Bahasa Pengantar Siaran

Radio di daerah menggunakan bahasa gaul ala Jakarta. Bagaimana sebaiknya?

Oleh: Gusti Aldie, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah – Anggota FDR Indonesia – FDR 150

Sebagian besar radio siaran di Kalimantan Tengah (mungkin juga banyak daerah lain di tanah air) menggunakan bahasa gaul Jakarta dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar seluruh isi siarannya. Bahkan tidak sedikit pula yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa yang digunakan dalam semua bentuk rekaman Station ID.

Bukan merupakan bentuk antipati terhadap bahasa gaul Jakarta, dan bukan hal yang salah pula menetapkan kebijakan bahasa Indonesia dan bahasa gaul Jakarta sebagai bahasa pengantar siaran. Tapi lebih tepat kiranya bila bahasa daerah dimana radio tersebut bisa didengar diberi porsi yang cukup sebagai bahasa pengantar siaran radio-radio tersebut.

Dan, bila daya jangkau radio siaran bersangkutan mencakup seluruh wilayah dimana penduduknya menggunakan satu bahasa daerah saja (yang bukan bahasa gaul Jakarta) sebagai bahasa sehari-hari, akan lebih tepat bila menggunakan bahasa daerah yang paling sering digunakan oleh paling banyak pendengar radio siaran bersangkutan sebagai bahasa pengantar siaran.

Bahasa Indonesia memang tidak harus kita tinggalkan, karena bahasa tersebut merupakan bahasa pemersatu bangsa. Tapi mengapa kita harus memberikan porsi yang cukup untuk bahasa daerah sebagai bahasa pengantar siaran kita ??

Pertanyaan ini sempat menyita perhatian saya untuk menemukan bahasa apa saja yang tepat sebagai bahasa pengantar siaran di setiap bagian ranah Nusantara yang kaya dengan keberagaman bahasa ini.

Penggunaan bahasa gaul Jakarta oleh radio siaran yang mengudara di daerah yang masyarakatnya justru punya bahasa pergaulan yang jauh berbeda dengan bahasa gaul Jakarta, menurut saya merupakan kebijakan stasiun yang kurang berpihak pada pendengarnya. Karena pendengar radio bersangkutan punya bahasa daerah sendiri sebagai bahasa pergaulan sehari-hari.

Memberikan porsi yang cukup pada bahasa daerah dalam siaran kita, ternyata dapat menjadi bentuk andil radio siaran dalam menjaga kekayaan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia.

Memberikan porsi yang cukup pada bahasa daerah ternyata dapat kita jadikan sebuah kekuatan untuk membuat pendengar merasa lebih dekat dengan radio. Saya yakin saudara kita yang berasal dari Yahukimo yang doyan lagu Menghitung Hari yang dinyanyikan Krisdayanti lebih memilih penyiar yang bertutur kata dalam bahasa daerah Yahukimo sebelum lagu itu disiarkan ketimbang penyiar yang berbicara menggunakan bahasa gaul Jakarta sebelum mengudarakan lagu tersebut.

Saya yakin saudara kita yang berasal dari Minangkabau yang doyan lagu Lulu Dan Siti yang dinyanyikan Tompi lebih memilih penyiar yang berbicara menggunakan bahasa daerah Minangkabau sebelum lagu itu disiarkan ketimbang penyiar yang bertutur kata menggunakan bahasa gaul Jakarta sebelum mengudarakan lagu tersebut, dan seterusnya.

Keberhasilan radio siaran membangun kedekatan dengan pendengarnya dan merangkul lebih banyak pendengar tentu akan dapat meningkatkan nilai jual radio. Yang pertama dibeli pengiklan dari sebuah radio siaran bukanlah program siarannya, melainkan pendengarnya.

Salah satu langkah dalam merangkul lebih banyak pendengar adalah menggunakan bahasa pengantar siaran sesuai dengan bahasa pergaulan sehari-hari yang digunakan oleh pendengarnya. Radio VOA, Radio Netherland dan radio-radio siaran internasional lainnyapun menggunakan bahasa Indonesia dalam usaha menambah jumlah pendengarnya yang berada di Nusantara.

Bahasa pengantar siaran :

  • Pertama, bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.
  • Kedua, bahasa daerah yang paling sering digunakan oleh paling banyak pendengar radio siaran bersangkutan.

Semoga dapat menjadi bahan diskusi yang menarik sekaligus memperluas wawasan kita semua pada umumnya, dan khususnya bagi kawan-kawan yang berada pada posisi departemen program.

***

Jika Anda adalah pendengar radio…

Lebih suka mana, penyiar menggunakan bahasa dan logat daerah, atau menggunakan bahasa gaul ala Jakarta elu gue, atau Bahasa Indonesia yang baik dan benar?

11 thoughts on “Bahasa Pengantar Siaran

  1. Sarimin

    betul kang… sebaiknya para penyiar menggunakan bahasa pengantar bahasa indonesia… πŸ™‚ kalo pun radio tersebut di daerah sebaiknya juga memberikan porsi yang cukup untuk bahasa daerah tersebut… dan bukannya menggunakan bahasa gaul ala Jakarta…., Sarimin setuju!

  2. Sisiel

    kalo menurut sisiel sih gak papa lah pake bahasa gaol gitu lho…
    ya tapi jangan sampe kagok aja sih, jadi gak enak didengerinnya!

  3. pakne galuh

    dan di surabaya,sangat minim sekali stasiun radio yang penyiarnya menggunakan bahasa daerah atau bisa dibilang tidak ada sama sekali terkecuali hanya pada acara campursari

  4. arifudin

    harus disesuaikan dengan format acaranya, kalau acara lagu2 daerah pakai bahasa daerah, kalau berita pakai bahasa Indonesua yang baik dan benar tentunya. nah yang acara untuk kalangan anak muda bisa opsional campura πŸ˜‰

  5. novi

    kalau saya tergantung acaranya boz. kalau acara “arum dalu” masa pake bahasa jakarte.

    jadi kalau memang acaranya seputar remaja gak ada salahnye pake bahasa jakarte. ye ken.

  6. hery MD RADIO N25FM AMBON

    kalau make bahasa tergantung format radionya,apa radio anak muda yang bahasa gaulnya banyak di jumpai di kalangan anak muda,apa harus make bahasa derah? mending tutup siaran tv nasional yang masuk daerah biar bahasa gaul yang sering kita tonton di sinetron,infotaiment tv g pengaruhi panutanya kan dari ibu kota jakarta. dan bahasa gaul bukan cuma di ambil dari bahasa gaul jakarta buktinya kamus bahasa gaul DEBBY SAHERTIAN di ambil dari bahasa gaul banci ,dan itu banyak di pakai di radio anak muda, gitu bro coba tanyain radio anak muda di berbagai daerah pasti pendapanya sama kayak saya. kita radio anak muda format music 75% barat 25% indo apa pantas siaran make bahasa daerah? g kan………….!

  7. hery MD RADIO N25FM AMBON

    kalau make bahasa tergantung format radionya,apa radio anak muda yang bahasa gaulnya banyak di jumpai di kalangan anak muda,apa harus make bahasa daerah? mending tutup siaran tv nasional yang masuk daerah biar bahasa gaul yang sering kita tonton di sinetron,infotaiment tv g pengaruhi.panutanya kan dari ibu kota jakarta, dan bahasa gaul bukan cuma di ambil dari bahasa gaul jakarta aja buktinya kamus bahasa gaul DEBBY SAHERTIAN di ambil dari bahasa gaul banci ,dan itu banyak di pakai di radio anak muda, gitu bro coba tanyain radio anak muda di berbagai daerah pasti pendapatnya sama kayak saya. kita radio anak muda format music 75% barat 25% indo ,100% anak muda muda,Conteporary Hits Music apa pantas siaran make bahasa daerah? g kan………….!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *