Hukum Positif yang Negatif

Seorang suami emosi karena memergoki istrinya bermesraan dengan lelaki lain. Suami itupun menghajar lelaki tersebut hingga terluka. Suami mendapatkan hukuman penjara selama 5 tahun karena telah melakukan penganiayaan. Bagaimana dengan lelaki yang menyelingkuhi istrinya tadi? [detik]

Ternyata lelaki yang menyelingkuhi istrinya tadi tidak mendapatkan hukuman apapun. Dia melenggang menghirup udara bebas. Kemungkinan besar dia akan meneruskan perselingkuhannya tanpa hambatan berarti karena suami sang wanita berada di penjara.

Adilkah?

Dalam hal ini pengadilan hanya melihat proses penganiayaannya tanpa melihat penyebab terjadinya penganiayaan tersebut. Sang suami menganiaya karena istrinya diselingkuhi. Dalam hal ini dia bisa dianggap membela diri.

Sungguh tidak adil jika kemudian dia malah dipenjara. Jika mau lebih adil harusnya istri dan lelaki selingkuhannya juga harus dihukum lebih lama karena telah melakukan perbuatan melanggar hukum secara sadar.

Itulah contoh penerapan hukum positif yang negatif karena tidak bisa memenuhi rasa keadilan. Korban terpaksa menjadi tersangka!

Bagaimana pendapat kalian?

32 thoughts on “Hukum Positif yang Negatif

  1. senoaji

    Bicara keadailan di negeri yang katanya ber-keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia ini kayaknya masih jadi bahasn absurb. Konstitusi absurb peradilan absurb dan sistem yang absurb pula. Bweh!

  2. LuxsMAn

    sabar wae OM, biasanya nanti dia juga dapat HUKUM KARMA atas perbuatan dia tersebut di kemudian hari. bisa di dunia nyata maupun di dunia yang lain…..

    kekekekek……..

  3. aRai

    point juga ya … kalo nanti pasangan kita selingkuh hukumnya bisa dibilang wajib buat nyiksa pasangan kita …. kekekeke

  4. udin

    YANG MELAKUKAN PENGANIAYAAN LAYAK DISEBUT “TERORIS” SEBAB MELAKUKAN TINDAKAN KEKERASAN DAN MELANGGAR HAM, HE ..GUS, NEGARA INI NEGARA HUKUM, SIAPA PUN TIDAK BOLEH MELAKUKAN TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI.
    SAATNYA KAUM HAWA MEMPEROLEH KEBEBASAN UNTUK MENENTUKAN PILIHANNYA, JANGAN SAMPAI PAHAM “FEODAL'” MEMBELENGU EKSPRESI KAUM YANG DIANGGAP LEMAH TERSEBUT. ( IMAO)

  5. det Post author

    @udin: negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri. jadi kalo melihat istrimu ditiduri orang lain kamu akan diam saja dan melapor ke polisi?

    kamu diam saja karena kamu anggap itu benar istrimu memilih pasangan sex nya sendiri?

    kalo begitu kejadiannya, lalu di mana letak kehormatan pernikahan dan kamu sebagai suami?

  6. olip

    Istri yang kurang ajaar….

    kasihan dech tuh istrinya …. udah di dunia di aniaya suami nya sendiri .. entar di akhirat dapet lage …. hikz….mesakne pooll…

    *Semoga gak nuLar…..

  7. dinda ong

    kalo kek getu jadi serba salah. tapi siapapun orangnya kalo liat isatrinya ngeseks ma laki laen pasti langsung kebakar emosi gag salah tuh kalo dihajar.

    negara hukum gag boleh maen hakim sendiri dan tentang perselingkuhan masuk dalam UU negara hukum gag??

    selama nie aku lom pernah denger kasus perselingkuhan murni tanpa kekerasan bisa sampe ke meja hijau kecuali divorce.

  8. dafhy

    saya sudah muak om dengan permasalahan hukum di negeri ini
    selalu saja ada masalah, disamping pandangan hakim yang seperti memberatkan sebelah sebagai contohnya tulisan di atas

    hukum di negeri ini bagai dagangan juga om, yang punya uang banyak bisa beli hukum itu, lha yang gak punya? akan di penjara meski benar

  9. Anton

    Memang hukum di negara kita ini belum adil, tapi kalau kita pakai hukum Islam pasti kita akan mendapatkan keadilan di dunia dan akhirat …. kalau kejadian tersebut di Aceh saya pikir akan lain peristiwanya … di Aceh saja bisa kenapa di kita nggak bisa … ?

  10. warok_suromenggolo

    kalau aku jadi suaminya

    akan kubunuh keduanya
    kupenggal kepalanya
    ku kuliti tubuhnya
    kuhancurkan tulang2nya sampai lebur

    bahh ben kapok….mangkel aku

    bwakakakakkakakak

  11. dita_disini

    kalo saya jadi istri dan suami saya selingkuh lalu saya pergokin… saya bunuh!! sang suami maupun sang selingkuhannya…

    biarpun setelah itu masuk penjara yg penting sudah lega… hati puwas dan tenang…

  12. sarwogelo

    Apa arti hukum positif? kenapa dinamakan demikian? adakah hukum negatif? adakah hukum lain selain hukum positif? MOHON dijelaskan

  13. sarwogelo

    Untuk apa penegakan hukum dilakukan?
    Haya sekedar untuk penegakan hukum atau untuk memenuhi keadilan? Kalo penegakan hukum tanpa mempertimbangkan rasa keadilan lalu buat apa? Bahkan atas nama Hukum bisa untuk merampok, merampas menindas orang. Belajar ilmu sosial memang tidak membuat otak jadi pintar malah jadi BEGO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *