Hukum Positif yang Negatif

by det on 17 April, 2009

Seorang suami emosi karena memergoki istrinya bermesraan dengan lelaki lain. Suami itupun menghajar lelaki tersebut hingga terluka. Suami mendapatkan hukuman penjara selama 5 tahun karena telah melakukan penganiayaan. Bagaimana dengan lelaki yang menyelingkuhi istrinya tadi? [detik]

Ternyata lelaki yang menyelingkuhi istrinya tadi tidak mendapatkan hukuman apapun. Dia melenggang menghirup udara bebas. Kemungkinan besar dia akan meneruskan perselingkuhannya tanpa hambatan berarti karena suami sang wanita berada di penjara.

Adilkah?

Dalam hal ini pengadilan hanya melihat proses penganiayaannya tanpa melihat penyebab terjadinya penganiayaan tersebut. Sang suami menganiaya karena istrinya diselingkuhi. Dalam hal ini dia bisa dianggap membela diri.

Sungguh tidak adil jika kemudian dia malah dipenjara. Jika mau lebih adil harusnya istri dan lelaki selingkuhannya juga harus dihukum lebih lama karena telah melakukan perbuatan melanggar hukum secara sadar.

Itulah contoh penerapan hukum positif yang negatif karena tidak bisa memenuhi rasa keadilan. Korban terpaksa menjadi tersangka!

Bagaimana pendapat kalian?

{ 32 comments… read them below or add one }

1 okta sihotang April 17, 2009 at 8:40 pm

berarti HUKUM buta…TULI dan pincang..hihiii

2 denologis April 17, 2009 at 8:57 pm

kasuistik….

3 Novianto April 17, 2009 at 9:05 pm

Ya itulah hukum manusia ya….

4 senoaji April 17, 2009 at 9:07 pm

Bicara keadailan di negeri yang katanya ber-keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia ini kayaknya masih jadi bahasn absurb. Konstitusi absurb peradilan absurb dan sistem yang absurb pula. Bweh!

5 arifudin April 18, 2009 at 12:28 am

emmm…. *geleng-geleng kepala* :roll:

6 LuxsMAn April 18, 2009 at 4:51 am

sabar wae OM, biasanya nanti dia juga dapat HUKUM KARMA atas perbuatan dia tersebut di kemudian hari. bisa di dunia nyata maupun di dunia yang lain…..

kekekekek……..

7 aRai April 18, 2009 at 6:10 am

point juga ya … kalo nanti pasangan kita selingkuh hukumnya bisa dibilang wajib buat nyiksa pasangan kita …. kekekeke

8 udin April 18, 2009 at 7:06 am

YANG MELAKUKAN PENGANIAYAAN LAYAK DISEBUT “TERORIS” SEBAB MELAKUKAN TINDAKAN KEKERASAN DAN MELANGGAR HAM, HE ..GUS, NEGARA INI NEGARA HUKUM, SIAPA PUN TIDAK BOLEH MELAKUKAN TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI.
SAATNYA KAUM HAWA MEMPEROLEH KEBEBASAN UNTUK MENENTUKAN PILIHANNYA, JANGAN SAMPAI PAHAM “FEODAL’” MEMBELENGU EKSPRESI KAUM YANG DIANGGAP LEMAH TERSEBUT. ( IMAO)

9 det April 18, 2009 at 7:39 am

@udin: negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri. jadi kalo melihat istrimu ditiduri orang lain kamu akan diam saja dan melapor ke polisi?

kamu diam saja karena kamu anggap itu benar istrimu memilih pasangan sex nya sendiri?

kalo begitu kejadiannya, lalu di mana letak kehormatan pernikahan dan kamu sebagai suami?

10 Fenty April 18, 2009 at 7:51 am

Biar Allah yang nentuin

11 olip April 18, 2009 at 8:00 am

Istri yang kurang ajaar….

kasihan dech tuh istrinya …. udah di dunia di aniaya suami nya sendiri .. entar di akhirat dapet lage …. hikz….mesakne pooll…

*Semoga gak nuLar…..

12 dinda ong April 18, 2009 at 8:11 am

kalo kek getu jadi serba salah. tapi siapapun orangnya kalo liat isatrinya ngeseks ma laki laen pasti langsung kebakar emosi gag salah tuh kalo dihajar.

negara hukum gag boleh maen hakim sendiri dan tentang perselingkuhan masuk dalam UU negara hukum gag??

selama nie aku lom pernah denger kasus perselingkuhan murni tanpa kekerasan bisa sampe ke meja hijau kecuali divorce.

13 xkh April 18, 2009 at 8:18 am

matane picek ancene!!! dsunati sampek entek ae

14 dafhy April 18, 2009 at 10:11 am

saya sudah muak om dengan permasalahan hukum di negeri ini
selalu saja ada masalah, disamping pandangan hakim yang seperti memberatkan sebelah sebagai contohnya tulisan di atas

hukum di negeri ini bagai dagangan juga om, yang punya uang banyak bisa beli hukum itu, lha yang gak punya? akan di penjara meski benar

15 meylya April 18, 2009 at 10:24 am

keadilan yang aneh memang

16 annosmile April 18, 2009 at 1:49 pm

itulah keanehan hukum sekarang ini

17 unting April 18, 2009 at 2:24 pm

Di brek ne ae hukume….< ra sah hukum-hukuman marai jibeg
hukum memang aneh

18 suwung April 18, 2009 at 2:30 pm

hukum positif kan di dunia
yakinlah DIA takan TIDUR
dan hukum NYA seadil adilnya

19 risdania April 18, 2009 at 5:52 pm

susah yah ngomongin adil tuh mas..apalagi di dunia yang hitam bisa jadi putih dan kiri bisa jadi kanan… T.T

20 gajah_pesing April 18, 2009 at 6:14 pm

wa..mendingan beli hukum aja, mumpung lagi di obral

21 dion April 18, 2009 at 8:45 pm

kalo ngomongin keadilan emang agak mbingungi…..hehehee :mrgreen:

22 e2n April 18, 2009 at 8:51 pm

begitulah hukum di indonesia….

23 Wongbagoes April 18, 2009 at 9:51 pm

hmm… Ya bagitulah, semoga istri samean tdk selingkuh…

*kabur diantem watu…

24 Anton April 19, 2009 at 6:23 am

Memang hukum di negara kita ini belum adil, tapi kalau kita pakai hukum Islam pasti kita akan mendapatkan keadilan di dunia dan akhirat …. kalau kejadian tersebut di Aceh saya pikir akan lain peristiwanya … di Aceh saja bisa kenapa di kita nggak bisa … ?

25 warok_suromenggolo April 20, 2009 at 10:54 am

kalau aku jadi suaminya

akan kubunuh keduanya
kupenggal kepalanya
ku kuliti tubuhnya
kuhancurkan tulang2nya sampai lebur

bahh ben kapok….mangkel aku

bwakakakakkakakak

26 kenthus April 20, 2009 at 11:18 am

halah enak yah selingkuh ning susah sing di korbankan
bunuh saja hahaha

27 dita_disini April 20, 2009 at 11:46 am

kalo saya jadi istri dan suami saya selingkuh lalu saya pergokin… saya bunuh!! sang suami maupun sang selingkuhannya…

biarpun setelah itu masuk penjara yg penting sudah lega… hati puwas dan tenang…

28 ndop April 20, 2009 at 8:02 pm

aneh pancenan hukum nang indonesa iki… nang negoro liyo piye yo??

29 novi April 25, 2009 at 1:52 pm

konon hukum positif itu hukum peninggalan Belanda…

30 byme April 27, 2009 at 4:34 pm

salam kenal bos
byme

31 sarwogelo April 17, 2010 at 8:23 am

Apa arti hukum positif? kenapa dinamakan demikian? adakah hukum negatif? adakah hukum lain selain hukum positif? MOHON dijelaskan

32 sarwogelo April 17, 2010 at 8:30 am

Untuk apa penegakan hukum dilakukan?
Haya sekedar untuk penegakan hukum atau untuk memenuhi keadilan? Kalo penegakan hukum tanpa mempertimbangkan rasa keadilan lalu buat apa? Bahkan atas nama Hukum bisa untuk merampok, merampas menindas orang. Belajar ilmu sosial memang tidak membuat otak jadi pintar malah jadi BEGO

Leave a Comment

 

Previous post:

Next post: