Peta Politik Surabaya

Menakar Kekuatan Jelang Pilwali

Calon walikota dari kalangan partai yang paling kuat saat ini masih Arif Afandi, disusul oleh Tri Risma Harini, lalu Saleh Mukadar dan yang terakhir Emy Hendrarso. Sementara itu dari kalangan independen ada satu nama yang sebelumnya bergerilya diam-diam lalu muncul membawa 95 ribu dukungan, dia adalah Fitradjaja Purnama.

Calon lain yang sebelumnya sempat muncul seperti Fandi Utomo, Wisnu WardhanaAlisjahbana dan M.Sholeh sudah tidak punya kans lagi untuk maju dalam pilwali. FU dan WW tidak bisa maju karena Partai Demokrat yang menjadi tempat bernaung keduanya sudah mencalonkan AA. Sementara Alisjahbana sudah gagal di pencalonan jalur independen. Begitu juga MS yang kemudian mencoba mengadu peruntungan di Sidoarjo.

Itu tadi sekilas hasil perbincangan saya dengan penjual beras dan tukang cuci gelas di warung kaki lima di kawasan Darmo. Jangan heran, jaman sekarang ini rakyat sudah melek politik, termasuk penjual beras dan tukang cuci gelas tadi. Tidak perlu pakar politik berpendidikan tinggi dari luar negeri untuk bisa menganalisa kondisi dan situasi saat ini.

Obrolan terus bergulir ke peta kekuatan. Lawan yang sepadan dalam Pilwali Surabaya 2010 ini adalah antara AA dengan TRH. Siapapun pasangan mereka. Akan terjadi duel maut jika PDIP benar-benar mencalonkan TRH. Tapi jika pilihannya SM maka bisa dipastikan pilwali akan berlangsung dalam satu putaran saja dengan AA yang akan keluar sebagai pemenang.

Tapi nanti dulu. Jangan abaikan Fitra. Terbukti dia sudah bisa mengumpulkan 95 ribu dukungan dari warga kampung-kampung di Surabaya. Meskipun tidak gencar melakukan pencitraan above the line, tetapi kekuatan alumni Teknik Mesin ITS ini sama sekali tidak bisa diremehkan. Dia memiliki mesin sosial yang bisa digerakkan secara masif untuk memenangkan pertempuran.

Peta kekuatan tersebut tentu sudah dipotret oleh tim sukses masing-masing kandidat. Selanjutnya mereka harus bisa merumuskan strategi yang bisa dieksekusi secara cepat, tepat dan akurat. Yang jelas siapapun nanti yang akan keluar sebagai juara harus bisa memetakan dan mengurai permasalahan Kota Surabaya yang semakin hari semakin kompleks ini.

Waktu menunjukkan pukul 11.30 malam. Obrolanpun terpaksa kami akhiri karena si tukang cuci gelas dipanggil majikannya untuk segera melaksanakan tugas mencuci gelas kotor yang sudah menumpuk. Begitu juga dengan si penjual beras yang harus segera pulang karena katanya besok pagi-pagi akan pergi ke luar kota. Saya? Sudah ngantuk! :mrgreen:

10 thoughts on “Peta Politik Surabaya

  1. ciwir

    peta politik diperlukan sebagai sebuah menyusun strategi, tp jgn lupa bahwa peta politik itu bukanlah sebuha gambar peta semacam atlas ataupun PETA yang dipimpin supriyadi dulu
    (lmao)

  2. joko kenceng

    Walikota surabaya itu yang terpenting : 1. tidak koruptor,2. mampu menangani banjir tahunan, 3. tanggap thdp masalah rakyatnya, 4. Cinta terhadap persebaya dan mau mendukung kemajuannya,ojo koyo Bambang DH, ambek persebaya bah bah wes gak ngurus sing penting oleh duit.

  3. zebhi

    Ngawi juga mo pilihan. Bulan Mei ini. Ya, semoga Pilwali Surabaya dan PilBup Ngawi berjalan lancar, aman dan damai. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *