Ketua MPR kok belepotan?!

Ketika menyaksikan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam agenda pelantikan presiden RI 2009-2014 secara live melalui televisi saya termasuk yang gregetan dengan Taufik Kiemas (TK). Ketua MPR itu belepotan ketika membaca teks selama alur sidang. Mirip dengan anak kecil yang baru belajar membaca. Terbata-bata dan salah baca sana-sini. Jawa Pos mencatat setidaknya TK melakukan tujuh kali kesalahan.

Kesalahan tersebut diantaranya salah dalam menyebut nama presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kurang lengkap dan salah dalam membaca gelar. Selain itu yang cukup mengganggu adalah ketika membaca nama-nama tamu kehormatan dari negara tetangga ada beberapa nama yang terlewat dan ada beberapa kali salah dan gagap ketika menyebutkan nama.

Sang pemilik nama tentu saja agak geram mendengar namanya terlewat tidak disebutkan atau salah baca. Ini terlihat dari ekspresi wajah mereka ketika disorot kamera televisi. SBY juga nampak geram dan tidak tenang duduk di kursinya. Beberapa kali ia melempar pandangan ke TK tiap kali ia melakukan kesalahan lagi.

Bagaimana reaksi masyarakat?

Beragam komentar dari masyarakat bermunculan menanggapi performa Taufik Kiemas tersebut. Ada yang menganggap hal itu wajar karena TK sudah tua. Tetapi yang paling banyak adalah menyesalkan kok bisa seorang ketua MPR tidak becus dalam membaca. Artikulasi suaranya juga kurang jelas. Salah satu media yang digunakan masyarakat dalam mengungkapkan reaksinya terhadap TK adalah facebook. Intip saja wall post berikut ini:

taufik kiemas belepotan sidang pelantikan SBY

Wall post tersebut dalam waktu singkat mendapatkan 21 tanggapan yang beragam. Namun kebanyakan seperti gregetan dengan performa TK dan mencari siapa yang harus bertanggungjawab atas insiden ini. Sudah tau TK seperti itu kok ya dipilih menjadi ketua MPR. Tidak pernah masuk kelas kok dipilih menjadi ketua kelas!

Pada periode-pediode sebelumnya TK memang dikenal sering tidak hadir dalam sidang-sidang DPR. Bisa jadi dia memang tidak menguasai teknik persidangan dan tidak biasa memimpin sidang sehingga begitu pertama kali memimpin sidang langsung grogi dan pating pecothot (belepotan) :mrgreen:

Bagaimana harusnya ketua MPR?

Seorang ketua MPR harusnya selain memiliki lobi politik yang kuat juga harus menguasai teknik persidangan yang efektif dan efisien. Selain itu juga harus memiliki communication skill yang bagus sehingga tidak belepotan seperti TK ketika memimpin sidang yang tergolong sakral dan dilihat oleh dunia. Wibawa MPR bisa merosot dengan adanya insiden seperti pada acara pelantikan presiden kemarin.

MPR adalah lembaga terhormat. Jangan sampai gara-gara pimpinan yang kurang becus akhirnya lembaga tersebut menjadi bahan tertawaan. Ketua MPR harus memiliki kompetensi, akseptabilitas dan memiliki rekam jejak yang bagus. Tidak hanya berdasar pada lobi politik akomodatif. Dalam hal ini sebenarnya Hidayat Nur Wahid dari PKS jauh lebih kompeten dibanding TK. Tetapi namanya juga politik, akhirnya posisi ketua MPR ‘diserahkan’ kepada TK. Hal ini diduga banyak kalangan sebagai langkah SBY untuk menggandeng PDIP.

Lagi-lagi rakyat yang jadi korban!

20 thoughts on “Ketua MPR kok belepotan?!

  1. MAM

    Taufik Kiemas itu, bukanlah individu yg bijak, ia tidak punya intelegensi yg memadai, tdk punya kompetensi apa-apa atas apa yg ia emban dan tak pernah tahu bahwa ia tak punya kemampuan.

  2. marsudiyanto

    Menganggap dirinya kelewat besar, akhirnya hal yang dianggapnya kecil lolos dari perhatiannya.

    Orang seperti Taufik Kiemas kayaknya nggak mau ribet persiapan atau latihan, apalagi latihan baca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *