Quick Count Pemilu 2009

Metode quick count atau hitung cepat untuk mengetahui hasil pemilu 2009 dipastikan akan lebih rumit. Untuk sekedar mengetahui perolehan suara partai peserta pemilu mungkin tidak ada kendala berarti. Kerumitan akan muncul ketika ingin mengetahui partai mana saja yang lolos electoral threshold yang kemudian digunakan untuk menentukan ‘harga kursi’ untuk tiap-tiap daerah pemilihan serta jumlah kursi yang berhasil didapatkan.

Maka jangan harap akan mengetahui hasil pemilu secara pasti dalam hitungan jam seperti pemilu 2004 lalu. Selain karena lebih rumit, sudah ada regulasi yang mengatur kapan hasil quick count boleh diumumkan, yaitu 1×24 jam setelah pemilu dilaksanakan.

REGULASI

Berikut ini regulasi-regulasi terkain penyelenggaraan Survey, Exit Poll dan Quick Count:

1) UU No.19 Tahun 1997 tentang Statistik

  • Pasal 36: Penyelenggara survei wajib memberitahukan sinopsis hasil survei kepada Balai Pusat Statistik
  • Memuat: judul, wilayah kegiatan survei, objekpopulasi, jumlah responden, waktu pelaksanaan,
    metode statistik, nama, alamat penyelenggara, abstraksi

2) UU Pemilu pasal 245 ayat 2

  • Partisipasi dalam bentuk sosialisasi pemilu, pendidikan politik bagi pemilih, survei atau jejak
    pendapat tentang Pemilu, dan penghitungan cepat hasil pemilu dapat dilakukan asalkan tidak
    melakukan keberpihakan, mengganggu proses pemilu, bertujuan meningkatkan partisipasi, dan
    selalu mendorong suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pemilu.

3) SK KPU no. 701 tahun 2003 pasal 14 ayat 1

  • Penyelenggaraan dan penyampaian hasil jajak pendapat umum, seperti polling dan survei, oleh
    dan/ atau melalui media massa pada masa kampanye dapat dilakukan sepanjang disertai
    penjelasan kelebihan dan kekurangan metodologi yang digunakan.

4) Keputusan KPU no. 48 tahun 2004

  • Pasal 20 ayat 3: Media elektronik dan setiap pihak yang menggunakan media elektronik untuk melaksanakan rubric jajak pendapat umum mengenai pasangan calon wajib menyebutkan: (a) nama sponsor atau pihak yang membiayai kegiatan tersebut; (b) rumusan pertanyaan yang diajukan; (c) teknik mendapatkan data/.informasi; (d) besarnya sample, karakteristik yang menjadi responden dan cara memilih responden; (e) kapan jajak pendapat dilaksanakan; dan (f) ambang kesalahan.
  • Pasal 26: Media elektronik dan cetak atau pihak lain yang melaksanakan jajak pendapat sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 dan 21 dilarang memberitahukan atau menyiarkan hasil jajak pendapat dalam bentuk apapun pada masa tenang dan sampai pukul 13:00 waktu setempat pada hari dan tanggal pemungutan suara.

5) Pasal 10 dalam Peraturan KPU no. 40 tahun 2008

  • Survei Pemilu hanya dapat dilakukan oleh lembaga yang telah mendapatkan nomor registrasi sebagai lembaga survei dari KPU/ KPU Provinsi/ KPU Kabupaten/ Kota.
  • Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir pendaftaran
  • Mengembalikan formulir pendaftaran

6) Pasal 245 ayat 3 UU Pemilu

  • Pengumuman hasil perhitungan cepat hanya boleh dilakukan paling cepat pada hari berikutnya dari hari/ tanggal pemungutan suara.
  • Selain itu, pelaksana kegiatan penghitungan cepat wajib memberitahukan metodologi yang digunakan dan hasil penghitungan cepat yang dilakukannya bukan merupakan hasil resmi penyelenggaraan pemilu.

7) Ketentuan Pidana

  • Pengumuman hasil survei pada masa tenang, dipidana degan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan dan denda paling sedikit Rp. 3.000.000,- (tiga juga rupiah dan paling banyak Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) – Pasal 282
  • Pengumuman hasil penghitungan cepat pada hari/ tanggal pemungutan suara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 18 (delapan belas) bulan dan denda paling sedikit Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah) dan paling banyak Rp. 18.000.000,- (delapan belas juta rupiah) – Pasal 307
  • Jika hasil penghitungan cepat tidak diberitahukan bukan merupakan hasil resmi pemilu, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 18 (delapan belas) bulan dan denda paling sedikit Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah) dan paling banyak Rp. 18.000.000,- (delapan belas juta rupiah) – Pasal 308

PENGERTIAN SURVEY, EXIT POLL & QUICK COUNT

Survey adalah cara untuk mengetahui trend pemilih pemilu dengan cara sampling. Sampel dipilih secara random dan diberikan beberapapoint pertanyaan, baik secara tertulis, lisan, langsung tatap muka maupun melalui telepon dan media interaksi yang lain.

Exit Poll adalah cara untuk mengetahui hasil pemilu dengan cara memberikan pertanyaan kepada pemilih yang baru saja keluar dari tempat pemungutan suara. Sama dengan survey, responden dan TPC dipilih secara acak dan kemudian diakumulasikan hasilnya, dibobotkan dan kemudian diumumkan.

Quick Count adalah cara untuk mengetahui hasil pemilu dengan cara sampling. Berbeda dengan survey dan exit poll, yang disampling dalam quick count ada TPS nya. TPS dipilih secara acak dan perolehan suara tiap kandidat diakumulasikan, dibobotkan dan kemudian diumumkan.

BEDA ANTARA SURVEY vs EXIT POLL & QUICK COUNT

Survey dilakukan sebelum adanya pemungutan suara, digunakan untuk mengetahui trend pemilih dan tingkat keterpilihan (electability) kandidat, jadi sifatnya adalah OPINI calon pemilih. Sedangkan exit poll dan quick count dilakukan setelah pemungutan suara dan sifatnya adalah FAKTA.

MARGIN OF ERROR

Margin of Sampling Error perlu diperhatikan untuk ‘membayar’ kesalahan selama proses berlangsung. Margin of Error ini berhubungan dengan jumlah sampel. Semakin besar jumlah sampel maka semakin baik dan akan memperkecil nilai margin of error.

Berikut ini gambaran hubungan jumlah sampel terhadap margin of error pada tingkat kepercayaan 95%. (KLIK UNTUK MEMPERBESAR):

Terlihat bahwa pada titik jumlah sampel 1000 responden nilai margin of error sudah mulai stabil pada angka +/-3%. Oleh karena itu kebanyakan lembaga survey mengambil sampe sebanyak 1250 responden dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut sudah representatif terhadap penduduk Indonesia.

Jika tata caranya benar maka hasil yang keluar tidak akan jauh beda dengan hasil yang sebenarnya berdasar perhitungan rekapitulasi suara manual oleh KPU. Itulah hebatnya statistik. Namun demikian motode statistik tidak bisa mengcapture proses pemungutan suara sehingga tidak bisa digunakan untuk mengetahui adanya kecurangan selama proses.

**sumber: modul lokakarya memahami angka dibalik survey dan quick count**

Berikan pendapat Anda bagaimana MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA!

30 thoughts on “Quick Count Pemilu 2009

  1. Pingback: TuguPahlawan.Com » Blog Archive » Quick Count Punya Kelemahan

  2. mantan kyai

    “Jika tata caranya benar maka hasil yang keluar tidak akan jauh beda dengan hasil yang sebenarnya berdasar perhitungan rekapitulasi suara manual oleh KPU. Itulah hebatnya statistik. Namun demikian motode statistik tidak bisa mengcapture proses pemungutan suara sehingga tidak bisa digunakan untuk mengetahui adanya kecurangan selama proses.”

    sepakat !!!!

  3. mbah gundul

    “Quick Count adalah cara untuk mengetahui hasil pemilu dengan cara sampling. Berbeda dengan survey dan exit poll, yang disampling dalam quick count ada TPS nya. TPS dipilih secara acak dan perolehan suara tiap kandidat diakumulasikan, dibobotkan dan kemudian diumumkan.”

    nice post. thx for share :D

  4. Andy MSE

    Bagaimanapun juga, quickcount bukan realtime count, sifatnya masih prakiraan, sehebat apapun metode itu, tetap harus nunggu hasil akhir… *245 ayat 3 UU Pemilu*
    Walaupun demikian, metode-metode serupa sangat layak untuk dikembangkan lebih lanjut…

    Thx untuk share-nya Kang Det!…
    Kali ini lengkap banget berikut pasal-pasalnya, hehehe…

  5. suryaden

    exit poll dan quick count dilakukan setelah pemungutan suara dan sifatnya adalah FAKTA

    karena memang terukur seharusnya bisa dipercaya dan dipergunakan sebagaimana mestinya bukan untuk saling uji adu fakta

  6. Andy MSE

    Sepakat sama Suryaden, sifatnya FAKTA, tapi tetap bukan hasil akhir lho… *namanya juga sampling, bukan hitungan sejati dari populasi*

  7. antown

    bagus tulisannya rek!!
    btw, hasil quickcount maupun LSI selalu bikin kerjaan jadi repot saat bikin infografis kemarin. sekrang tidak lagi hehehe

  8. Pingback: Hasil Pemilu 2009 dengan Metode Quick Count « PANGERAN 229™

  9. hatmoko

    bwt henny susana

    YA TINGGAL LIHAT AJ PAKE KEDUA MATA
    KAN MSH PUNYA MATA BUAT MELIHAT

  10. marco

    kok hasil pemilhan dpr-ri,dpr kota/kabupaten,dpr provinsi,dan dpd dari kabupaten tana tidung(kaltim) nda di liatin sih?

  11. Pingback: Quick Count Pemilu 2009 « CALLTECH Computer Solutions

  12. Pingback: Tangga Lagu Indonesia April 2009 — deteksi.info

  13. kerene solo

    yah…… lumyan juga, untuk meredam keingintahuan dan penasaran hati daripada berandai-andai bergumul dengan asumsi yang terkadang membuat stress, dan QC menjadi alternatif logis daripada masuk RSJ he… he…. bravo….. LANJUTKAN……!!!! (nyuwun sewu pijem istilah SBY )

  14. hadi

    saya kira tidak masalh kalau hasil quick count cepat di siarkan,
    walaupun hasil hitung cepat tidak mutlak menggambarkan hasil akhir, tetapi ilmu statistik sudah dipercaya dapat meramalkan hal2 yang real dimata manusia.
    agar dapat para parpol mengambil kesimpulan.

  15. riangkemie

    sy sih tggu hasil akhir aja,,,quick count kan cuman prediksi….lebih tepat prediksinya master DEDDY CORBUZER…he..he..he..

  16. Em syafii

    Nonton quick count itung2 buat ngilangin rasa penasaran saya.saya percaya dgn quick count 50 persen.sisanya ya nunggu keputusan hasil KPU.paling tdk saya sudah punya gambaran siapa yg bakal menang.viva quick count !

  17. Wisata Ciamis

    Quickcount sebetulnya hanya perhitungan berdasarkan perkiraan yang dihitung secara CEPAT, tentu saja memang hasinya tidak seakurat nati setelah melalui perhitungan yang dikeluarkan atau di Informasikan oleh KPU. Tapi hasil dari quickcount atau hitung cepat ini, di Indonesia sudah dijadikan tolak ukur kemenangan dalam menentukan salah satu CALON!!

    Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah quickcount ini selalu TEPAT . Apakah perhitungan quickcount kali ini akan meleset???.. Kita lihat saja……

    Apabila kita masih ragu dengan quickcount atau hitung cepat ini, untuk ke akuratan-nya silahkan tanya saja langsung pada MASTER DEDDY CORBUZER!!

  18. rudy h

    yeah… saya kira tuk quickcoun itu udah cukup bagus…. dari hasil akhir udah gak berbeda jauh…LANJUTKAN…….

  19. bambang

    Konyol dan bodoh ! kalau kepentingan demokrasi negara dikalahkan kepentingan media! Harusnya ada penyelesaian yang jelas memberi efek jera,
    ketika menjadikan pemilu ini cacat hukum! ini kebebasan kelewatan merugikan rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>