Bus Patas Cendana Ponorogo-Madiun-Surabaya Yang Aneh

by det on 10 December, 2008

Lebaran Iedul Adha kemarin saya mudik ke kampung halaman, Ponorogo. Dari Surabaya berangkat Jumat (05/12/08) sehabis Jumatan. Kembali lagi ke Surabaya Selasa (09/12/08). Pulang dan pergi naik bus. Dari Surabaya naik bus Jaya. Dari Ponorogo naik bus Patas Cendana.

Jarak antara Surabaya ke Ponorogo tidak sama dengan jarak Ponorogo ke Surabaya. Selisihnya sekitar 20 kilometer. Lho, kok bisa?

Karena kalau ke arah Surabaya, di Madiun harus lewat Ring Road, melewati Asrama Haji Madiun yang bersebelahan dengan SMA 3 Madiun. Kemudian di Caruban harus lewat jalan lingkar yang di kanan-kirinya banyak sawah. Di Nganjuk juga tidak bisa lewat kota, tetapi melewati jalur di luar kota.

Perjalanan dengan bus dari Surabaya ke Ponorogo normalnya 4 jam. Dari Ponorogo ke Surabaya 4,5 jam. Tetapi yang saya alami kemarin ini benar-benar keterlaluan. Bus Patas Cendana yang harusnya dari Ponorogo ke Surabaya hanya transit di Madiun ternyata berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan penumpang baru!

Tarif yang dikenakan ke penumpang juga beragam. Dari Ponorogo ada yang dikenakan 40 ribu per orang. Sementara saya hanya ditarik 25 ribu. Itu karena saya melakukan negosiasi harga dengan kondektur sebelum naik bus. Saya mulanya ingin naik bus Restu yang terkenal suka kebut-kebutan di jalan. Tetapi tidak jadi karena pasti banyak yang merokok. Merokok di dalam bus? Dasar penumpang yang aneh!

Secara fisik, bus Cendana memang bisa dikategorikan ke dalam bus patas. Formasi tempat duduknya 2-2. Ber-AC dan semua kru memakai pakaian yang rapi. Tetapi ternyata selama perjalanan baru ketahuan bahwa ini adalah bus semi patas. Tarifnya tarif patas untuk sebagian penumpang. Tetapi berhenti di sembarang tempat bukan merupakan kebiasaan bus patas.Apalagi kecepatannya, jauh dari yang seharusnya. Ponorogo Surabaya ditempuh selama hampir 6 jam! Bus Jaya yang terkenal lemot pun masih kalah lemot! Bus patas yang aneh!

Ada kejadian unik ketika transit di Terminal Madiun. Ada sepasang muda-mudi yang masuk ke dalam bus bergandengan tangan dengan mesranya. Si cewek tampak manja menggelanyut di lengan si cowok. Sambil sesekali mencium pipi cowoknya. Kondekturpun datang menyerang. Menyodorkan 2 karcis sambil menyebutkan angka: “40 ribu, mbak!”. Setelah menerima 40 ribu, sang kondektur pergi. Eh, si mbak manja itu protes: “lho, pak, dua lho pak, dua kali 40 ribu kan 80 ribu!”. Si kondektur dengan mata berbinar-binar segera menghampiri si mbak. Menerima tambahan 40 ribu! Dasar mbak-mbak yang aneh! :mrgreen:

Selama perjalanan, TV di dalam bus menayangkan video dangdut dengan penyanyi berbaju minim dan ketat. Goyangannya erotis. Tetapi kualitas vokalnya hancur. Liriknya? Ah saya tidak faham, liriknya menggunakan bahasa Jawa Tengah atau Jawa Barat, atau jangan-jangan bahasa Banyuwangi. Pakai isun-isun. Dangdut yang aneh!

Rute Surabaya-Ponorogo

Yang aneh lagi ketika naik bus Patas Cendana dari Surabaya ke Ponorogo. Di Terminal Bus Purabaya Surabaya para makelar menarik-narik penumpang dan dibawa naik ke bus Patas Cendana. Dikatakan bahwa tarifnya tarif biasa. Orang pasti akan berfikir tarif biasa adalah 23 ribu. Naiklah mereka ke dalam bus dingin dengan formasi kursi 2-2 tersebut dengan hati gembira!

Setelah bus berjalan beberapa kilo, kondektur mulai membagikan karcis dan menarik biaya. Alangkah terkejutnya mereka yang tidak tahu bahwa tarif biasa bagi bus Patas jurusan Surabaya Ponorogo adalah 45 ribu. Sebagian besar penumpang yang merasa tertipu akan marah-marah ke kondektur. Bagi yang punya duit mungkin tidak jadi masalah. Tetapi bagi yang duitnya mepet mending langsung turun dan ganti bus biasa.

Kebiasaan menaikkan penumpang di sembarang tempat juga berlaku untuk rute ini. Rupanya ini sudah menjadi tradisi perusahaan PO Cendana Madiun. Tradisi yang aneh!

Dan jangan heran jika kemudian Anda diturunkan di Terminal Madiun dan dioper ke bus biasa. Memang begitu kebiasaan bus Patas Cendana. Padahal dengan tarif patas tersebut penumpang berhak diantar hingga kota tujuan terakhir, Ponorogo.

Ayo Lapor!

Saya yakin banyak sekali diantara penumpang yang punya pengalaman dikecewakan oleh Bus Patas Cendana. Kemarin saya sempat mencacat nomor pengaduan yang tertulis di atas dashboard. Nomornya:

085235397000

Ayo Lapor!

{ 1 trackback }

Bus Patas Cendana = Siput | Web Blog Of Sapimoto
15 January, 2009 at 10:34 am

{ 43 comments… read them below or add one }

1 sapimoto 10 December, 2008 at 11:58 am

Wakakakakakaka…
Oalah Det, malang bener nasibmu…
Bahkan terkadang juga tetap menaikkan penumpang, walaupun semua kursi telah terisi…
Masih mending naik SK….

2 jebrak 10 December, 2008 at 12:11 pm

halah om gag sidopertamax meneh kih

3 jebrak 10 December, 2008 at 12:13 pm

penumpang mow naik bis kog suka men DETEKSI hal hal yang aneh

DASAR PENUMPANG ANEH!!

4 det 10 December, 2008 at 12:27 pm

@sapi: Sumber Kencono ndak lewat Ponorogo, cak!

@jebrak: kalah gesit ambek sapi numpak moto[r] :mrgreen:

5 dafhy 10 December, 2008 at 2:43 pm

hahahaha
saya dulu malah 7jam mas kesurabaya naek cendana

6 arqu3fiq 10 December, 2008 at 2:45 pm

Oalah Dion kasihan ya. Ternyata begitu adegan tawar menawar karcis bus. Segitunya yah.

Trus sapa yang lapor?

7 denologis 10 December, 2008 at 2:46 pm

hem,,,,
keren, jadi postingan juga….
tapi, kondekturnya gak sampeyan kebi*i kan? :mrgreen:

[merasa cukup cerdas ketika tahu ada mbak2 yang aneh itu]

8 meylya 10 December, 2008 at 3:01 pm

padahal cendana ituh uda terkenal lemot lho

kok masih mau aja naek bus ini dasar aneh (*piss om)

9 gajah_pesing 10 December, 2008 at 3:41 pm

termasuk dirimu nuw… penumpang yang aneh????

10 alief 10 December, 2008 at 3:49 pm

wah…., malang temen nasibmu pak……

emang CENDANA tidak direkomendasikan…………………….

11 Diajeng 10 December, 2008 at 3:56 pm

Bis’e aneh..penumpange melu aneh…(*hehehe…) ga ding..becanda atuuh… :)

12 cebong ipiet 10 December, 2008 at 4:10 pm

sing ga aneh mung komentatore

13 antown 10 December, 2008 at 4:41 pm

lah laa lah…
huh kasian bgt sih. Smoga segera sadar ya tuh penumpang. masak merokok dalam bus. Tidak sepakat saya.

semoga bukan komen yang aneh ini

14 reallylife 10 December, 2008 at 5:08 pm

tul banget, ayo laporkan hal2 yang bikin ngga nyaman
betull???

15 arifudin 10 December, 2008 at 5:15 pm

085235397000 hayo………….. laporekan rame……rame……….. :(

16 arifudin 10 December, 2008 at 5:17 pm

aku juga pernah naik patas cendana, dan kejadiannya juga tidak jauh beda juga kapok.

Cendana “fuck u!!!!!!!!!”

17 dewi 10 December, 2008 at 9:09 pm

loh, waktu sakyit tuh di PO to…
duh, kesiaaan….
ndak diterima di kampung halaman :lol:
kualat seh!

18 aRai 10 December, 2008 at 10:59 pm

waduh om … kemaren balik ke ponorogo ya?

tau gitu mah kita bareng … kemaren diriku sendirian di perjalanan tanpa teman dan tanpa saudara … hanya di temani musik yang aneh … alah paan coba :D

19 Frenavit Putra 10 December, 2008 at 11:23 pm

Wohoho…. Saknone mas situk iki….. Sabar..singkan wes nyamep nang Surobabar… sneg pentoyo dengan selamat tanpa kekurangan apapun… Okeh!!!

20 dwiprayogo 10 December, 2008 at 11:23 pm

Hal seperti itu sudah lumrah dan sering terjadi di indonesia. Tapi cuma menjadi masalah yang tidak terselesaikan kalo kita semua tidak mau saling mengingatkan dan merubahnya. Itulah hal yang paling sulit di Indonesia dari dulu sampai sekarang yaitu mentaati peraturan.
Dilaporkan saja hal seperti itu biar ditindak lebih lanjut oleh pihak-pihak yang terkait.

21 adit-nya niez 11 December, 2008 at 12:12 am

Bus sama isinya aneh2 semua…
Terutama yg mbak2 itu… :lol:

22 aRuL 11 December, 2008 at 2:26 am

hmm… bus yang aneh… sudah dilaporin blom?
(doh) 6 jam? susut berapa tuh badan? hehhee

23 mantan kyai 11 December, 2008 at 6:08 am

Iyo patas ponorogo emang bs dnego. Dulu serg nego d bwh. Gila hampir separo. Waktu itu tarif resminya 20an. Aq byrnya 11rb. Hehe

24 escoret 11 December, 2008 at 6:37 am

SOKOOOORRRR..!!!!!!

25 ali 11 December, 2008 at 7:22 am

hahahha, bus yang aneh, apalagi mbak2e kuwi….

niru kang pepeng.. sokoooor!!!, mlayu numpak kereto…

26 udin 11 December, 2008 at 7:39 am

wakakakakaka…

27 erander 11 December, 2008 at 8:40 am

Seperti pepatah yang mengatakan :

Sudah gaharu cendana pula ..
Sudah tahu, bertanya pula ..

Makanya .. sebelum naik gaharu cendana, kudu tahu bertanya dulu .. wakakaka :lol:

Eala .. sampeyan entu wong Ponogoro toh? .. saya 3 tahun di Madiun koq ga pernah ketemua sampeyan ya?

28 Syech Mbelgedez, "Imam Madzab Bocor Alus™ " 11 December, 2008 at 10:24 am

Hajaaaaaarrr……………!!!

Bakaaaaaarrrr……………….!!! :shock:

29 galihyonk 11 December, 2008 at 12:07 pm

aku yo tau ngono kui mas…

Cendana ambek Jaya biyasane…

30 azaxs 11 December, 2008 at 3:04 pm

Penumpang yang aneh!! :mrgreen:

Hari gini naik CENDANA? kasian bngt kang…. :lol:
Mmang itu bukan rahasia lagi…. tapi kok kayaknya g ada penanganan dari dinas yang bersangkutan…. itu kan bentuk premanisme transportasi….

Intine ga usah naik CENDANA!!! ~ soale aku yo pernah jadi korban~

31 TinG-tINg 21 December, 2008 at 5:48 pm

mai kita sama-sama membakar armada + crew + Direksi + all karyawan PO CENDANA yang persis seperti KELUARGA CENDANA bangsat bejat dan merugikan bangsa negara masyarakat serta PEMKAB PONOROGO dan MADIUN bupati harus menindak

32 aneh 7 January, 2009 at 4:18 pm

silahkan lsg telpon ke bos / pemilik PO CENDANA namanya Bambang Budyanto (Wim) no telpon 0351-463092/462584

33 preaxz 16 January, 2009 at 3:55 am

Mosok onok ta sapi numpak motor. Aku eruhe iku sapi numpak sapi, biyen malah tahu onok sapi numpak kodok ijo

wakakakakak

34 pel3g 2 April, 2009 at 12:56 pm

Kuwi ngono jenenge sapi keblingerrr…………..

wekekekekekek…..

35 himawan giri ayoga 9 April, 2009 at 8:02 pm

asyik bgt tu pengalamannya…..aku tu dah kapok naik bis cendana,soal e luama bgt nympk surabaya.aku psti naik bis restu atau bis akas….soal ecuepet bgt alias ngebut

36 rie2n 30 July, 2009 at 7:52 pm

kan gak selamanya bus cendana itu jelek kan???? ada sisi positifnya kok alon-alon waton klakon

37 isun 15 August, 2009 at 3:52 pm

wah, bahasa banyuwangi aneh ya?
pake isun-isun?
hmm…
hmmm…

-lare banyuwangi-

38 Danang Mayka Irawan 3 November, 2009 at 7:40 am

tapi masih mending cendana yang pariwisata lho…………
motore apik banget n punya satu merzedez benz.waktu aku carter buat kejogja ma temen2 sekelasku….
masih mending citu 6 jam………aku malah pernah 8 jam.gara2 ban bisnya bocor n ga punya serep.so,harus nunggu nambal
CAPEK ……DECH………………
masih enk naek patas bis AKAS………….

39 shafa 25 January, 2010 at 1:47 pm

Pada hari sabtu malam minggu pk. 21.30, saya naik bus patas cendana yang biasanya jurusan terminal madiun-sangen tarif Rp. 4000, kok ditarik 10 rb jadi bardua 20 rb, setelah tak tanyakan kondekturnya udah naik katanya..
eh….ternyata besoknya pas aku balik tarifnya masih sama 4 rb…..gimana dong kalo kondekturnya maen narif sembarangan….

40 Ice Cube 1 March, 2010 at 1:20 am

Waktu itu saya habis libura di Ponorogo,kmdian di Terminal Seloaji saya di tawari oleh kernet dr Cendana agar naik cendana. Saya menolaknya tp kernet dan beberapa temannya malah memaksa saya untuk naik,karena saya tidak mau naik y saya tolak tawaran itu,tapi mreka ttap maksa terus. Saat itu saya membawa barang(oleh oleh dari ponorogo),tiba2 mreka membawa barang saya dan hendak di naikkan ke dalam bus dan tentu saja saya sedikat emosi dan menolaknya dg nada marah.
Kmudian sopirnya berkata “wis lak ra gelem ojo di pekso”,tp sopir itu berkata demikian dengan nada sombong dan sok sekali.
saat itu saya hampir naik pitam dan ingin sekali memberi pelajaran sama sopir itu tp saya urungkan krn sya brada diwilayah orng lain.
kenapa pihak cndana seperti itu?
apa mereka tidak di ajari sopan santun?

Selain itu saya dengan dr temen saya kalau pamannya tertipu oleh cendana. awalnya kondektur cendana bilang kalau tari dari madiun ke Ponorogo cm 25 ribu,tapi setelah paman teman saya naik,dia di tarik biaya sebesar 45 ribu.
knapa bsa terjadi sperti ini?
apa semua kondektur cendana seperti itu?
semuanya penipu?

41 Ice Cube 1 March, 2010 at 1:23 am

KONDEKTUR cendaka perlu DIBINA….

mksdx DIBINASAKAN…

42 kakit 2 April, 2010 at 9:39 am

alamat kantor + no tel

43 tole 26 July, 2010 at 11:59 am

dari cerita semua yg paling aneh adalah ” ayo lapor! ”
kenapa kok gak dilaporin,yg terima sopir-sopirnya sendiri

Leave a Comment

Previous post:

Next post: