Jawa Pos Online Update Pukul 10.00

Jawa Pos OnlineMungkin pembaca setia Jawa Pos Online dan Jawa Pos versi PDF beberapa hari terakhir bertanya-tanya, kok sudah siang tetapi beritanya masih belum diupdate. Ternyata Jawa Pos sengaja mengundur jadwal update koran Jawa Pos versi online ini.

Saya menduga ini adalah strategi Jawa Pos untuk mempertahankan penjualan koran versi cetak. Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak munculnya versi online tersebut banyak yang memilih membaca berita melalui internet karena gratis dan bisa dibaca sambil bekerja di depan komputer.

Menunggu update berita hingga pukul 10.00 mungkin bagi sebagian besar pembaca tidak menjadi masalah. Ini justru akan mengurangi traffic ke situs Jawa Pos karena pembaca akan beralih ke situs berita online yang jelas lebih cepat dalam update berita.

Tetapi bagi yang sudah kecanduan Jawa Pos, tidak ada cara lain untuk mendapatkan berita lebih pagi kecuali harus membeli versi cetaknya biar bisa membaca berita lebih awal. Era paperless nampaknya memang masih lama akan terwujud!

45 thoughts on “Jawa Pos Online Update Pukul 10.00

  1. amri

    tapi sebenarnya lebih lega dan enak baca yang versi cetak.
    meskipun e-paper sifatnya lebih praktis *curcol*

  2. Vicky Laurentina

    Ndak ada masalah. Baca yang cetak jelas lebih hemat listrik, biarpun kertasnya membabat pohon. Tapi Jawa Pos cetak ndak diekspor ke tempat saya tuh..

  3. gajah_pesing

    aku kok lebih suka baca versi cetak disaat pagi hari sambil menikmati kopi dan sebatang nikotin di warung kopi, bahkan sampe sekarang jarang untuk membaca yang versi onlinenya…

  4. Hendra W Saputro

    Klo saya menilai, Jawa Pos sengaja mempertahankan porsi koran offline-nya. Jawa Pos kek nya tahu diri, bahwa selama ini mereka bukanlah media online murni yang selalu update setiap saat.
    Saya salah satu pecandu Jawa Pos, tapi harus sabar menunggu 1 hari untuk bisa mendapatkan berita terupdate. Beda sama kompas dan okezone ataupun detik yang memang mentasbihkan diri menjadi media online murni.
    Saya pikir, era paperless akan berlaku untuk segmentasi media online murni. Jawa Pos masih belum dan sepertinya faham situasi internal perusahaan. Klo menjadi media online murni, kasihan para pegawai yang non redaksi. Mereka akan dirampingkan. Yup, tetap saja spt ini wahai Jawa Pos.

  5. galihsatria

    Jawa Pos memang punya style nya yang unik. Ringan saja, bisa dibaca paling lama setengah jam. Bandingkan dengan Kompas yang tebal, padat, berisi, yang bisa seharian sendiri menghabiskan isinya.

  6. sawali tuhusetya

    strategi yang sama agaknya juga diempuh kompascetak.com, mas. sekarang dah ganti epaper.kompas.com dalam verdi .pdf. bisa jadi memang sbg siasat agar versi media cetaknya tetep jadi prioritas.

  7. ndop

    wow, aku sering menyaksikan suara mak gedebuk *suwara koran diuncalne nang kosku*, soale aku mesti gung turu jam sak mono!!

    tapi jarang sekali membacanya sebelum jam 1 siang, soalnya habis subuh langsung tidur blek sek sampek dhuhur!

    hohooh…

  8. novi

    koplek pancen jawapos iku.
    Karena sebelumnya saya mau komplain tentang kualitas server yang menurut saya sangat lambat, tidak secepat membuka situs lain dalam waktu yang bersamaan. kelambatan ini sudah berlangsung sejak dulu saat aku tinggal di Purwokerto 1 tahun. Biasa baca jawapos membuat aku terus rajin mengakses media onlinenya, karena radar banyumas yang underbownya sendiri sangat jelek mutu beritanya.

    Sayangnya, di tahun-tahun itu akses ke jawapos online sering lelet. dan ternyata berlanjut ditahun-tahun kemudian meski sudah ganti wajah.

    eh, sekarang koq malah mau diupdate setiap jam 10. Jangan-jangan menyadari kalau gak bisa mengatasi soal mutu server. meskipun aku meyakini kalau faktor bisnis dijadikan penyebab.

  9. Ericova

    waduh kok lebih enak baca di koran kertas y..apa dah mbudaya dr dulu :p g enak klo mbaca koran di komputer/lepi..g puas haha

  10. Jupri

    ya jelas enak baca cetak-nya toh… ga kena radiasi monitor, bisa leyeh2. ada maupun tidak versi online oplah Jawa Pos tetap bahkan naik kok (dari sumber yang tidak ingin disebutkan namanya) he3x…

  11. Gusmiarni

    Bantu aku dong, dapet tugas nyari perkembangan deteksi dari tahun 2000 nieh, kirim ke email yah kalau bissa!! Makasih Jawa Pos selama ini dah mewarnae hare-hare Qu,, ^_^

  12. joko triwahyudi

    paling enak kl baca cetaknya donk lbh marem,tp krn aq krja di project yg jauh dr menungso baca pake jawa post on line boleh lah.

  13. lupus

    gk papa baca jam 10.00 ibarat kopi masih hangat, klo bacay sore ya….udah dibuang kopiy dah dingin. ibarat pepetah wong gratis kok minta cepet…trus klu pada baca online semua tukang lopery jadi makan apa……… hidup JAWAPOS…..

  14. sony

    yo ngoo kui strategi wong dodolan. nek gak gt, daghlan iskan gak akan punya gedung pencakar di surabaya, jatim ekspo, hely copter….

    huahahahahahaha

  15. pembaca setia jawapost

    hurupnya besarin lagi yah…biar enak bacanya,,makin tua ,,kok makin rabun ya,,pakai kacamta kg enak

  16. ade

    HALLO JAWA POS AKUboleh gak krm cerpen ????? tapi langsung lewat email??? tolong bls ke email ku ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>