Lead Time Reduction

by det on 29 January, 2009

Istilah lead time biasa digunakan dalam sebuah industri manufaktur. Artinya adalah waktu yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi order. Mulai dari datangnya order hingga produk yang dipesan sampai ke tangan customer.

Dari pengertian di atas bisa diuraikan komponen atua variabel penyusun lead time, yaitu:

  • Waktu order, yaitu waktu yang diperlukan untuk memenuhi dokumen order, termasuk spesifikasi teknis dari produk yang dipesan.
  • Waktu persiapan bahan, yaitu waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat produk. Biasanya dilakukan dalam MRP (Material Requirement Planning) atau PPIC (Production Planning & Inventory Control)
  • Waktu produksi, yaitu waktu yang diperlukan untuk membuat produk yang dipesan. Termasuk di dalamnya adalah waktu untuk inspeksi atau quality control dan perpindahan material dari mesin ke mesin.
  • Waktu pengiriman, yaitu waktu yang diperlukan untuk mengirim produk jadi kepada customer.

Di dalam sebuah industri, waktu berarti uang. Semakin panjang waktunya maka semakin besar uang yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu dunia industri selalu berlomba-lomba untuk menekan lead time dengan menggunakan berbagai metode.

Berikut ini konsep-konsep yang biasa digunakan untuk mereduksi lead time:

  • Konsep Lean. Adalah sebuah konsep yang menekankan pada identifikasi jenis aktifitas value-adding activity, non-value-adding activity dan necessary but non-value-adding activity serta pemborosan atau waste kemudian melakukan identifikasi penyebab terjadinya waste dan tipe aktifitas tersebut, kemudian melakukan upaya untuk mengeliminasi non-value-adding activity serta waste yang ada. Konsep Lean ini diadopsi dari sistem produksi Toyota.
  • Konsep Lean Sigma. Konsep ini menggabungkan antara konsep lean dari Toyota dengan konsep Six Sigma dari Motorola. Six Sigma sendiri bertujuan untuk Zero Defect atau produksi tanpa cacat. Tujuannya dari Lean Sigma adalah memproduksi dengan tingkat toleransi kecacatan maksimal 3-4 per satu juta produk!

Sedangkan metode yang bisa diimplementasikan pada konsep di atas adalah:

  1. Poka Yoke atau Error Proofing, yaitu mencegah sebuah kesalahan sebelum kesalahan itu terjadi.
  2. Line Balancing, yaitu menyeimbangkan aliran produksi komponen produk pada setiap stasiun kerja berdasarkan waktu proses dan kebutuhan.
  3. Ergonomi dan K3, yaitu mengupayakan supaya tercipta suasana kerja yang ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat serta Efisien).
  4. 5S (Seiri/Sort, Seiton/Set in order, Seiso/Shine, Seiketsu/Standardize, Shitsuke/Sustain) di dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai 5R (Resik, Rapi, Ringkas, Rawat, Rajin).
  5. Just in Time (JIT), yaitu upaya untuk memproduksi produk sesuai dengan jumlah dan waktu yang dibutuhkan.
  6. dan sebagainya..

{ 19 comments… read them below or add one }

1 det January 29, 2009 at 9:38 am

*dilarang protes saya posting masalah industri*

2 andi January 29, 2009 at 9:52 am

Saya protes keras!

hihihi..

3 dadan January 29, 2009 at 9:59 am

bagus bos.. terusin…
sangat berharap ente membahasa lean sigma, poka yoke dan JIT lebih lanjut…
(worship)

4 dadan January 29, 2009 at 10:02 am

+add to my personal rss feed+
:D

5 galih January 29, 2009 at 10:08 am

tumben gawe artikel bermutu :mrgreen:

6 denologis January 29, 2009 at 11:10 am

saya juga protes!
masalahe saya ndak paham… :D

7 mantan kyai January 29, 2009 at 11:21 am

halah iki mbacem buku diktat ae kok :) )

8 det January 29, 2009 at 11:47 am

@mantankyai: iya mas, mbacem buku diktat yang sudah merasuk ke dalam jiwa raga dan nafasku… :mrgreen:

9 aR_eRos January 29, 2009 at 2:14 pm

wah wah mau bikin pabrik ni kayak’e
alih profesi jadi pengusaha, sip sip

10 Andre January 29, 2009 at 4:15 pm

Waduh..ini sih pelajaran PPICku dulu..untungnya dapet AB, padahal belajar cuman 2 jam..wakakakaka

11 udin January 30, 2009 at 8:23 am

God artikel…

12 bedh January 30, 2009 at 1:57 pm

wih kok sepertinya ribet yah?
mana banyak banget istilah2 asing yang nggak saya mengerti
tapi keknya ini sangat berguna buat yang sering keteteran dan di kejar-kejar deadline.
:)

13 just Bryan January 31, 2009 at 2:04 am

Waa..saya anak math bukan anak industri..hehehe

14 Galuh November 14, 2010 at 10:35 am

untuk mengurangi masa lead time lebih baik mengurangi waktu proses pengiriman. maka dari itu sistem tansportasi harus diperhatikan. menurut saya mah akan lebih baik jika setiap industri memilki retail retail resmi di berbagai wilayah untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehingga harga sebuah produk itu tidak membengkat.
atau mungkin dengan membuat anak pabrik di setiap wilayah… sehingga biaya pengiriman pun akan dapat di tekan…
hahahaha…ga mungkin ya…???? karna bikin sebuah pabrik itu bukan hal yang mudah…
bikin warehouse mungkin bagus…

itu mah menurut sayah….

15 tito ari January 8, 2011 at 3:39 pm

bos,,,saya mahasiswa industri ingin membuat skripsi tentang poka yoke..tetapi saya sulit untuk menemukan metode poka yoke tersebut…mungkin teman2 skalian mengetahui buku yang membahas metode poka yoke tersebut secara lebih jelas dan rinci…

mohon bantuannya…thanks…

16 Rick Lecleir February 26, 2011 at 4:37 am

Amazing write up, bookmarked your site for interest to read more!

17 pifin June 2, 2011 at 10:56 am

kak, kalo boleh taju alamat fbnya dong, soalnya mau tanya tanya masalah industri yang berkaitan mrp kalo oleh sih, lagi mau nyelesain skripsi, kalo boleh dibales ke e mail ya,

thanks before!

18 mochammad irsan May 29, 2012 at 8:13 pm

saya mau berGURU

19 Irsan Toyoda May 29, 2012 at 8:15 pm

kita sharing bOos$$$$

Leave a Comment

 

Previous post:

Next post: