Bebek Adus Kali

Dulu waktu kecil tiap kali dimandikan oleh nenek saya, beliau suka menyanyikan lagu “bebek adus kali”. Kurang lebih begini bunyinya:

Bebek adus kali, nututi sabun wangi, Bapak mundut roti, adek diparingi…

(bebek mandi di sungai, mengejar sabun wangi, Bapak beli roti, adek diberi)

Bebek adus kali

Dan tadi pagi saya kembali mendengarkan lagu tersebut dinyanyikan lagi oleh nenek saya ketika memandikan cucunya yang lain! Sang cucu, anak tante saya, terdengar mengikuti nenek saya bernyanyi. Selisih usia keduanya sangat jauh, lebih dari 60 tahun, tetapi mereka bisa berkomunikasi dengan lagu sederhana tersebut!

“Bebek adus kali” telah membuat nenek saya awet muda, dan cucu-cucunya riang gembira. Dan sekarang rupanya beliau sudah ingin menyanyikan lagu andalannya itu di hadapan cicit pertamanya dari saya! :mrgreen:


Sumber Gambar

22 thoughts on “Bebek Adus Kali

  1. ranggagoblog

    wah aku ra due bebek je mas… hihihihihi…. ya ra pernah adus kali ikz… pie jal…

    gek ndang rabi mas…. ben mbahe ndang oleh buyut…. hihihihihihi

  2. Andy MSE

    itu memang lagu yang tak lekang oleh zaman…
    *bebek adus laut, dipangan iwak cucut… pak budi kalah buntut, sewengi orak udud* (lmao)

  3. onyel

    weeeeeeeeh, alasane nenek e sing menginginkan cicit…
    sakjane wonge DW lhooooo ya to ommmmmmmmmmm?????
    Ngunu ngelok2 ne aq wekkkkkkkkkkkkkk…. (podoooooo)
    Gek ndang kunu, ndang ra ne saiki kari terserah sampeyan, yo to?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *