Etika Komunikasi di Internet

etika komunikasi

Perhatikan sepenggal percakapan melalui YM di atas. Seseorang yang tidak saya kenal sebelumnya tiba-tiba nyelonong masuk melalui YM dengan kata pembuka: “Woe” dan diikuti dengan pertanyaan: “Kmu orang mana?”.

Tentu saja saya kaget, ini siapa dan ada perlu apa, kok tiba-tiba tanya saya orang mana. Ketika saya tanya dia siapa eh malah terlihat marah dengan mengatakan: “Mboh” dan “Mulek”. Lho?!

Hal seperti itu tidak sekali saja terjadi. Beberapa kali ada yang masuk ke YM dan langsung bertanya tanpa menyebutkan identitasnya terlebih dahulu. Tapi yang lain masih punya sedikit etika, ketika ditanya namanya siapa segera menjawab, bukan malah marah seperti kasus di atas.

Selain melalui YM, pertanyaan nyelonong seperti ini juga sering masuk melalui SMS. Yang paling sering adalah menanyakan harga kamera digital dan pemancar fm. Mereka mendapatkan nomor HP saya melalui blog ini dan langsung saja SMS seperti ini: “Kalo kamera sony alpha 200 berapa ya sekarang? kirim daftar harga lengkap ke sini ya”, atau: “pemancar 1000 watt lokal sama import bagus mana? harga berapa?”.

Mungkin si pengirim lupa bahwa saya belum tahu siapa dia sehingga merasa tidak perlu menyebutkan namanya. Mendapatkan YM dan SMS seperti ini tentu saja tidak menyenangkan. Mungkin saja maksudnya ingin membeli produk tertentu, tetapi bukan berarti mengabaikan etika berkomunikasi, bahasa jawanya toto kromo, anggah-ungguh atau sopan santun.

Etika Komunikasi Online

Dalam kehidupan sehari-hari ketika berhubungan dengan orang lain tentunya kita harus menggunakan apa yang dinamakan dengan etika. Seperti ketika ingin berbicara dengan orang yang belum kita kenal maka lebih baik berkenalan terlebih dahulu. Cara berkenalanpun tidak tiba-tiba bertanya: “kamu siapa, orang mana?”.

Alangkah baiknya terlebih dahulu saling tersenyum, kemudian berjabat tangan lalu menyebutkan nama masing-masing. Baru kemudian mengutarakan maksud dan tujuan. Hal seperti itu untuk menciptakan rasa nyaman keduabelah pihak dan akhirnya komunikasi selanjutnya menjadi lancar.

Apalagi di era online ini, dimana orang bisa bertemu melalui berbagai media tanpa bertatap muka secara langsung. Pernah ada yang mengatakan bahwa melalui internet ini bahkan kita tidak tahu seandainya sedang berbicara dengan seekor anjing. Artinya semua serba anonym, tanpa nama, tanpa identitas. (Meskipun secara teknologi bisa dilacak siapa, mengakses apa, dari mana, bagaimana caranya dan kapan). Maka jika kita ingin berinteraksi dengan sesama pengguna media online yang lain alangkah baiknya saling membuka identitas terlebih dahulu, khususnya untuk interaksi melalui saluran privat seperti email dan chatting.

Sama dengan interaksi secara offline atau tatap muka langsung, maka komunikasi melalui media online hendaknya juga memerhatikan etika untuk menciptakan suasana yang nyaman. Jika belum saling kenal maka alangkah baiknya saling berkenalan terlebih dahulu dengan cara yang baik. Baru kemudian kita sampaikan apa yang menjadi maksud dan tujuan kita.

Coba bandingkan contoh kasus berikut ini:

  1. “Selamat pagi, saya Budi, mendapatkan YM Anda dari website. Berapa ya harga domain dan hosting 1 giga?”
  2. “Kalo 1 giga sekarang berapa?”

Rasanya lebih enak yang mana? Nomor 1 sudah memenuhi beberapa hal: salam, perkenalan, tujuan. Sementara nomor 2 langsung menyampaikan tujuan.

14 thoughts on “Etika Komunikasi di Internet

  1. Rusli Zainal | Eros

    gyahahaha diasar ditanya malah mulek2 *pengen nabok’i* sama mas saya juga sering dapat orang seperti itu maen nylonong ae. apalagi pas ikutan kontes Alnect yang lalu, banyak yang nanya soal komputer, dsb. emang diriku bakul komputer apa (amiinn) ?

  2. ibu-nya azka

    salam kenal pak det, saya wafi dari ponorogo juga tapi sekarang saya merantau di jakarta, umur 21+ (hahahaahaahah), female, heuheuheu….

    *pun sopan dereng niki pak*

  3. Dawam Multazam

    assalamu’alaikum kang budi,
    saya dawam, Gandu, baratnya Gontor. saya juga mau komentar di sini sekaligus bertanya-tanya *menyambung yang di facebook* tadi kan saya baca sekilas excerpt tulisan ini dari catatan facebook, kok ternyata benar dianya orang ponorogo. padahal sumpah, tadi saya itu ngarang. (doh)

    ngomong-ngomong, ini sudah lebih sopan dari mas Anang dan mbak Wafi kan? :mrgreen:

    Oh iya, Dawam, 19 M PO. 😀

  4. novi cuk lanang

    Selamat pagi pak. Saya novi, lajang 21 tahun, menginginkan anda bisa menemani acara makan malam di hotel resort Batu. Jangan lupa bawa purwaceng ya pak…

    gitu kah…

    ^_^

  5. jidat

    loh mas? elyb_bayu ki cah ponorogo.. cah SMA Bakti ponorogo.
    la kui rodok gak penak karo aku.. kemualan bocahe… dasar baok

  6. marsudiyanto

    Nggak cuma di internet Mas…
    Yang komunikasi langsung aja banyak yang nggak nggenah. Itulah sebagian anak sekarang.
    Bahasanya parah.
    Nggak tau knapa.
    Mungkin kebanyakan minum madu laler kali… 😀

  7. Anton

    Sugeng enjing … Sugeng dahar saur … Dalem paring asmo Anton saking telatah Ngawi, sakniki pados upo teng Suroboyo dados kuli … Cekap semanten atur kulo … Pripun sampun sopan nggih … Wk wk wk wk wk wk wk wk … Emang dalam dunia komunikasi harus memakai sopan santun jangan asal nylonong saja, dan siang tadi aku juga dapat sebuah pesan di facebook yang tidak sopan dan juga pas di tanya balik juga marah-marah … Emang ni orang nggak pernah makan sekolah apa … He he he … Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1430 H

  8. onyel

    onyel_creative: wooooooooooooooek, uoooooooooom lagi napo?????

    *apakah anda langsung mengenali saya???”*
    jkakakakakak……..

  9. galuharya

    andri.dkent (03/09/2009 9:00:11): pek
    andri.dkent (03/09/2009 9:00:18): iku rencanae acarae nendi?
    deeon biz (03/09/2009 9:00:48): iki sopo pek, trus rencana opo pek

    bwekekkekke dadi kelingan penggalan percakapan kita tadi pagi yo kang:))

    lah tak pikir wes eruh aku,wong prasaku wes tak add YM mu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *