Emansipasi Salah Kaprah

Ibu Kita Kartini Puteri Sejati, Puteri Indonesia Harum Namanya
Ibu Kita Kartini Pendekar Bangsa, Pendekar Kaumnya Untuk Merdeka
Wahai Ibu Kita Kartini Puteri Yang Mulia, Sungguh Besar Cita-citanya Bagi Indonesia

Itu tadi adalah Lagu Nasional yang berjudul “Ibu Kita Kartini” ciptaan WR.Soepratman. Lagu yang didedikasikan untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini atas kiprahnya menjadi pelopor emansipasi wanita di Indonesia.

Pada jamannya, hanya kaum lelaki yang boleh bersekolah. Kemudian RA.Kartini mendobrak aturan Kompeni Belanda itu dan berhasil. Kaum perempuan akhirnya diperbolehkan bersekolah dan memiliki hak yang setara dengan laki-laki dalam berbagai hal. Itulah awal lahirnya emansipasi.

Emansipasi, Kini..

Kini, sudah lebih dari satu abad kelahiran Kartini, makna emansipasi sudah semakin melebar ke mana-mana. Kaum feminis berjuang mati-matian supaya perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam segala hal dan dalam segala aspek kehidupan.

Oke, kalau begitu termasuk menjadi kuli bangunan? Ditanya begitu mereka (para wanita) pada lari tunggang-langgang sambil menuding itu adalah pekerjaan kasar yang hanya cocok untuk lelaki. Wahahaha… Ini namanya emansipasi setengah hati: menuntut yang enak-enak, menolak yang tidak enak.

Untung saja perempuan tidak menuntut hak hamil dan melahirkan kepada laki-laki. Kalau sudah begitu kejadiannya, itu namanya emansipasi salah kaprah. Kodrat wanita diberikan perlengkapan fisik untuk mengandung, malahirkan dan menyusui anaknya. Itu tidak bisa digantikan oleh lelaki.

Selamat Hari Kartini, Ki dan Ni Sanak. Mari kita maknai hari ini sebagai hari kesetaraan hak dengan tetap memahami kodrat yang diamanahkan Tuhan kepada kita...

60 thoughts on “Emansipasi Salah Kaprah

  1. senoaji

    Jangan sampai teori gender kebablasan dan memerdekakan pendapat serta kesetaraaan dengan menyingkirkan aturan main yang sudah digariskan.

  2. ajengkol

    Walah masih ada ya tuntutan Emansipasi ? Kodrat wanita dan Pria biarkan pada tempatnya

    Toh ada pekerjaan yang susah dilakukan wanita pun juga pria Selamat Hari Kartini . . Nama depan kita sam . . Saya Raden Ajeng Nunuk Purwaningsih halah

  3. novi

    kenapa tokoh2 feminisme tak ada yang cantik2, bahkan sering tampak sangar, metal, dan korak?
    konon, karena mereka tak pernah merasakan (kenikmatan) dari laki-laki . Coba deh di sun dikit.. Surutlah idealismenya =))

    *** lari ***

  4. suryaden

    hak itu kan masalah negara dan warganegara, sebagai pribadi mendukung, memang untuk masalah kesempatan masih banyak kepincangan sana-sini, dan mengapa para laki-laki ketakutan dengan gerakan perempuan, sebenarnya juga tidak beralasan sama sekali….

  5. John

    Persamaan hak tidak mungkin dilakukan, tetapi persamaan kesetaraan harkat martabat dan derajat tentu ya. Karenanya, mari kita lakukan yang tertepat. Sesuaikan dengan kodratnya, sehingg, masing – masing berfungsi dengan baik. Waita sangat bagus bekerja, meniti karier, yang penting jangan lupakan apa yang menjadi keawjiban kodratinya. Selamat Hari Kartini.

    Sudahkan para “nayakning praja ” dan orang -orang “berduit” menghargai wanita? Atau justru duitnya untuk menjadikan wanita sbagai objek kebesarannya…. ?
    Mengapa matahatimu para anggota dewan terhormat tak mampu mengormati wanita…..?
    Kenapa pula banyak wanita merem akan perjuangan Kartini, justru menjual diri menjadi tumpahan sampah kebelangan hidung lelaki…..? KEmana matahati kewanitaanmu….?
    Jagad Dewa Bathara…. Jaman bejad ora ketara….

  6. zee

    Emmm…
    Siapa bilang wanita gak mau jadi kuli bangunan? Demi bisa makan hari itu, banyak wanita yg rela kerja kasar spt kaum pria. Ada yg jadi tukang sampah narik gerobak, ada yg jadi pemulung, jadi tukang angkat-2 di pasar. Klo kerja yg ga terlalu kasar mgkn jadi supir ojek, supir busway (banyak lho supir busway perempuan), supir taxi.

    Jadi gak bisa disamakan dgn perjuangan kaum feminis utk setara dgn laki-2 di bidang politik, kedudukan di kantor, ato karir dengan perjuangan perempuan biasa utk menghidupi keluarganya.

    Sebagian memang menuntut emansipasi, tp di sisi lain sebenarnya emansipasi itu sendiri sudah berlangsung tanpa gembar gembor masalah gender.

  7. Vicky

    Di tempat kerja saya, nenek-nenek desa masih jalan dua kilo sambil ngegendong rumput seberat 15 kg di punggungnya. Saya rasa itu yang disebut emansipasi.

  8. warok_suromenggolo

    emansipasi memang perlu di jaman global ini.
    sudah saat nya para kaum kartini ikut memegang peran serta andil dalam roda perekonomian bangsa.

    namun untuk urusan rumah tangga biarlah kaum lelaki yang tetap menjadi nahkodanya.
    perempuan hendaknya sebagai wakil nahkoda saja.
    apabila sang nahkoda kesulitan dalam menjalankan kapalnya,barulah sang wakil memberi ide/gagasannya.

    selamat hari kartini…..

  9. dafhy

    menurut saya emansipasi diterapkan hanya di derajat dalam masyarakat atau pekerjaan saja om. kalau kodrat wanita dan laki-laki ya tidak akan bisa disamakan karena itu sudah ketentuan dari Atas 🙂

  10. kartono

    kartini adalah perpaduan dari mbokne kartini hasil dari benih bapake kartini…wanita dan pria adalah sepasang yang saling melengkapi…tumbu karo tutup. gak ada yang lebih tinggi atau rendah.titik.

  11. kyai slamet

    gender adalah perbedaan peran laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya. bicara gender bicara tentang kesepakatan. kalau suami istri sudah sepakat pada pembagian peran masing-masing maka sudah tercipta keadilan gender, walau sang istri “hanya” bertugas di kasur, dapur dan sumur.

  12. dtrs

    selamat hari kartini juga!!!
    eh ada juga lho… ak suka liat di berita2… ibu2 yg jadi tukang becak…
    itu emansipasi bukan ya????

  13. aR_eRos

    doh engga bisa mbayangin kalao cowok yang hamil
    emansipasi yang bener2 kebangetan
    ada hari ibu, ada hari kartini
    hari bapak dan hari kartono kapan?

  14. mrpall

    Skarang ini teori gender dah hampir kebablasan dan memerdekakan pendapat serta kesetaraaan dengan menyingkirkan aturan main yang sudah digariskan…..hmmmm

  15. sawali tuhusetya

    setuju banget dg ajakan mas dion. kaum perempuan kita jangan sampai terjebak dalam euforia emansipasi yang dikembangkan oleh kaum feminis. sukses karier tak ditabukan, tapi menelantarkan keluarga, sungguh besar risikonya.

  16. Cupangkolam

    Semoga para perempuan bangsa ini bisa merenungi dan memaknai hari Kartini dalam setiap sendi kehidupannya. Sehingga cita-cita Kartini bukan sekedar mitos belaka, tapi tetap berlanjut oleh generas-generasi penerus bangsa.

  17. Xitalho

    Kesempatan … usaha … karir… dan sejenisnya ini bisa diemansipasi… karena itu wilayah irodati.

    Cuma untuk yang wilayah kodrati ..plis deh…., sampai kapanpun perempuan statusnya panggah = “istri”… “nyonya”… artinya emansipasi itu ada batasan-batasannya.

    Selamat “Beremansipasi para wanita Indonesia”

  18. sepur

    Emansipasi boleh, namun tetep harus halus , lembut sabar dan penuh kasih sayang. karena wanita adalah juga seorang “ibu” dari anak – anakmu

  19. shei

    Wiiizzzzt…..mendeskriditkan kaum perempuaaan!!!
    ya kami (perempuan) meminta emasipasi karena pada awalnya benar2 dibatasi kahn??
    jadi nggak salah kalau pipit yang terkurung minta bebas dari sangkar, setelah bebas ya akhirnya memang harus memilih, apakah akan berkelana, ataukah akan kemana…itu pilihan masing-masing..
    dan..
    setau saya ada juga kok kuli wanita, tukang jagal wanita, tukang parkir wanita, pegulat wanita…dsb. tergantung pilihan okeeeey…….

    hmhmhmmm…………………………………….

  20. buJaNG

    Banyak yg salah menafsirkan emansipasi… Banyak yg minta hak perempuan disamakan dengan pria… Banyak wanita yg ingin jadi laki2, lihat aja dijalan saat cewek di bonceng cowok… Ntar jangan2 cewek ingin agar yang hamil & melahirkan ntu cowok…. wkwkwkwk

  21. haris

    kalo saya merasanya, emansipasi di indonesia belum salah kaprah. barangkali jg tak akan slah kaprah. sebab, tiap2 kita kan selalu punya akal sehat umum yg bs menjadi pagar soal emansipasi kyk gini. emansipasi salah kaprah itu biasanya hanya sebuah ketakutan saja. tak akan lebih dari itu.

  22. catba travel

    Boarding for a complimentary drink and delicious sea food on boat while our boat departs and takes
    you to visit Ha Long bay “The natural heritage of the world, it was recognized by UNESCO” with thousands of islands and islets.
    An individual who finds work in this profession can be a radiology technician if his competency qualifies him to perform work
    using x-ray, ultra-sound, CAT or ECG equipment that provides the doctors with
    scanned images that the latter will use as bases for their diagnoses.
    Get on Imperial Junk boat and enjoy a welcome drink and lunch of savory local sea food.

  23. A960GOT-EBD

    On the e-discovery lecture circuit Ron Losey has been discussing it for years over on his irreverent
    and groundbreaking e-discovery crew website,
    and it’s a frequent theme of keynote speakers. Basically, our socialization skills would improve
    and we would become more conscious of our civic duties.
    You can adjust the sensitivity of the motion detector and the volume.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *