Headline Detik Surabaya Amburadul

by det on 26 May, 2009

Detik Surabaya

Gambar di atas adalah screenshoot headline Detik Surabaya pagi ini. Berita tentang pembunuhan yang dilakukan seorang suami yang diduga curiga istrinya hamil dengan orang lain.

Di mana letak amburadulnya? Coba perhatikan berita terkait di bawahnya. Arti judul beritanya hampir sama meskipun menggunakan kata-kata yang berbeda. Dan ternyata setelah membaca beritanya, isinya memang tidak ada yang berbeda. Hanya susunan kalimatnya saja yang dibolak-balik.

Kalau membaca ketiga judul tersebut seolah-olah wartawan sudah mewawancarai pelaku dan kemudian pelaku mengaku membunuh karena cemburu. Namun ternyata itu hanya dugaan berdasarkan keterangan saksi yang masih sangat dangkal.

Lalu penempatan kata yang simpang siur pada judul berita paling bawah: “Karena Cemburu, Suami Bunuh Nekat Istri“.  Saya yakin maksudnya adalah:”…, Suami Nekat Bunuh Istri”. Bagaimana situs berita Grup Detikcom bisa teledor seperti ini? Atau Detik Surabaya kurang ketat dalam quality control beritanya?

Kalau diperhatikan, selama ini Detik memang lebih mengutamakan kecepatan daripada kualitas berita. Bahkan pernah beberapa kali berita yang sudah dipublish, detik berikutnya sudah diunpublish atau diturunkan.

Saya pernah beberapa kali melihat wartawan Detik Surabaya meliput berita menggunakan Blackberry. Dugaan saya berita tersebut langsung terbit tanpa melewati screening oleh redaksi atau editor. Kalau ada yang dirasa kurang pas baru diturunkan oleh editor.

Lalu apa bedanya wartawan dengan blogger? Apa bedanya media massa terkenal dengan blog anak jalanan?

{ 29 comments… read them below or add one }

1 mbah sangkil May 26, 2009 at 5:53 am

beda nya cuma berbadan hukum atau gak

2 denologis May 26, 2009 at 5:54 am

Lebih Cepat
Lebih Baik

?

:D

3 Kyai slamet May 26, 2009 at 6:48 am

Beda iklane su!
Beda blackberry juga!

4 LuxsmAn May 26, 2009 at 6:54 am

JUDUL YANG ANEH
Podho koyo Nang MEMO WINGI……

MEMBONCENG TUJUAN AKHERAT (lmao)

5 uchie May 26, 2009 at 7:30 am

Bedanya wartawan sekolahnya suka mbolos, kalo blogger udah ga sekolah suka ngilang juga hehehhe….

Tapi bener juga sih analisanya, soalnya skarang males buka detik gara2 itu, dulu detik bagus… skarang beritanya ya itu2 aja. liat aja kasus antasari yg diberitakan detik.

6 ajengkol May 26, 2009 at 7:37 am

Detik detik menarik itu sudah lama berlalu

7 novi May 26, 2009 at 7:42 am

ternyata Om Det posting juga yang beginian, karena pagi tadi aku juga pusing membacanya.. Jurnalis yang aneh :”)

8 ridu May 26, 2009 at 7:55 am

yayaya.. kan image mereka adalah lebih cepat, tanpa mementingkan kualitas berita

9 galuharya May 26, 2009 at 8:40 am

tak ada beda kang… beda status dan beda penyebutan ajah
wartawan digaji rutin sedangkan blogger terkadang tak bergaji
wekekekkeke

10 luvie May 26, 2009 at 9:02 am

ya gitu deh.. yang penting cepet.. kadang gak akurat… udah gitu biasanya beritanya sepotong2 dan ngulang2..

11 Vicky May 26, 2009 at 10:25 am

Makanya saya eneg sama detikcom, coz mereka terkesan nulis asal-asalan.

12 indra1082 May 26, 2009 at 10:43 am

Jeli sekali mengamati berita??

13 Choiri Setyawan™ May 26, 2009 at 2:46 pm

on progress kali..

14 antown May 26, 2009 at 4:16 pm

kabarnya wartawan detik itu dituntut mobile, seumpama mereka dapat berita di lapangan maka mereka tinggal nelpon orang di kantor redaksi. Seketika itu akan diapdet. Maka pantas saja terkadang wartawan suka mengkritik tentang konten blog ini. Bener sih cepet, cuma kadang kurang akurat soal penulisan

15 wongbagoes May 26, 2009 at 4:41 pm

Ya begitulah, kadang pernah double posting…

16 suryaden May 26, 2009 at 5:22 pm

mending blogger, biaya sendiri, ndak usah dibayar juragan…

17 ceznez May 26, 2009 at 9:58 pm

hmm… saya suka detik karena memang beritanya bener2 updatenya hitungan menit.. cuma kebenaran beritanya saya masih belum yakin.. beberapa kali sering salah..

karena kecepeten.. judulnya kadang ngawur dot com ya? :)

18 sawali tuhusetya May 26, 2009 at 10:06 pm

repot juga, mas dion. sebelum dipublish, ada bagusnya persyaratan jurnalistik yang santun dan mencerahkan dipenuhi agar ndak sampai menimbulkan salah tafsir, apalagi eb sekelas detik surabaya.

19 suwung May 27, 2009 at 6:37 am

lebih tepatnya media masa dengan soewoeng….. khas soewoeng baget tuh liputanya wakakakakakaka

20 okta sihotang May 27, 2009 at 6:46 am

lah, motto mereka kan berita ter-update, dan mungkin saking pengen cepat2nya terbit, jadi gitu deh mas :D

21 gajah_pesing May 27, 2009 at 8:10 am

Bedanya letak di kata-kata tadi dirangkum menjadi kalimat bolak-balik

22 ericova May 27, 2009 at 9:27 am

yah namanya manusia mas g ada yang sempurna di mata orang lain hehehe :D

23 emfajar May 27, 2009 at 9:57 am

resikonya kalau mengutamakan kecepatan berita,, tapi positifnya sih berita bisa apdet lebih cepat..

24 arifudin May 27, 2009 at 10:46 am

kalau blogger anaka jalanan seperti saya nulisnya ya di jalan he..he..

emm.. tapi ya memang harus lebih teliti, media berita sebesar detik atau kompas harus lebih jeli terutama editor.

25 kombor May 27, 2009 at 2:25 pm

Seperti baca koran SENTANA tahun 80-an. Isinya sperma dan darah.

26 yahya adis May 27, 2009 at 2:58 pm

wahhh kurang sipp ituh… kalo pengen cepet berkualitas.. panggul josandi aja.. diramal dulu berita apa yg minggu depan ada.. dan dterbitin minggu ini… huahahahahahahaha… seharusnya sih ya bawa laptop kecil gituh.. jangan blacbary.. jadi bisa langsung di edit di tempat sumber berita… sama aja kalo cepet tapi ambruadul.. kayak kalo bikin kue.. cepet luarnya garing tapi saat dimakan telurnya masih amis.. ueeeeeekkkk… huahahahahaha

yahya adis barus saja menerbitkan artikel Di cari seorang penulis ebook/ buku elektronik

27 ndop May 27, 2009 at 8:58 pm

lha iyo… blogku wae sing ngawasi aku dewe, alhamdulillah jarang mengalami miss…

28 cebong ipiet May 28, 2009 at 8:25 am

detik pancen amburadul hahaha… ga layout e ga isine ga komentare..amburadul kabeh

29 Edi Psw May 28, 2009 at 11:27 am

Namanya aja “DETIK”, berita yang diterima oleh redaksi selalu datang setiap detik hingga bertumpuk-tumpuk. Makanya editor bingung nggak sempat ngecek berita yang akan di publish. Hehehe….

Leave a Comment

 

Previous post:

Next post: