kalo gak mau jadi cecunguk, jgn berpikiran untuk jadi cecunguk, berpikiran untuk menjadi bos aja. Caranya gimana? wiraswasta aja, biar usaha kecil tapi tetap aja jadi bos kan? nih yg punya blog juga bos kok, bukankah bung deteksi pemilik istana hosting ?

  6. Edi Psw

    Jangan-jangan setelah menjadi manajer, dia berusaha agar uang kuliah yang telah keluar sekian ratus juta itu kembali, dengan cara yang tidak benar?

  7. aziz

    hmm… pilihan bagus abis llus SMA nih…. emang gak kurang mahal yah?? masa cuma segitu??

    *macak sugih, padaha yo melas….*

  8. Lala

    wah keren ya lulus langsung jadi manager. perkara kepinteran kayaknya sudah tidak penting. yang utama adalah uang. punya uang semua bisa dibeli kan?

  9. Det

    @mbahsangkil: betul sekali mbah. makanya di situ kan saya tulis apa yang harus dilakukan kampus lain adalah menyiapkan lulusannya untuk jadi pengusaha dan kemudian membuat lingkaran sendiri 😉

    @edipsw: layaknya orang berinvestasi, kan pengen cepet balik modal pak. seperti pilkada :mrgreen:

    @risda: iya, kamu kudu kul di sana kayaknya da..

    @wongbagoes: ntar aja kalo ke surabaya saya tunjukin! 😉

    @aziz: wekekeke… banyak kok ziz yang lebih mahal. kuliah di luar negeri saja. tapi sama saja, kualitasnya belum tentu bagus. cuman yang pasti dapat gaya

    @angel: hehehe… ndak perlu pengen ndut. belum tentu kualitas pendidikannya lebih bagus dari kampus ndut kok. sambil berfikir dan siap2 aja lulus ntar langsung jadi pengusaha.. 😉

    @kaudanaku: gampang yu.. ndang daftar kene..

    @yunan: kwkakakakaka… 8 juta langsung dapat ijazah ya! 😀

    @isnuansa: janji tinggal janji…

    @ndop: otodidak bagus ndop. teruskan jalanmu.. :mrgreen:

    @dhani: lha kalo dia jadi manajer di ‘kalangan sendiri’ ya jelas tahan lama. seburuk apapun akan dipertahankan dong. yang kerja kan bawahannya. si manajer tinggal ongkang kaki. kinerja perusahaan turun bahawan yang kena semprot hahaha…

    @lala: sepertinya begitu la..

  10. Oemar Bakrie

    Pendidikan itu memang mahal (kalau murah, mau nggak dididik secara murahan? kan mesti nggak mau). Tinggal mekanisme-nya saja supaya yg tidak berduit tapi berpotensi tetep bisa ikut terdidik.

    Kalau bayar mahal dan berkualitas sih menurut saya sih nggak apa2, yg penting seleksi mahasiswa-nya yg bener kalau memang ‘IQ jongkok’ meski bisa bayar 1M ya jangan diterima. Juga kalau nggak bisa ngerjain ujian ya jangan diluluskan … (saya pernah denger mahasiswa sekolah elit bilang “sudah bayar mosok gak lulus sih?!” sementara mahasiswa tsb. kerjanya cuma ngelap pelek BMW baru-nya) …

  11. Dhani Aristyawan

    Aku rasa meskipun di kalangan sendiripun TOP Management yang baik tidak akan mempertahankan manager yang berkali2 gagal ( meskipun itu semua kesalahan anak buahnya ). Itu membuktikan bahwa dia memang tidak bisa memimpin. Selama kita yang jadi bawahan semua kerjaan beres gak perlu takut kena semprot. Semprot ganti aja, pasti ada reward kok atas kerja keras kita. BTW, I’ve been on that kind of situation. One word ….. TABAH & KERJA KERAS …. eh sori … four word …

  12. det Post author

    @oemarbakrie: betul pak pendidikan memang mahal. faktanya memang untuk operasional saja butuh biaya gede. belum lagi kalo seandainya kampus tersebut adalah perusahaan pendidikan. tentu ada profit margin tertentu yang diinginkan oleh shareholder. tapi kualitas jangan sampai dinomorsekiankan. harus tetap nomer utama 😉

    @dion: lho nama kita kok sama?! :mrgreen: beasiswa kayaknya ada. cuman mekanismenya gimana, saya ndak tau 😉

    @andy: betul mas

    @dhani: bukan masalah kena semprot saja. tapi secara psikologis, kondisi tersebut bisa memengaruhi kinerja personal dan bisa lama-lama bisa membuat kelas-kelas masyarakat baru yang memperjauh jarak antarwarga bangsa

  13. 4l13n

    *telat.. Comenx.. Hehehe :p *
    Hm.. Kykx q tao deh.. Yg deket ma mall 2 g?
    Klo y dl pernah pameran d skul q..
    Emang mahal bgt..
    Tp perduli amat..
    Q dah punya kampus yg bgs..
    Hehehe :p
    d sn da mapel leadership..
    Ni hbs ujian leadership..
    Jd qt d ajari menjadi leader..
    Bkn manager..
    Manager g level d kampus q..
    Leader/direktur bayaranx lebih mahal dr pd manager..
    Pokokx lebih enak dr pd jd manager lah..
    Mahal?
    G juga tuh, spp cm 7 jtan d kampus q 2..
    Kualitas fasilitas ok lah..
    Koneksi d perusahaan banyak..
    Klo mampu bayar 40 jt knp g d luar negri ja?
    *jd promosi deh ceritax.. Hehehe :p*

  14. Teno

    weleh-weleh. . . kita pan sekolah mono, tapi ora iso yo??? cz duit kulo dolaran kabeh neh… susah ngreceh dadi 4o juta mah. . .
    He…he…

  15. mau tahu tolong di bls

    dimana kampus nya tolong di buka aja namanya ?penting biar ngak penasaran tolong kirimin alamat nya ya mau survei nih
    thnks

  16. mau tahu tolong di bls

    tolong ya kasih tau alamatnya ya mau survei nih kesana penting thanks

  17. mau tahu tolong di bls

    untuk 4113n :dimana kampusnya mau daftar kalau benar-benar bagus kasih tau ya penting kalu ada program leader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *