Adegan Porno dibalut Horor?
Film ini dibintangi oleh Andi Soraya, Trio Macan dan beberapa pemain film lain. Kalau melihat trailernya rasa-rasanya yang menjadi jualan utama film ini adalah adegan-adegan mesum alias porno-nya. Hantunya sendiri sebagai pemanis saja, tidak serem sama sekali.
Sebut saja adegan foreplay, seorang pria berada di atas seorang wanita yang hanya mengenakan bra warna merah. Lalu sang pria mencumbu daerah dada wanita tersebut. Lalu adegan pamer belahan dada di atas kasur. Dan yang lebih parah lagi scene seorang wanita sedang terlentang tanpa busana sama sekali dan hanya menutup sebagian payudaranya dengan tangan.
Adegan demi adegan tersebut sangat mirip dengan film semi-porno: ada cerita, ada adegan bercumbu, ada adegan making love (bercinta, berhubungan badan), tetapi tidak memperlihatkan secara detail bagian vital manusia.
Tidak Layak Tayang dan Tonton
Dengan berbagai adegan porno bin mesum tersebut, film ini sangat tidak layak untuk ditayangkan. Kalau terpaksa ditayangkan di bioskop, maka penontonnya harus benar-benar dibatasi. Mungkin hanya untuk yang sudah berkeluarga saja. Anak-anak jangan sampai nonton karena secara kognitif mereka akan terpengaruh dan meniru adegan tersebut dengan tidak bertanggung-jawab.
Namun saya sendiri juga yakin, kalau toh ditayangkan maka penontonnya tidak akan banyak. Penonton kita sudah bosan dengan film seperti itu. Penonton kita sudah dewasa, lebih menyukai film Indonesia yang bermutu, atau nonton film import sekalian yang gak kalah bagusnya.
Anda sendiri bagaimana, akan nonton film ini gak?



{ 25 comments… read them below or add one }
Kejar tayang, duit bawah tangan, kapitalisme industri film. Gak masalah filmnya berbobot atau gak yang penting penonton senang dan duit masuk dengan kencang.
Taruhan bentar lagi juga keluar behind the scene film itu yang lebih porno dari filmnya.
hik… judulnya seperti itu…
duh, kok bisa ya lulus dari sensor?
lembaga sensornya kesenengen tuh lihat film itu,
jadinya bisa lulus sensor,
wah remaja sekarang banyak diracuni oleh film2 porno,
jika berkenen yuk tukeran link bang,
terima kasih
tidak menolak kunjungan pada
blog : http://reloadsmg.co.cc/
XRELOAD PULSA ELEKTRIK MURAH, GRATIS JADI MASTER DEALER
terima kasih.
Back to 90’s nih kayaknya film-film bergenre seperti ini. Kalo dulu porno berbalut komedi, sekarang berbalut horor. Norak!!!
Ga nonton, liat judulnya aja dah mual
skrg mah pilm hantu begitu smua,,kl ga gt ga laku,,zzz
Cari bajakan. Taruh di hdd.
Bikin pelem sendiri yuk Det..
Tragedi Hantu Kucing Lesbi.
wah, keterlaluan benar bisnis yang membuat moral rusak ini….!!
lha iyo ! mosok yen ora porno ora payu
saya memang ga pernah tertarik sama film horror indonesia yang berjudul aneh kyk gini. beda halnya dengan jelangkung, garapan dimas djajadiningrat. itu layak tonton dan memang film horror indo terbaik sampai saat ini, menurut saya.
hantu puncak datang bulan? ga nolak kl ada yang traktir
salam kenal yah!
Film Horror…?
Meski dibayar tetep wegah nonton
judul yang aneh…
gak kreatip blas judule….
*jare “Bukan Pengamat Film” tiket nontone di bandling karo pembalut
wkwkwk
kalo pilem horor, aku mesti nonton karo lyla. kalo pilem “kebodohan-sineas-indonesia”, ya nonton dewe lah. judule bukan karena nonton pilem horor berbalut porno, tapi ya emang diniati nonton BF.
~ Ayu Soraya pekok!
waduuuh.. saya masih dibawah umur nih…..
*kaburr ah*
Yang gituan malah bikin penasaran
nunggu fatwa dari MUI
datang Bulan=datang perawan? aku belum nonton dan gak bakalan nonton mas..
pdhal lagi pingin posting, tentang ini juga eh malah kedahuluan
berkunjung n ditunggu kunjungan balikna
katanya MUI menyutujui pilm itu beredar… huh dasar MUI
Saya jarang ke 21, Pak.
wah bagus neh ahahaha :p
bagus merusak moral dan bangsa..
siapa yang mau dirusak moralnya monggo nonton film iki –a
setelah kemarin film suster keramas, kini ada lagi hantu puncak. tak lebih hanya film-film porno bangs*t berbalut film horor dan komedi, berlindung pada tembok karya seni, doh. bukan munafik kalao kita, MUI, dsb sebagai manusia normal menyukai hal-hal sedemikian. tapi hanya untuk kita dengan istri/suami. bukan diumbar-umbar didepan umum kek gini. mbok ya bikin film yang berkualitas gtu po’o *nggerundel sendiri, xixixi