Post Power Syndrome

Gejala ini biasanya ditemui pada orang-orang yang baru saja meletakkan jabatan. Bisa presiden, gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, RW, RT. Bisa juga ketua kelas, ketua instansi, ketua partai, ketua organisasi, bahkan ketua perkumpulan atau paguyuban.

Ketika menjabat orang tersebut memiliki kekuasaan (power) untuk memerintah. Ucapannya diperhatikan. Pengikutnya banyak. Dikelilingi dengan orang-orang yang siap membantunya.

Ketika lepas jabatan kemudian orang tersebut merasa kehilangan itu semua dan berusaha mencari pelampiasan. Memerintah orang seperti ketika dia masih menjabat, atau mencari posisi sejenis di tempat lain. Seringkali emosinya tidak terkontrol.

Yang berbahaya adalah ketika dia merasa dikudeta. Pelampiasannya bisa negatif. Apalagi jika ada provokator di sekelilingnya. Bisa melalukan tikdakan destruktif yang sulit dinalar.

Maka yang bisa dilakukan untuk menghindari itu adalah bersyukur atas karunia yang telah diberikan ketika dia masih menjabat. Mengevaluasi diri apakah dia sudah melalukan yang terbaik. Apa kontribusi yang telah diberikan. Kemudian melangkah menuju step yang lebih tinggi lagi. Bukan tataran teknis. Tapi filosofis 😉

22 thoughts on “Post Power Syndrome

  1. udin

    Memang tidak muda untuk menerima sebuah kenyataan yang tidak diharapkan, apalagi jika kenyataan tersebut disebabkan oleh sesuatu yang “tidak sah”. Untuk itu dibutuhkan sebuah kesadaran diri yang mendalam dalam menghadapi segala kenyataan yang akan terjadi.

  2. sawali tuhusetya

    post power syindrom ini biasanya menghinggapi pejabat yang merasa diri sangat berwibawa dan berpengaruh saat menjabat. habis itu, mereka merasa kehilangan semuanya. semoga kita bisa menjadikan jabatan apa pun, termasuk jadi ka RT, hiks, sebagai amanah.

  3. indon

    he..he…. topiknya menarik… mungkin ini hanya masalah penyesuaian…. dulu terbiasa ‘memerintah’ dan akhirnya menyadari kalo gak ada lagi yang bisa diperintah….

    tapi memang gak semua orang bisa menerima perubahan yg terjadi…

    salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *