Cara Nego Gaji

Pertanyaan ini sering menghinggapi mereka yang sedang melamar pekerjaan. Nego gaji biasanya merupakan tahapan akhir dari proses seleksi karyawan baru. Tahapan sebelumnya yang lazim dilalui adalah seleksi administrasi, psikotest, test IQ dan wawancara. Beda perusahaan biasanya beda pula tahapan dan caranya dalam menyeleksi karyawan baru.

Pada tahap seleksi administrasi para kandidat diseleksi berdasarkan kelengkapan dokumen dan persyaratan. Perusahaan bonafid biasanya akan menelusuri keaslian dokumen-dokumen yang dikirimkan oleh kandidat. Jadi jangan sekali-kali mengirimkan dokumen palsu.

Setelah lolos seleksi administrasi biasanya perusahaan akan mengeluarkan panggilan kepada kandidat yang lolos untuk kemudian mengikuti seleksi selanjutnya. Biasanya berupa test tulis, seperti psikotest, test IQ, TOEFL dan sebagainya.

Tahapan selanjutnya adalah wawancara. Perusahaan besar biasanya mewawancarai kandidat beberapa kali. Wawancara pertama biasanya dengan tim seleksi atau HRD. Wawancara berikutnya dengan user atau pengguna, yaitu departemen atau divisi yang akan ditempati.

Nego gaji sendiri bisa ketika wawancara dengan HRD atau ada wawancara khusus untuk nego gaji.

Yang harus dipersiapkan sebelum wawancara nego gaji adalah buatlah rincian pengeluaran selama satu bulan. Buatlah daftar secara detail. Berapa biaya buat bayar kontrakan atau kost, berapa biaya makan, biaya pulsa, biaya transportasi ke tempat kerja, rencana saving atau menabung, biaya beli pakaian, belanja bulanan, dan sebagainya. Termasuk ketika punya tanggungan menyekolahkan adik, sebutkan saja. Setelah dibuat rinciannya, jumlahkan semuanya. Itulah kebutuhan hidup selama satu bulan.

Idealnya gaji yang diminta harus sama atau lebih besar dari kebutuhan hidup bulanan tersebut. Siapapun tentu ingin mendapatkan gaji yang layak dan rasional. Layak dan rasional di sini artinya gaji tersebut mampu mencukupi kebutuhan hidup sekaligus sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.

Ada baiknya sebelumnya bertanya-tanya ke teman yang bekerja di perusahaan tersebut, berapa gaji pertama yang dia terima dulu. Ini sebagai patokan saja.

Sebenarnya tidak ada standard tentang bagaimana menjawab pertanyaan ketika nego gaji. Perusahaan tentu sudah memiliki aturan penggajian sendiri-sendiri dan biasanya itu yang akan diterapkan ke karyawannya. Tetapi ada perusahaan tertentu yang memiliki prinsip ingin mendapatkan karyawan yang bagus dengan gaji semurah-murahnya.

Tetapi mau tidak mau kita harus menjawab pertanyaan ini: “Berapa gaji yang Anda harapkan dari perusahaan ini?”

Jawaban aman: “Tentang gaji tentu saja perusahaan ini memiliki aturan tersendiri. Bagi saya, gaji memang penting, tetapi yang lebih penting adalah saya bisa memberikan kontribusi positif bagi perusahaan”. Arti dari jawaban ini adalah kandidat pasrah akan mendapatkan gaji berapapun.

Tetapi jika dikejar: “Jadi Anda digaji berapapun mau ya?”

Jawab saja: “Saya meyakini bahwa PT.X ini akan melikai kinerja karyawannya secara objektif dan mampu menghargainya dengan gaji yang sesuai”

Dikejar lagi: “Oke, kalo gitu nanti mungkin gaji Anda sama dengan saya. 1 juta. Mau?”

Langsung jawab saja sekreatif mungkin. Jika diminta menyebutkan nominal, maka sebutkan saja rincian yang telah dibuat sebelumnya.

Ada juga nego gaji tanpa wawancara. Tetapi kandidat diminta menuliskan gaji yang diinginkan pada selembar kertas, plus dengan keterangan apakah gaji tersebut masih bisa dinego atau sudah harga mati.

Yang perlu diperhatikan adalah mengenali kemampuan diri sendiri. Jangan membanggakan kampus dan IPK saja karena itu belum bisa menggambarkan kualitas pribadi.

Selamat bernego gaji. Semoga sukses ya! 😉

15 thoughts on “Cara Nego Gaji

  1. det Post author

    @mantankyai: untuk yang sudah punya portofolio memang bisa lebih tegas menyebut gaji. tapi untuk fresh graduate, terlalu sombong rasanya sebut nominal segitu

    @okta: betul mas, pengalaman kerja juga bisa menjadi modal ketika nego gaji

    @adit: bagus juga dit bicara nominal langsung, tergantung dengan kondisi dan situasi 😉

  2. aRai

    saya mah pasrah aja kalo di tanya gaji … merasa kemampuan lebih juga yg di tanya malah ijazah atau lulusan universitas mana … wong saya ga makan bangku kuliahan di bidang pekerjaan ini .. hiks hiks

  3. Edi Psw

    Gaji memang masalah yang sensitif mas. Repot kalau disuruh menentukan berapa gaji yang diminta. Kita harus benar-benar cerdik. Karena kalau gaji yang kita minta terlalu tinggi, bisa-bisa akan ditolak oleh perusahaan karena di atas patokan gaji standart. Namun kalau kita minta gaji terlalu rendah, bisa-bisa nggak cukup untuk keperluan sehari-hari, bahkan kadang malah diremehkan.

  4. joanne

    Sip… kita harus berani menyebutkan gaji yg kita minta.
    Menunjukkan kalo kita PD..dan mengenal level kemampuan diri sendiri

  5. udin

    Diera serba kompetitif dan esfisiensi, sangat tidak realistis jika meminta gaji diatas aturan normatif ( UMR, red ).
    Bagi pencari kerja yang tidak punya keahliahan, sebaiknya jangan terlalu meminta gaji yang besar, meskipun izasahnya S1 atau S2. Sebab saat ini Izasah tinggi gak ada gunanya klau tidak punya keahlian. kemudian bagi siapa saja yang saat ini belum mendapatkan kerja sebaiknya mengasah potensi diri dan mengembangkannya. Jangan jadi beban orang tua, kasian, mereka suda capek membiayai hidup kita. Kerjakan apa saja yang penting halal. gtu dech…

  6. arifudin

    ya memang dosen saya sering mengatakan, jangan hanya membanggakan IP atau kampus, tapi sekarang yang dibituhkan adalah skill.

    perusahaan hanya menginkan kemampuan dan kemauan kita dalam memberi kontribusi ke perusahaan.

    tapi IP juga jangan dilupakan, karena itu juga perlu :mrgreen:

  7. sya

    mau tanya.. ada ga siiy perusahaan yang kita uda setuju tentang gaji yang ditawarkan, stelah itu ga lulus dan ga diterima??

  8. det Post author

    @sya: tergantung kapan negonya, apakah saat akhir apa baru awal seleksi. kalo pada tahap akhir seleksi biasanya hampir pasti diterima. jika pada awal seleksi biasanya hanya sekedar informasi dan wacana, jadi belum pasti diterima kerja di sana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *