Menggagas Pemilu Berbasis Jaringan Telepon Seluler di Indonesia

Tahun 2008 segera berakhir. Tahun 2009 sudah ada di depan mata. Tanpa terasa bangsa Indonesia akan kembali menghadapi Pemilihan Umum atau Pemilu. Jika tidak ada halangan, Pemilu akan digelar pada bulan April 2009. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang disediakan oleh pemerintah untuk melaksanakan agenda lima tahunan ini mencapai Rp.10,4 Trilyun (ANTARANEWS).

Alokasi anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk pengadaan kebutuhan logistik pemilu. Mulai dari pengadaan kotak suara, dokumen administrasi untuk berita acara dan rekapitulasi perolehan suara, serta pengadaan kertas suara untuk seluruh peserta pemilu.

Dari berbagai pengeluaran tersebut hanya kotak suara yang bisa digunakan kembali pada pemilu berikutnya. Sedangkan kertas suara dan berkas-berkas yang lain akan dimusnahkan begitu saja setelah pemilu usai. Sungguh sebuah pemborosan yang sangat besar di saat krisis seperti ini.

Pengumuman pemenang pemilu harus menunggu berbulan-bulan karena dihitung dan direkap secara manual. Ditambah lagi dengan adanya cuti kerja pada hari pencoblosan yang akhirnya mengganggu aktifitas produksi dan perdagangan. Sangat nyata begitu tidak efisiennya pemilu model lama tersebut.

Pada era kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi seperti sekarang ini seharusnya pemerintah segera mengambil terobosan. Pemilu tidak lagi harus datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan kemudian mencoblos kertas suara. Pemilu bisa dilakukan dengan SMS!

Pelaksanaan Pemilu dengan memanfaatkan jaringan telepon seluler tersebut sangat mungkin dilakukan di Indonesia. Saat ini coverage area telepon seluler sudah menjangkau seluruh pelosok negeri. Operator seluler berlomba-lomba memperluas jangkauan. Bahkan XL sudah berani mengoperasikan jaringan seluler generasi ke-3 atau 3G tidak hanya di kota besar, tetapi sinyal 3G XL sudah menjangkau kota kecil seperti Ponorogo.

Sinyal 3G XL sudah menjangkau Ponorogo

Sementara itu kesiapan di masyarakat sendiri juga sudah ada. Jika 5 tahun lalu hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki handphone, maka sekarang keadaan sudah jauh berbeda. Tukang sayurpun sekarang banyak melayani order lewat handphone. Data dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia tahun 2007 jumlah pengguna handphone di Indoneisa mencapai 80 juta orang. Sedangkan jumlah pemilih tetap pada Pemilu 2009 mencapai 174 juta jiwa (DETIKNEWS). Bisa dipastikan jumlah tersebut akan mengalami lonjakan yang sangat tajam.

Lonjakan jumlah pengguna handphone tersebut tidak lepas dari semakin terjangkaunya harga handphone dan semakin murahnya tarif telepon seluler sejak setahun terakhir. Pemerintah melalui Menkominfo telah menetapkan penurunan tarif seluler sebesar 40% (KOMPAS.COM). Operator selulerpun menyambutnya dengan berbagai program telepon dan SMS murah. Seperti yang dilakukan oleh XL. Hanya cukup sekali menelepon maka telepon selanjutnya dalam hari yang sama digratiskan. Tarif SMS XL juga semakin murah.

Ke depan kemajuan di bidang seluler ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah. Pemilu tidak lagi harus datang ke TPS dan kemudian mencoblos kertas suara. Untuk memberikan suara cukup dengan mengirimkan SMS. Dengan demikian para pemilih tidak perlu meninggalkan aktifitas kerja, kuliah, sekolah, industri dan perdagangan.

Bisa dihitung berapa besar penghematan anggaran negara seandainya hal ini bisa diwujudkan. Anggaran untuk pengadaan logistik dan gaji panitia pemilu dipastikan akan turun drastis. Anggaran trilyunan dari hasil penghematan pemilu ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, misalnya untuk ditambahkan ke anggaran pendidikan dan kesehatan rakyat. Seluruh warga negara bisa bersekolah dan berobat secara gratis!

Perlu Persiapan

Namun untuk menuju pemilu berbasis jaringan telepon seluler tersebut harus dilakukan persiapan dasar. Salah satu persiapan yang sangat penting dan wajib hukumnya adalah penertiban pengguna nomor telepon seluler.

Saat ini siapa saja bisa membeli nomor, menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan kemudian bisa membuang seenaknya jika sudah tidak dipakai. Pemerintah memang telah mewajibkan pengguna untuk mengisikan data diri ketika mengaktifkan nomor. Namun pengisian data diri tersebut juga masih banyak yang dipalsukan (POSTEL). Akibatnya kejatahan melalui telepon seluler masih sering terjadi.

Ke depan penggunaan nomor telepon seluler ini harus diatur dengan ketat. Semua data pelanggan harus valid. Salah satu solusinya adalah dengan mengintegrasikannya dengan sistem Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang sedang digagas pemerintah dimana setiap warga hanya bisa memiliki satu KTP yang dilengkapi dengan database sidik jari dan foto wajah dari berbagai posisi.

Hanya dengan menunjukkan KTP Nasional tersebut setiap warga bisa mendaftarkan nomor telepon selulernya. Jika sudah mendaftar di operator A dan kemudian mendaftar lagi di operator B maka akan tetap teridentifikasi sebagai satu orang yang sama. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari kecurangan dalam pengambilan suara pemilu melalui SMS kelak.

Pemilu SMS 2014

Pemilu SMSGagasan tentang pemilu menggunakan SMS ini paling cepat bisa terlaksana tahun 2014. Pemuli 2009 belum bisa dilaksanakan karena sudah disusun agenda dan anggarannya dan sudah sangat dekat. Jika dilakukan pada Pemilu 2014 kemungkinan untuk bisa dilakukan semakin besar. Bisa dipastikan 5 tahun lagi teknologi telekomunikasi berbasis jaringan seluler ini akan berkembang lebih pesat lagi.

Waktu 5 tahun menuju 2014 ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan teknologi pendukung. Salah satunya adalah pengembangan software yang akan merekap hasil pemilu melalui SMS tersebut secara otomatis. Software tersebut harus mampu menampung semua SMS yang masuk kemudian mengolahnya hingga keluar hasil akhir dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Dengan dukungan teknologi komputer yang juga berkembang makin pesat, bisa dipastikan waktu yang diperlukan untuk rekapitulasi suara dengan menggunakan bantuan software otomatis ini akan sangat cepat. Dalam satu hari pemenang pemilu sudah bisa diketahui.

Semoga gagasan ini didengar, dipertimbangkan dan dilaksanakan oleh pemerintah dan mendapatkan dukungan dari operator seluler dan semua pelanggannya.

Ayo Kirim Dukungan!

Setuju dengan gagasan Pemilu SMS ini? Kirim dukungan melalui komentar atau SMS sekarang juga! Komentar dan SMS dukungan yang masuk akan disampaikan ke DPR, Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum agar gagasan ini segera direalisasikan 😉

Kirim SMS singkat berisi dukungan ke nomor XL 081703757699

43 thoughts on “Menggagas Pemilu Berbasis Jaringan Telepon Seluler di Indonesia

  1. antown

    yoi, tulisannya mantap. niat nih gak ada gambarnya? beneran? hehehe…
    btw, harga CDMA yang murah berapa sekarang. yang bisa pake esia gitu. ada info gak??

    *dilempar pulsa

  2. doelsoehono

    Salam ….

    walah ini idee yang sanagat memebangun dan harus di acungi jempol

    pokoknya Maeunteup tenan …..selamat tahun baru dan tambah sukses selalu

  3. sawali tuhusetya

    wah, 10,4 trilyun utk anggaran pemilu, mas det? weleh2, angka yang cukup besar dan bisa utk membiayai hidup orang sekabupaten sebulan lebih. ternyata hanya dihambur-hamburkan utk pemilu yang selalu gagal menghasilkan pemimpin yang berpihak pada rakyat. pemilu via sms agaknya bisa menjadi alternatif, tapi kira2 rawan kecurangan, ndak yah? selamat tahun baru, mas det, semoga mendatangkan banyak berkah dan keberuntungan.

  4. aRuL

    wah kalo pake perangkat sih masih merepotkan…
    seperti perangkat HP…
    mending menggunakan smart card yaitu fungsi KTP juga ada sim cardnya eh maksudnya seperti smart card
    jadi tinggal gesek tuh KTP bis itu tentukan pilihan lewat monitor..
    seandainya menggunakan mekanisme seperti itu pasti akan menghemat biaya pemilu dan pilkada tentunya…
    satu KTP buat satu orang, satu suara.. (kan yg punya KTP yg berumur 17 tahun sudah bisa nyoblos)
    nyoblos itu maksudnya menggunakan hal pilih. bukan nyoblos lubang itu… :mrgreen:

  5. frizzy

    Mari kita sukseskan pemilu 2009 dengan memilih. Karena walau kita golput, pemenang pemilu tetap berkuasa.
    Salam kenal dari frizzy.
    Happy New Year 2009.
    God bless you, may you have better life, better sex and better achievement.

    Cheers, frizzy2008.

  6. Oemar Bakrie

    kayaknya masih jauh deh … lha wong sistem pemungutan suara di DPR secara elektronik saja anggota DPR-nya masih nggak percaya kok … sudah biasa “nyatut” makanya takut juga kalau suara-nya di-catut juga. makanya pemungutan suara di DPR masih pakai jaman batu sehingga ngitungnya bisa lama sampai dini hari …

  7. afrizal

    salam kenal

    idenya sangat bagus. tetapi benar kata bapak yang di atas akan ada hambatan besar dari pemerintah dan DPR sendiri yang tidak percaya IT. padahal secara teknologi pasti bisa dilaksanakan.

    melalui SMS lebih praktis daripada usulan smart card seperti komentar bapak arul di atas. SMS unggul karena tidak harus datang ke lokasi pemungutan. dipastikan angka golput bisa ditekan.

  8. kacrut

    kalu hape nya 5 berarti ada lima suara dunk.. hihihihi.. adilkah ini??

    *padahal rung moco*

    -fast reading mode on- hehehhehe

  9. DET

    @bayu dan kacrut: kan sudah dibahas mas. hal tersebut bisa diatasi dengan penggunaan nomor identitas tunggal. satu identitas meski banyak hp dianggap satu orang

  10. ndop

    yaoloh, det, blogkmu ini satu-satunya belog yang pernah saya kunjungi memakai huruf TIMES NEW ROMANS!!! wekekeke

    gak sumpek det nggawe huruf TNR??

    nek pemilune melalui sms, ngko nek enek sing hetrik piye??

  11. kacrut

    kan KTP ku ada 3 mas..

    hayoo.. hape ku ada 4 dan KTP ku ada 3

    ada KTP sidoarjo, ada KTP Manokwarie,, dan ada KTP makassar..

    semuanya masih aktif.. lalu??

    hihihihi

  12. kacrut

    iki baru komeng asli..

    barusan moco soal e.. hihihi… *seng nduwe ngamuk bahasan e di sampahi* hehehehhe

    sebenernya krang setuju… mending kayak yg diusulkan arul lah.. kan KTP nya udah berbasis sidik jari dan sebagainya,, udah cukup kan buat mengidentifikasi semua penduduk..

    kalu pake hengpon,, iya emang praktis seh,, tapi kenapa harus ribet2.. kenapa gak pas bikin KTP itu sekalian dicanggihin.. jadi KTP nya ber barcode ajah.. nnti begitu mau nyoblos tinggal di gesekkan atau ada mesin pembaca barcode nya, jadi bisa terdeteksi..

    mengingat belum semua pnduduk yang mempunyai hengpon..
    kalu KTP kan musti bikin emang.. tapi kalu hengpon kan gak mesti org harus punya.. paling juga serumah ada yang punya cuma 1,, lha masak pemerintah harus membelikan satu-satu hengpon..

    trus menanggapi statement ini

    Pemilu tidak lagi harus datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan kemudian mencoblos kertas suara. Pemilu bisa dilakukan dengan SMS

    nah.. kalu ak sepenuhnya pake hengpon,, alias masih ada beberapa yg pake manual,, bukannya tambah ribet,, harus tetep menyediakan tempat pencoblosan dengan kita gak tau jumlah berapa yg nyoblos alias yg gak punya hengpon..

    nah kalu emang mau dibikin hi-tech dibuat yg seragam sekalian.. jadi nurutku seh tetep ada hari cuti *kan pemilunya cuma 5tahun sekali, aku yo seneng pisna nek libur soal e,, hehehhe* tapi nyoblosnya pake komputerize..

    eh tapi tetep aja yah ada kendala.. lha yg gak bisa komputer piye,, kalu mo bikin kayak mesin ATM juga mubadzir,, mek dipake 5x setahun,, selak rusak..

    kayaknya kalu emang mau bener2 maju,, mending dimajukan dulu dah pendidikan,, jangan sampe ada yg buta masalah komputer dan sebagainya.. baru dah indonesia ini bisa maju dan terkompuuterize..

    tul gak??

    dowo yo komeng ku?? hihihihi

  13. Napi

    wah ternyata ada cara lain yang cukup membantu sekali dalam proses pemilu ya Mas…
    enak lebih praktis n lebih efisien kalau pemilunya pake ES,EM,ES…
    lebih efektif

  14. sapimoto

    Sebuah gagasan yang cerdas dan juga hemat. Asalkan juga telah dipikirkan efek negatif dan kendala-kendala yang akan muncul dalam metode pemilihan model ini, dan juga cara untuk meminimalisirnya, saya sangat setuju dan mendukung.

  15. Aping

    Yups teknologi memang bisa membantu memperlancar kegiatan tersebut akn tetapi sepertinya Indonesia masih membutuhkan persiapan yang panjang. Selain dari segi keamanan juga harus dipikirkan dari segi masyarakatnya, terutama di daerah pedesaan yang penduduknya jaang memiliki HP.
    Akan lebih baik jika menggunakan semacam alat pencoblosan elektronik yang sekarang sudah digunakan di beberapa negara Maju.

  16. De2r

    wah klo ky idol gtw nti yg ad org bnyak2n krm sms na…..
    blm lg klo ad org yg iseng…
    yg pke kertas aj penlenggaraan na msh berntakan……….
    trus pra caleg pd kerja sama dengan perusahaan telephone….
    ga yqn klo bs lancar….

  17. eko

    thanks buat idenya, btw bagaimana pengamanan suara dari sisi user/pemilih yg tdk punya hape

  18. Realty Search

    Great post. I just stumbled upon your blog and wanted to say that I have really enjoyed browsing your blog posts. In any case I?ll be subscribing to your feed and I hope you write again soon!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *