Suguhan Sepincuk Berita JTV Madiun

Jawa Pos Media Televisi kian gencar melakukan ekspansi. Tidak hanya dengan mendirikan TV lokal di Jakarta, Semarang dan Jogja, tetapi JTV juga membuat program berita lokal di kota-kota kecil seperti Madiun dan Jember.

Berita lokal tersebut digarap oleh jaringan Radar Jawa Pos. Di mana ada Radar di situ ada berita JTV lokal. Bukanlah hal yang sulit bagi JTV karena peliputan berita dilakukan sekaligus oleh jurnalis Radar setempat, untuk dicetak melalui koran dan ditayangkan di JTV.

Program berita JTV lokal di Madiun ditayangkan setiap pagi, antara pukul 6 hingga 8. Tayangan berjudul “Suguhan Sepincuk Berita” tersebut bisa dinikmati oleh pemirsa JTV di Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Pacitan dan sekitarnya.

Dibawakan oleh presenter lokal, diantaranya bernama Dieskha Idella dan Nolis Rosliane. Logat dan aksen dalam mebaca berita juga kental sekali dengan logat setempat.

Langkah JTV tersebut patut mendapatkan apresiasi. Di tengah gempuran jaringan TV nasional yang menyuguhkan tayangan entah dari daerah mana, JTV hadir dengan kadar kelokalan yang sangat tinggi. Tidak heran jika kemudian kehadirannya langsung mendapat sambutan masyarakat. Apalagi dalam peluncurannya ada sambutan-sambutan dari Bupati dan tokoh masyarakat, menjadikan warga makin merasa: “INI TV-ku!”

Namun tetap ada sisi buruknya. TV yang mengangkat slogan “Lokal, Massal, Nakal” tersebut seringkali menampilkan hal-hal klenik dan menayangkan iklan dukun atau paranormal. Seperti ketika ada penemuan air terjun 5 rasa di kawasan Telaga Ngebel Ponorogo, reporter mewawancarai pengunjung dengan pertanyaan: “ke air terjun ini mau minta apa mbak?” dan kemudian menjelaskan bahwa jika pengunjung memiliki hajat maka bisa segera terkabul jika meminta ke air terjun tersebut. Hal seperti ini merupakan pendidikan buruk bagi masyarakat. Mengajarkan kemusyrikan!

Pilkada Menjelang, Iklan Datang!

Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada yang saat ini dilaksanakan secara langsung berdampak positif terhadap pendapatan iklan TV lokal tersebut. Para politisi yang ingin maju menjadi Bupati, Walikota dan Anggota DPR tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk pencitraan dirinya. Mereka bisa memanfaatkan TV lokal dengan biaya yang bisa dipastikan jauh lebih hemat jika dibanding beriklan di TV nasional.

Saya yakin hal ini juga menjadi pertimbangan JTV dalam menampilkan muatan lokal. Potensi pendapatan iklan terbesar diprediksi berasal dari iklan politik, baik dari para calon maupun KPUD setempat yang ingin menyosialisasikan tahapan pilkada. Bisa juga dengan membuat paket iklan hemat, tayang di Radar dan JTV sekaligus dengan diskon tertentu. Untuk urusan bisnis iklan seperti ini Grup Jawa Pos memang jagonya! ;)

Bagi yang ingin mendirikan TV lokal sebaiknya segera saja. Jangan sampai keduluan pemain handal ini! :mrgreen:

34 thoughts on “Suguhan Sepincuk Berita JTV Madiun

  1. erander

    Jadi .. siapa yang memanfaatkan siapa ya bos? .. sepertinya karena belum ada yang menggarap ‘duit’ iklan Pilkada makanya JTV masuk sampe ke pelosok :)

    Sayang .. waktu saya masih di Madiun tahun lalu .. baru ada ATV. Ga tau itu televisi milik sapa .. isinya berita² seputara Madiun dan lagu². Tapi signal ATV nya kurang bagus. Begitu juga dengan JTV — waktu itu.

  2. anton

    “”” Bagi yang ingin mendirikan TV lokal sebaiknya segera saja. Jangan sampai keduluan pemain handal ini! :mrgreen: “”

    kapan kapan ah, takut ada provokator dan pasti ada yang iri lagi ntar..
    hehehe..

    http://cerita.asia/

  3. d4mN

    liat gambarnya, jadi heran, kok ada angka 5 nya ya? agak nglenik juga ya?
    n liat link yang nyantholi kota-kota itu, bagus!
    kita kembangkan portal resmi komunitas blogger daerah. karena portal blogger cenderung lebih hidup daripada portal resmi pemkab atau pemkot. setuju?

  4. aanyudhiartha

    tv lokal yang jtv bawa, seperti halnya jak tv kepunyaan jakarta,
    jtv telah berhasil me imagologikan jawatimurnya, presentasi masyarakat terlihat jelas. sama juga jak tv telah berhasil membangun ke jakartaannya.
    segmen yang di bawakan jelas sekali adalah support lokal movement. dan berhasil.
    semiotik lokal sudah dibungkus sedemikian hingga nampaklah segmen yang popular (sama seperti tv nasional pada umumnya) namun tidak menggugurkan warna jawa timur atau seperti jakarta dengan jtv nya
    tapi satu yang belum sreg dalam hatiku, mungkin karena kualitas gambar yang ditayangkan jtv masih belum bagus. (kamera dan proses edit) dan perlu dana untuk itu.
    viva jtv
    aantirtoutomo

  5. jack

    halo pak…kenalin saya ada penggemar jtv.
    pak knp ya.. jtv disurabaya kurang bagus.pak klo bisa. diperbagus lagi donk.pemancarnya.dan berita surabaya dipermaju

  6. Soerya Bagus

    Assalamualaikum wr. wb.
    Sahabat sekalian…………..
    Saya mw tanya, lagu theme song Jtv yang diputer pas acara yg ada peduli anak cacat, orang kurang mampu, trus bisa ngirim sumbangan itu lo….. (maaf, saya lupa nama acaranya)
    Itu lagunya siapa ya ?? & judulnya apa ??
    Tolong ya, kalo ada yang tau…..??
    Wassalamualaikum wr. wb.

  7. anak ikan

    hemmmmmmmmmmmmm……
    Bwad program TV yg mnarik dunk
    skrg jam tyang kan udah byk bwad madiunnya, yah kalo pagi tuh acara news low sore ntu enaknyayg bs refresh otak,
    uwh bwad pjlanan 3 shabat ntu tlalu krg komunikatif bgt, g efisien jg y kalo diliad dr segi kbgusannya mendingan hostnya tu stu ja ckup, tp yg komunikatif plus fresh diliad.
    tp dah gud joB bwad kru2x………….

  8. Agus

    Jtv kok gak sampai di ngawi bagian barat,mantingan dan sekitarnya…Kapan siarannya sampai mantingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>