Made in China

Produk dari China sudah dipasarkan di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu. Ciri khas dari produk asal China tersebut selalu diberi tulisan “MADE IN CHINA” di bagian yang mudah terlihat. Coba perhatikan benda-benda di sekitar, apakah ada tulisannya begitu?

Sekitar 20 tahun yang lalu, tulisan “Made in China” tersebut menjadi semacam jaminan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang bagus. Oleh karena itu terkadang ada pabrik lokal yang mendompleng popularitas produk China tersebut dengan melabeli produknya dengan tulisan “Made in China” itu.

Lain dulu lain sekarang. Kini produk Made in China bisa dikatakan menjadi alternatif terakhir dalam hal kualitas produk. Namun dari segi harga, produk dari China memang tidak ada yang bisa menandingi murahnya. Ya, harga memang biasanya berbanding lurus dengan kualitas.

Tapi terkadang murahnya produk China itu tidak logis. Murah banget. Saking murahnya tidak bisa dinalar, apakah kira-kira pabriknya untung atau rugi. Sampai-sampai banyak negara yang memboikot produk China karena bisa mematikan pasar produk lokal.

Kecurigaan banyak pihak, pemerintah China melakukan dumping harga dengan cara memberikan subsidi terhadap produk-produk yang dieksport ke luar negeri. Tujuannya supaya pasar lokal menjadi tergerus karena tidak bisa menyaingi murahnya.

Namun bisa jadi karena sistem produksi di China sudah sedemikian efisien sehingga bisa membuat produk dengan harga seminimal mungkin. Disiplin ilmu Value Management banyak mengupas masalah seperti ini. Bagaimana melakukan cost cutting dan cost reduction untuk meningkatkan value sebuah produk.

**Selamat hari Senin menuju Selasa, Ki Sanak. Produk China apa lagi yang akan dibeli hari ini? :mrgreen:

16 thoughts on “Made in China

  1. aR_eRos

    wah iya nih. contohnya tak sedikit produk2 indonesia dengan kualitas yang lebih rendah harganya bisa selisih jauh lebih mahal daripada produk china dengan kualitas terbaik.

  2. fahmi!

    cih! niru2 kalimate ndorokakung. plagiat. nggilani koen det. memalukan. masih muda kok otak kananmu sudah mati memproduksi kreativitas? (nottalking)

  3. det

    @ALL: wah rupanya kata-kata itu dianggap sudah menjadi trademark seseorang ya? ndak heran juga kalo seseorang jadi kemaki dan merasa berkuasa lha kalian sendiri yang menisbatkan diri ke dia hahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *