Ke Pasar Dapat Duit, Nyoblos Gak Dapat Duit

Wajar jika lembaga survey melaporkan partisipasi masyarakat Jatim dalam pilgub putaran 2 ini rendah. Banyak warga masyarakat yang enggan pergi ke TPS dan memilih melakukan aktivitas seperti biasa. Yang petani ya pergi ke sawah, yang pedagang ya pergi ke pasar. Apalagi hari ini bertepatan dengan hari pasaran LEGI, dimana pasar-pasar desa ramai dipadati penjual dan pembeli lebih dari biasanya. Sayang jika harus ditinggal ke TPS. Lebih baik ke pasar untuk mencari untung.

Ini bukan omong kosong belaka. Tadi pagi sebelum berangkat ke TPS 07 Desa Sukosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo, saya sempat berdiri di depan rumah mengamati orang lewat. Ke barat berarti ke pasar Danyang. Ke timur berarti ke TPS. Ternyata banyak yang ke barat daripada yang ke timur.

Saya bertanya: “Lho mboten nyoblos mbah kok dateng peken?” (Lho tidak nyoblos ya mbah kok ke pasar?)
Dijawab: “Halah damel nopo nyoblos, wong dinten pasaran, sekeco pados yotro. Nyobloso nggih mboten angsal yotro” (halah buat apa nyoblos, ini kan hari pasaran, enak cari uang. Meski nyoblos juga tidak dapat uang)

Saya Juga Nyoblos!

Pukul 08.30 saya berangkat ke TPS. Ternyata masih sepi. Di pintu masuk nampak Pak HANSIP duduk sambil ngobrol. Di dalam TPS terlihat para petugas juga sedang menganggur. Menunggu para pencoblos. Setelah menyerahkan surat panggilan dan mendapatkan kertas suara, saya langsung menuju bilik suara. Saya buka pelan-pelan. Saya amati lagi kedua pasangan yang sedang bertarung: KaJi dan KarSa. Dengan tekat bulat saya tetapkan pilihan sesuai dengan hati nurani. Begitu sudah MANTEB, langsung saya tekan pelan-pelan penusuk berujung tumpul tersebut 😉

Siang hari tadi saya sempatkan berhenti di beberapa TPS yang saya temui dan bertanya. Berapa persen yang nyoblos? Menang siapa? Jawabannya: yang nyoblos sekitar 60%. Yang menang: KaJi atau KarSa, dengan selisih yang sangat tipis. Tiap TPS selisih maksimal 20 suara dari sekitar 400 pencoblos

Hasil Quick Count

Beberapa lembaga survey sudah merilis hasil perhitungannya. Pasangan KaJi unggul dari KarSa dengan selisih suara sangat tipis. Namun demikian mereka tidak berani memastikan siapa pemenagnya. Alasannya quick count tersebut didasarkan pada margin of error 2%, sedangkan selisih suaranya tidak sampai angka tersebut sehingga level of confidentnya masih rendah.

5 thoughts on “Ke Pasar Dapat Duit, Nyoblos Gak Dapat Duit

  1. ndop

    wow, aku yo nyoblos det….

    alasan kuwi wong-wong, wong mandak nyoblos mung mak blus, trus mulih ae kok alesan gak teko…

    diluk tok padal…

  2. aRuL

    wekz.. di sby juga, pada rame mallnya ketimbangan tempat coblosan 😀
    kalo kaji menang berarti jagoan sy dong, tapi kalo karsa menang berarti prediksi sy dong *halah gw opportunis banget 😀 *

  3. kucluk

    @arul : wekz.. di sby juga, pada rame mallnya ketimbangan tempat coblosan

    tapi di salah satu mall di surabaya (baca: TP) ada TPS nya kok mas, jadi gak ada alasan untuk gak nyobolos!

    la kowe nyoblos opo ora cluk!! …..
    hahaha..
    R.A.H.A.S.I.A
    (deloken dewe drijiku)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *