Blogpreneur Community

Sulit juga mencari definisi dari “blogpreneur”. Beberapa artikel mengatakan bahwa blogpreneur sama dengan internet marketing. Artikel yang lain menyebutkan bahwa blogpreneur lebih luas dibandingkan dengan internet marketing. Yang jelas dari beberapa definisi tersebut (silakan googling) rasa-rasanya belum ada definisi yang pas.

Coba kita lihat dari asal katanya. Blogpreneur berasal dari penggabungan kata dasar “blog” dan “entrepreneur“. Blog secara bebas bisa diartikan sebagai catatan kronologis pada media web. Sedangkan entrepreneur atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi wirausaha(wan), adalah aktifitas yang dilakukan oleh seseorang dan atau sekumpulan orang untuk mencapai tujuan kemandirian ekonomi melalui usaha yang dijalaninya tanpa ada hubungan atasan-bawahan.

Dari sana bisa diambil definisi umum bahwa blogpreneur adalah aktifitas untuk mencapai tujuan kemandirian ekonomi melalui dan atau menggunakan media blog. Lebih mudahnya, blogpreneur bisa dimaknai sebagai berbisnis dengan atau melalui blog.

Apakah internet marketing dan monetisasi blog termasuk blogpreneur? Bisa digolongkan ke dalamnya jika dalam aktifitas internet marketing dan blog monetization tersebut tidak ada hubungan atasan-bawahan. Hal ini perlu digarisbawahi karena inilah definisi dasar dari wirausaha dan kewirausahaan (entrepreneur dan entrepreneurship).

Aktifitas di dalam internet marketing biasanya berfokus pada penjualan produk. Semakin banyak produk yang terjual maka semakin besar pula pendapatannya. Produk yang dijual dalam internet marketing biasanya berupa produk digital semacam e-book. Pembeli membayar hak akses untuk mendownload e-book tersebut. Sebenarnya internet marketing bisa dimanfaatkan untuk pemasaran yang lebih luas. Namun di Indonesia ini yang paling marak adalah jualan e-book.

Sementara itu monetisasi blog lebih fokus pada upaya mendatangkan penghasilan dari blog dengan memanfaatkan jasa periklanan atau advertising. Ada istilah Pay Per Click, Paid to Review dan sebagainya. Pemilik blog menyediakan space di dalam blognya untuk menampilkan iklan dari advertiser, baik melalui broker maupun langsung.

Semakin banyak orang yang menjadi blogpreneur maka ada semacam keinginan untuk membuat komunitas. Biasanya komunitas tersebut menjadi tempat untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan seputar blogpreneurship. Karena berbasis internet, maka sebagain besar komunitas blogpreneur yang ada adalah komunitas online. Mereka berdiskusi melalui forum maupun mailing-list.

Tetapi bukan tidak mungkin membentuk blogpreneur community yang real. Hal ini dimungkinkan jika banyak calon anggota yang memiliki kedekatan geografis. Misalnya satu kota. Pertemuan komunitas yang dilakukan secara nyata (bertemu tatap muka) tidak akan menjadi kendala yang berarti.

Saya sendiri menjadikan TuguPahlawan.Com atau TPC sebagai “blogpreneur community“. Meskipun TPC sendiri bukanlah blog komersial, namun orang-orang di dalamnya ternyata banyak yang menjadi blogpreneur dan mau saling belajar dan berbagi pengalaman, informasi dan pengetahuan.

Kamu sendiri bagaimana? berfikir untuk menjadi blogpreneur? atau malah sudah mendapatkan penghasilan ribuan dollar dari blog? Ayo jangan pelit untuk berbagi pengalaman di sini 😉

13 thoughts on “Blogpreneur Community

  1. Blogpreneur

    ngak penting dapet ribuan atau bahkan ratusan ‘0’ dibelakangnya yang terpenting mandiri dan beraktifitas lewat blog sebagai media sharing dan lainnya… terutama free 2 speak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *