Serangan Fajar Jelang Pemungutan Suara

Hari ini Kamis 9 April 2009 bangsa Indonesia kembali menggelar pemungutan suara pada Pemilu 2009. Ada lebih dari 30 partai politik yang berpartisipasi menjadi peserta Pemilu. Beberapa diantaranya adalah partai lama yang sudah eksis, sedangkan banyak yang lain adalah partai baru yang ingin memeriahkan panggung politik nasional.

Sesuai dengan ketentuan, masa kampanye sudah berakhir minggu lalu. Mulai hari Senin minggu ini sudah memasuki masa tenang. Semua atribut partai diturunkan dari tempat umum. Demikian juga kampanye melalui media massa juga harus dihentikan. Namun demikian masih saja ada yang berkampanye dengan cara lain. Namanya juga politisi, selalu pandai mencari celah. Tapi sebaiknya tidak memilih politisi semacam itu, kalau peraturan aja diakali, nanti kalau sudah mendapatkan kursi jangan-jangan mengakali konstituennya!

)|(

Berbagai cara dilakukan oleh para kandidat untuk mendapatkan suara terbanyak. Salah satu cara konvensional yang dianggap cukup mujarab adalah serangan fajar. Tidak seperti serangan fajar pada masa perang dulu yang menyerang dengan menembakkan senjata, serangan fajar jelang pemungutan suara adalah dengan ‘menembakkan’ uang.

Saya sebenarnya menunggu adanya serangan fajar ini. Maklum, di daerah saya ada beberapa kandidat dari berbagai partai yang berebut pengaruh. Ternyata serangan fajar yang saya tunggu-tunggu tidak terjadi. Padahal kan lumayan kalau misalnya setiap kandidat ‘menyerang’ dengan beberapa lembar pecahan ratusan ribu. Hahahaha…

Justru ketika saya baru saja memijakkan kaki di TPS, tiba-tiba sebuah SMS masuk ke salah satu nomor saya. Bunyinya seperti ini: “Untuk PERUBAHAN Indonesia yang LEBIH BAIK dan BERWIBAWA, maka CONTRENG nomor 5, GERINDRA!!!”. Saya hanya tertawa geli membaca SMS ini.

Sebelum berangkat ke TPS saya sudah menentukan pilihan. Saya tidak mau membeli kucing dalam karung. Untuk DPR RI saya punya pilihan nama: Ramadhan Pohan dari Partai Demokrat, seorang jurnalis senior yang sudah saya kenal integritas dan kepribadiannya. Untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten saya punya pilihan partai yang sudah terbukti bersih dan profesional: )|(

Melalui postingan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pengirim SMS tadi. Setidaknya beliau sudah menunjukkan pilihannya. Punya sikap. Saya sangat menghargai tiap warga negara yang punya pilihan dan menggunakan haknya. Daripada yang hanya tidur-tiduran di rumah atau jalan-jalan ke luar negeri ketika pemungutan suara ini, tetapi mencela-cela pemerintah ketika dirasa gagal.

Sesungguhnya siapapun yang memiliki hak tetapi tidak menggunakannya maka dia tidak berhak mencela seburuk apapun kondisi Indonesia 5 tahun mendatang.

17 thoughts on “Serangan Fajar Jelang Pemungutan Suara

  1. denologis

    melalui komentar ini, saya juga meminta maaf pada Bung Ramadhan -yang juga pernah saya temui di sekretariat FORSAS, “Maaf, saya tidak jadi menitipkan amanat pada Saudara. Bukan karena tidak percaya, tapi karena Saudara belum pernah ke rumah saya. Sekaligus sampaikan salam saya pada Bu Mahsusoh, jika nanti bertemu di Senayan” 🙂

    Btw, saya juga sangat sangat berharap mendapat serangan fajar, namun ternyata aktor politik Ponorogo sudah semakin cerdas. Hok Ya….

    Btw lagi, saya ndak kaget tahu orang nyaman seperti om Det milih Demokrat. Tapi, sumpah, kaget n jadi pikiran (haiah!) kok ternyata om Det juga milih )|(. Hiks. 🙂

    Btw neh ya, DPDnya nomer berapa Kang? Bukan 3 atau 10 kan? :mrgreen:

  2. DETEKSI

    Just for Info: GERINDRA di Jatim memeroleh banyak suara, dan Prabowo harus berterimakasih kepada Gus Dur atas prestasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *