Saham mudahnya bisa diartikan sebagai modal yang kita sertakan di sebuah badan usaha. Misalnya saya mau mendirikan stasiun TV lokal dengan modal 5M. Modal tersebut saya bagi ke dalam 1 juta lembar saham yang masing-masing nilainya 5 ribu rupiah. Saham tersebut kemudian dijual ke masyarakat. Dijual secara terbatas jika perusahaan tersebut berstatus Privat. Dijual bebas di lantai bursa jika perusahaan tersebut sudah Go Public atau terbuka (Tbk).
Penjualan saham untuk pertama kali di pasar modal disebut IPO atau Initial Public Offering. Modal yang didapatkan dari penjualan tersebut kemudian dijadikan modal investasi dan operasional perusahaan. Pada akhir periode tertentu, perusahaan akan menerbitkan laporan keuangan. Di situ biasanya dijelaskan pula besarnya dividen atau keuntungan yang akan dibagikan tiap lembar saham.
Besarnya dividen akan mempengaruhi harga saham di pasaran. Saham terus diperjual belikan. Penjual mendapatkan keuntungan dari selirih harga pembelian terhadap harga penjualan. Sedangkan pembeli berharap akan mendapatkan keuntungan dari dividen atau jika sahamnya dijual kembali. Secara tradisional transaksi tersebut terjadi di lantai bursa saham atau pasar modal.
Nah, dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, maka saat ini perdagangan saham (dan juga produk turunannya) sudah bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke lantai bursa. Transaksi dilakukan melalui internet melalui website perantara. Setorkan uang ke sana melalui transfer bank dan transaksi jual-beli saham dilakukan secara online real time.
Tanpa disangka tanpa diduga sudah banyak orang di sekitar kita yang mereguk keuntungan melimpah dari bisnis saham online ini. Tapi banyak juga yang terjungkal dan langsung gulung tikar karena modalnya ludes dalam hitungan detik. Bisnis apapun memang penuh dengan resiko. Pelajari dulu resikonya dan bikin skenario untuk membalik resiko menjadi peluang. Selamat berbisnis!

{ 8 comments… read them below or add one }
Memang, investasi dalam saham itu sifatnya high risk high return. Kalau untung bisa banyak, kalau lagi rugi juga ancur.
dengan menggunakan metode peramalan dan memantau faktor penggerak saham maka kita akan memiliki self-confidence yang cukup untuk bertarung di pasar modal atau pasar uang…. saya pernah dan alhamdulillah survive hahaha
saia masih punya…hihihihihi…
usaha apa aja siy pasti ada resikonya,,
makin besar keuntungan biasanya disertai makin besar resiko,,
arti dari sukses kan saat dia berhasil bangkit dari keterpurukan,,
<<– serius mode on
maen saham OL ya… dah gw rencanain tuh…cuma masih belom sreg sih… he..he… btw siip postingannya…
saya ndak paham setatistika, makanya ndak suka main-main saham begunuh…
Saham, banyak unsur judinya ketimbang ekonomi
wah, post ttg saham nih..
sama kyk bahsan proposal skripsi dt aja..