Perilaku Ramah Lingkungan

Gerakan AKU KONSUMEN HIJAU yang digagas Dewan Kota Surabaya tidak lain dan tidak bukan adalah gerakan untuk mengajak warga kota Surabaya untuk berperilaku ramah lingkungan. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan hidup yang kondusif, sehat dan lestari di Surabaya ini.

Untuk mengawali gerakan ini Dewan Kota Surabaya bersama Ecoton telah mengadakan pelatihan Detektif Lingkungan di Wringinanom Gresik, 23 dan 24 Januari 2010. Sebanyak 30 peserta dari berbagai kalangan dihadapkan pada kasus nyata dan diminta memberikan solusi. Tak lupa dilakukan penanaman pohon di bantaran kali Surabaya untuk menjaga kelestarian kali Surabaya yang merupakan bahan baku air PDAM yang akan didistribusikan ke seluruh warga kota.

Lalu seperti apa sih contoh perilaku ramah lingkungan itu? Di bawah ini beberapa contohnya:

  1. Mengurangi penggunaan plastik kresek. Ketika berbelanja seringkali belanjaan kita dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tiap item diberi plastik yang berbeda. Lalu sesampainya di rumah plastik tersebut akan kita buang. Butuh waktu ribuan tahun bagi tanah kita untuk menguraikan plastik tersebut dan akibatnya bisa mengurangi kesuburan tanah. Selain itu kantong plastik kresek juga tidak baik untuk kesehatan!
  2. Mengurangi penggunaan sedotan/ pipet. Sedotan minuman juga terbuat dari plastik. Sekali pakai langsung dibuang. Sama seperti kresek, sedotan juga sangat sulit diuraikan oleh tanah.
  3. Menanam pohon di sekitar rumah. Tanamlah pohon yang keras dan berdaun kecil-kecil karena itu bisa menjadi filter udara kita yang tercemar. Keberadaan pohon juga bisa memberikan supply oksigen kepada kita. Lebih baik lagi jika pohon tersebut berbuah sehingga berfungsi ganda, sebagai filter udara dan bisa kita konsumsi buahnya
  4. Kurangi penggunaan pestisida kimiawi non organik. Pestisida kimia non organik memang ampuh membasmi hama, tetapi tidak ramah lingkungan.
  5. Bersepeda pancal. Efektif untuk mengurangi polusi udara akibat asap kendaraan karena sepeda pancal tidak menghasilkan asap. Selain itu badan juga jadi sehat karena olahraga bersepeda 😉
  6. Gunakan kontrasepsi non-kondom. Kondom terbuat dari latex yang juga susah diuraikan oleh tanah!
  7. Membuang sampah pada tempatnya. Yang lebih bagus lagi memisah sampah menjadi beberapa kelompok: organik, non organik, basah, kering, dan sebagainya.
  8. Tidak membakar sampah. Karena polusi asapnya lebih berbahaya jika dibandingkan asap kendaraan!
  9. Memakai baju yang tipis di dalam ruangan. Dengan demikian maka kita tidak perlu menyetel AC terlalu rendah suhunya, dan ini berdampak pada penghematan pemakaian listrik, yang berarti pula menghemat penggunaan bahan bakar fosil pada mesin pembangkit listrik, yang artinya mengurangi polusi akibat asap pabrik!
  10. Menggunakan email. Dengan menggunakan email maka bisa mengurangi penggunaan kertas yang berarti ikut melestarikan hutan kita yang menjadi paru-paru dunia!
  11. Memakai laptop. Laptop membutuhkan supply listrik lebih kecil. Hubungannya dengan lingkungan sama seperti pada nomor 9
  12. dan sebagainya…

Yang perlu diingat bahwa merubah perilaku tidak bisa instant. Perlu kesadaran dari dalam diri sendiri. Berikan contoh, jangan hanya menyuruh!

Salam super lingkungan lestari! 😉

12 thoughts on “Perilaku Ramah Lingkungan

  1. aku konsumen hijau

    ayo kita mulai lek… dengan hal2 kecil dulu lah walau cuma keciiiiiiiiillllllll sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *