Hantu Puncak Datang Bulan

by det on 28 January, 2010

Adegan Porno dibalut Horor?

Film ini dibintangi oleh Andi Soraya,  Trio Macan dan beberapa pemain film lain. Kalau melihat trailernya rasa-rasanya yang menjadi jualan utama film ini adalah adegan-adegan mesum alias porno-nya. Hantunya sendiri sebagai pemanis saja, tidak serem sama sekali.

Sebut saja adegan foreplay, seorang pria berada di atas seorang wanita yang hanya mengenakan bra warna merah. Lalu sang pria mencumbu daerah dada wanita tersebut. Lalu adegan pamer belahan dada di atas kasur. Dan yang lebih parah lagi scene seorang wanita sedang terlentang tanpa busana sama sekali dan hanya menutup sebagian payudaranya dengan tangan.

Adegan demi adegan tersebut sangat mirip dengan film semi-porno: ada cerita, ada adegan bercumbu, ada adegan making love (bercinta, berhubungan badan), tetapi tidak memperlihatkan secara detail bagian vital manusia.

Tidak Layak Tayang dan Tonton

Dengan berbagai adegan porno bin mesum tersebut, film ini sangat tidak layak untuk ditayangkan. Kalau terpaksa ditayangkan di bioskop, maka penontonnya harus benar-benar dibatasi. Mungkin hanya untuk yang sudah berkeluarga saja. Anak-anak jangan sampai nonton karena secara kognitif mereka akan terpengaruh dan meniru adegan tersebut dengan tidak bertanggung-jawab.

Namun saya sendiri juga yakin, kalau toh ditayangkan maka penontonnya tidak akan banyak. Penonton kita sudah bosan dengan film seperti itu. Penonton kita sudah dewasa, lebih menyukai film Indonesia yang bermutu, atau nonton film import sekalian yang gak kalah bagusnya.

Anda sendiri bagaimana, akan nonton film ini gak?

{ 26 comments… read them below or add one }

1 Bukan Pengamat Film 28 January, 2010 at 6:45 pm

Kejar tayang, duit bawah tangan, kapitalisme industri film. Gak masalah filmnya berbobot atau gak yang penting penonton senang dan duit masuk dengan kencang.

Taruhan bentar lagi juga keluar behind the scene film itu yang lebih porno dari filmnya.

2 Sarimin 29 January, 2010 at 4:36 am

hik… judulnya seperti itu…

3 greengrinn 29 January, 2010 at 7:13 am

duh, kok bisa ya lulus dari sensor?

4 chandra 29 January, 2010 at 8:19 am

lembaga sensornya kesenengen tuh lihat film itu,
jadinya bisa lulus sensor,
wah remaja sekarang banyak diracuni oleh film2 porno,

5 chandra 29 January, 2010 at 8:31 am

jika berkenen yuk tukeran link bang,
terima kasih

tidak menolak kunjungan pada
blog : http://reloadsmg.co.cc/
XRELOAD PULSA ELEKTRIK MURAH, GRATIS JADI MASTER DEALER
terima kasih.

6 dhodie 29 January, 2010 at 10:03 am

Back to 90′s nih kayaknya film-film bergenre seperti ini. Kalo dulu porno berbalut komedi, sekarang berbalut horor. Norak!!!

7 mamisinga 29 January, 2010 at 12:49 pm

Ga nonton, liat judulnya aja dah mual

8 risdania 29 January, 2010 at 12:52 pm

skrg mah pilm hantu begitu smua,,kl ga gt ga laku,,zzz

9 Anang 29 January, 2010 at 12:55 pm

Cari bajakan. Taruh di hdd.

10 ijnap 29 January, 2010 at 1:00 pm

Bikin pelem sendiri yuk Det..
Tragedi Hantu Kucing Lesbi.

11 andikurnia 29 January, 2010 at 1:09 pm

wah, keterlaluan benar bisnis yang membuat moral rusak ini….!!

12 pakne galuh 29 January, 2010 at 2:32 pm

lha iyo ! mosok yen ora porno ora payu :)

13 elia|bintang 29 January, 2010 at 10:47 pm

saya memang ga pernah tertarik sama film horror indonesia yang berjudul aneh kyk gini. beda halnya dengan jelangkung, garapan dimas djajadiningrat. itu layak tonton dan memang film horror indo terbaik sampai saat ini, menurut saya.

hantu puncak datang bulan? ga nolak kl ada yang traktir :lol:

salam kenal yah!

14 bend 30 January, 2010 at 1:41 am

Film Horror…?
Meski dibayar tetep wegah nonton :D

15 kucluk 30 January, 2010 at 6:02 pm

judul yang aneh…

gak kreatip blas judule….

*jare “Bukan Pengamat Film” tiket nontone di bandling karo pembalut

wkwkwk

16 Dawam Multazam 31 January, 2010 at 4:15 am

kalo pilem horor, aku mesti nonton karo lyla. kalo pilem “kebodohan-sineas-indonesia”, ya nonton dewe lah. judule bukan karena nonton pilem horor berbalut porno, tapi ya emang diniati nonton BF. ;)

~ Ayu Soraya pekok!

17 SanG PangeraN 31 January, 2010 at 7:04 am

waduuuh.. saya masih dibawah umur nih…..

*kaburr ah*

18 Christi 31 January, 2010 at 12:05 pm

Yang gituan malah bikin penasaran :)

19 gajah_pesing 1 February, 2010 at 9:22 am

nunggu fatwa dari MUI

20 Anas 1 February, 2010 at 9:42 am

datang Bulan=datang perawan? aku belum nonton dan gak bakalan nonton mas..

21 freesmsc 1 February, 2010 at 2:28 pm

pdhal lagi pingin posting, tentang ini juga eh malah kedahuluan

berkunjung n ditunggu kunjungan balikna

22 Tutorial Admob 1 February, 2010 at 3:10 pm

katanya MUI menyutujui pilm itu beredar… huh dasar MUI

23 Muji 1 February, 2010 at 4:03 pm

Saya jarang ke 21, Pak.

24 ericova 3 February, 2010 at 10:43 pm

wah bagus neh ahahaha :p
bagus merusak moral dan bangsa..
siapa yang mau dirusak moralnya monggo nonton film iki –a

25 ahmad rosidi 6 February, 2010 at 3:10 pm

setelah kemarin film suster keramas, kini ada lagi hantu puncak. tak lebih hanya film-film porno bangs*t berbalut film horor dan komedi, berlindung pada tembok karya seni, doh. bukan munafik kalao kita, MUI, dsb sebagai manusia normal menyukai hal-hal sedemikian. tapi hanya untuk kita dengan istri/suami. bukan diumbar-umbar didepan umum kek gini. mbok ya bikin film yang berkualitas gtu po’o *nggerundel sendiri, xixixi

26 Derik 13 April, 2010 at 12:53 pm

Emboh ah sing penting udud..

Leave a Comment

Previous post:

Next post: