Fresh Surabaya Online Branding

Baru saja saya menghadiri sebuah acara bernama “Freedom of Sharing” atau disingkat dengan FreSh. Saya dapat info ini dari milis TPC, bahkan ada yang menerbitkan di website TPC. Acaranya sendiri berlangsung di STIKOM, Kedung Baruk.

Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba TPC disebut sebagai salah satu founding father dari Fresh Surabaya, padahal tidak pernah ada woro-woro sebelumnya di milis, seperti lazimnya ketika TPC mau ada acara yang lain.

Oke, akhirnya tadi saya berangkat sama Kucluk dan Mbah Sangkil. Dari daftar pembicara, yang saya kenal hanya Suko Widodo. Sementara alamat website yang terpajang cukup besar di poster-posternya tidak ada satupun teman saya yang mengenalnya. Namanya Leoni.

Pada saat opening si Leoni ini memberi sambutan atas nama Fresh. Oh, dari Fresh? Jadi Fresh ini sebenarnya sudah ada tho?

Betul kawan, ternyata Fresh ini datang dari Jakarta. Bukan terbentuk di Surabaya. Jadi kalau ada yang bilang TPC adalah salah satu founding father dari Fresh, maka itu jelas sangat ngawur. Yang bikin saya lebih tercengang lagi adalah ketika dengan bangganya Leoni menyebut Fresh Surabaya adalah CABANG kedua setelah Semarang. Pusatnya di Jakarta.

Dari sini saya sudah mulai mengerti arah Fresh ini kira-kita mau dibawa ke mana, oleh siapa dan atas dasar kepentingan apa. Ditambah lagi Leoni bilang akan menyatukan komunitas online di Surabaya.

Wahahahaha… Hanya ngakak dalam hati yang bisa saya lakukan. Menyatukan? Hahahahaa… Kenapa disatukan, apakah sebelumnya tidak bersatu? :d

Dari sambutan Leoni yang lebih mirip dengan presentasi company profil tersebut ada hal yang menurut saya sangat keterlaluan. Diantaranya:

  • Menyejajarkan forum Fresh dengan Sumpah Pemuda
  • Menyejajarkan Nukman Lutfi denganΒ Jendral Sudirman

Oh sangat ngawur sekali. Perbandingan yang sangat tidak berdasar. Entah apa tujuannya, sangat bisa jadi berkaitan dengan hal atau orang yang dibandingkan tersebut.

Oke, masuk presentasi pertama oleh Benny Chandra, blogger senior asal Surabaya. Dia membawakan materi personal branding melalui blog. Cukup menarik dan singkat, cocok dengan suasana yang sudah malam.

Nara sumber berikutnya adalah Suko Widodo, pengamat komunikasi politik dari Unair. Suko Widodo membawakan materi personal branding di kalangan politisi. Sangat menarik. Padat tetapi singkat dan sangat menghibur.

Giliran terakhir adalah Herman Kwok dari Kaskus, memceritakan panjang lebar perjalanan kaskus dari awal hingga akhir. Sangat panjang, datar dan membosankan. Dia memakan waktu hampir 1 jam. Padahal pembicara sebelumnya masing-masing tidak lebih dari 15 menit.

Banyak audiens yang keluar ketika Herman Kwok presentasi. Gimmick berupa buku yang dia bagikan menjadi tidak penting untuk menarik audiens. Saya lihat Suko Widodo dan Benny Chandra yang duduk di panggung juga sudah mulai gelisah.

Moderator tampak sangat tidak menguasai forum, terbukti tidak berani memberikan batasan waktu kepada nara sumber yang bicara panjang lebar ini. Akibatnya sudah lebih dari jam 9 tetapi acara belum selesai. Sesi tanya jawab yang harusnya dimanfaatkan untuk berdiskusi hanya mampu mengakomodasi 3 pertanyaan.

Sebelum acara selesai saya sudah kabur karena tidak betah. Sambil keluar saya lihat ke arah audiens, ternyata yang sudah keluar duluan lebih dari 30%. Begitu saya sampai luar, Jiewa juga menyusul keluar. Dia ternyata juga bosan dengan presentasi panjang Herman Kwok.

**

Sebenarnya acara sharing semacam ini sangat bagus. Dan harusnya mengangkat pelaku lokal dan dikelola oleh komunitas lokal itu sendiri.

Kalau Fresh ini bagaimana?

Dan, Fresh Surabaya ini mau dibawa ke mana dan oleh siapa?

Silakan dijawab sendiri πŸ˜‰

46 thoughts on “Fresh Surabaya Online Branding

  1. cempluk

    tulisan mu iki det sangat lugas dan jelas…
    saya sendiri meski ndak hadir bisa tahu kemana langkahnya si Fresh..
    coba link url km ditautkan ke link mbk lioni agar mbk lioni baca..
    dan bisa dijadikan bahan kajian pemikiran salah satu dedengkot TPC, si budiono SHM…
    komunitas online Surabaya ya hanya TUGUPAHLAWAN.COM dunk…
    semua pasti setuju dengan saya ?? hehehe…*peace*
    tapi kita juga ndak boleh negatif thinking ttg acara Fresh, karena inisiatif panitia acara juga baik, hanya saja kalo blg founding father, secara pribadi sy juga ndak sepaham dan sependapat..

    salam perjuangan,

    cempluk

  2. Didiet A. Pambudiono

    Emang dengan menggabungkan komunitas online se Surabaya apa yang bisa diberikan ke anggota?
    Apa semua yang dari luar regional Surabaya lebih baik?
    Kalo memang semua yang dari luar Surabaya lebih baik, kenapa pak Suko Widodo harus repot-repot terbang ke Jakarta untuk menjadi pembicara banyak acara berskala nasional?

  3. Didiet A. Pambudiono

    @Cempluk :
    Koreksi, cak
    Komunitas Blogger Surabaya itu hanya TUGUPAHLAWAN.COM
    Kalo komunitas online Surabaya ada :
    TUGUPAHLAWAN.COM Plurker Surabaya, Kaskuser Surabaya dan juga gak lupa Speedyholic, dan lain-lain (kecuali FreSh, karena bukan lahir di Surabaya)
    he…he…he…

  4. ericova

    setuju dengan anda meskipun saya berhalangan hadir. setuju juga dengan mas bagus, setuju juga dengan mas didit. πŸ˜€ cerita sharing mas dion menarik dan to the point πŸ™‚ hehehe

  5. leoni

    Dear Det,
    Sptnya tulisan ini terlalu negative thinking ya.
    Saya sendiri dari Surabaya loh
    pertanyaannya..
    1. Siapa yg bilang TPC founding father fresh ya?
    2. Saya ga bilang fresh Sby ini cabang yg di Jakarta loh..coz ini bukan company..
    Frsh Jkt diselenggarakan jg dilakukan oleh komunitas2 di Jkt, yg bukan hanya online!
    Kalo saya bilang menyatukan, karena yg saya dengar di Jakarta dan kota lain, mrk selalu bilang bahwa di Surabaya komunitasnya ga nyatu (bukan hanya online). satu acara cuman diselenggarakan oleh satu komunitas.
    Trus, dari tadi anda kok bilang di Sby cuman TPC ya? perasaan masih banyak orang Sby yg belom tau TPC juga loh.
    Justru saya dateng ke sby utk belain yg sby, ingin buktikan bahwa Sby ga begitu..kok malah anda ga terima ya, bingung deh..
    3. Saya membuka acara ini mewakili teman2 Fresh di Jkt, soal presentasinya anda semua bisa buka di webnya, semua jg bisa baca n nerangin kok
    4. Maksud dari pahlawan/pejuang, kita ga menyama2kan, tapi kan kita perlu ada figur yang menggantikan,
    Nukman Luthfie karena dia yang pertama bikin acara komunitas online, bukan fresh loh…

    Sekali lagi, fresh bukanlah perusahaan yg buka cabang, tapi kita hanya kasih nama yg sama biar acara yang di Sby juga didengar teman2 di Jkt.
    Dan ga ada yang bilang bahwa ahli di Sby lebih buruk dari yang lain..at least saya ga bilang begitu..
    Dan kalo saya presentasi tanpa banggain fresh, itu namanya bukan presentasi mas..
    mungkin yang bikin fresh bukan saya, at least saya bantuin teman2 foundernya untuk sebarin di Sby..asal anda tahu, mereka jg saingan saya secara pekerjaan loh sebenarnya..tapi saya teteup bantu..berharap teman2 yg di Sby juga begitu..

    O ya ga pernah dengar nama saya ya? emang saya baru setahun kok.. paling ga saya meski baru setahun dah berani bantu dunia digital Indonesia..mas sudah berapa tahun? saya juga belum pernah dengar tentang mas, atau teman2 yg lain, cuman mas Benny, sama kan?

    Heran, knp teman2 di Sby kok negative thinking yaa..jangan-jangan apa yang saya dengar tentang komunitas di sby yang ga mau terima apa yang dari luar itu bener adanya..
    Saya sbg orang sby jadi kecewa kalo begini adanya..
    Maaf, maksud kita baik, kalo teman-teman tidak terima daerahnya kita masuki ya sudah, mohon maaf yaa..

  6. polenk

    Makasih buat kritiknya dmana itu akan menjadi FreSh surabaya ke depan, saya tidak tahu klo ada info yang menyebutkan TPC sebagai founding father acara FreSh mungkin bsa dijelaskan dmana sumbernya,
    Ato klo pengen share mengenai FreSh seperti apa yg lebih baik saya akan sangat senang sekali bisa email saya, mkin sambil ngopi qta bicarakan sebuah mimpi yang diharapkan menjadi nyata untuk komunitas lokal surabaya πŸ™‚
    Acara yang dikelola komunitas lokal juga banyak dan qta berharap bsa saling bersinergi untuk membangun surabaya kota kreatif yang pasti ke depan FreSh bsa memberikan yang terbaik buat teman2 di surabaya dan qta selalu terbuka untuk share sekali lg terima kasih atas kritiknya dan opininya,

  7. orangufan

    duh Sorry det, gw kurang setuju sama tulisan yg seharusnya kritis dan membangun ini, tapi segala kritik dan masukan memang harus di senantiasa di layangkan ke Fresh Surabaya supaya kita memang bisa se baik fresh Jkt….

    tapi yah marilah kita bersama2 tanpa harus merasa bahwa satu komunitas lebih eksklusif daripada komunitas lainnya, tujuan kita toh satu…. memajukan SURABAYA! mari bersama2

  8. Ramya Prajna S

    Sebenernya nggak pingin kasih comment, krn semua orang bebas berpendapat. Tapi karena ada bagian slide mengenai FreSh yg di highlight (dan kebetulan slide itu saya yang buat), so this is my clarification.
    – Slide sumpah pemuda ada karena biasanya saya bilang “KALAU ditahun 1928 ada sumpah pemuda, ditahun 2008 FreSh hadir”
    – Pada slide Jendral Sudirman & Nukman Luthfie ada karena biasanya saya bilang “KALAU Indonesia punya Jendral Sudirman sebagai pahlawan, buat kami Pak Nukman pahlawan kami”.

    Saya rasa tidak ada usaha menyamakan disitu.

    Buat saya, FreSh (diluar Jakarta) memang seharusnya lahir, bukan dibawa. Dengan local resource, untuk local juga. Proactive, bukan menunggu (karena selama ini yang kami dapatkan pertanyaan “kapan ke kota kami?”).
    Manfaatkan media & network Fresh yg kebetulan sudah berjalan untuk informasi & komunikasi.
    Jadi yang berjalan memang azas manfaat.

    Saya sharing pengalaman saya sedikit ya. Kebetulan saya meng-initiate beberapa acara global di Jakarta: Facebook Developer Garage, Barcamp, Ignite, Twestival dan lainnya. Satu2nya alesan kenapa saya memajukan diri untuk membuat adalah supaya di peta dunia ada sebuah titik di Indonesia. Cuman itu.
    Akan sangat sedih buat saya ketika acara nya berjalan namun Indonesia/Jakarta tidak terlibat.
    Jadi daripada menunggu dan nantinya sedih, saya lebih memilih proactive.

    Selasa besok, 30 Juni akan ada Social Media Day yang di initiate oleh Mashable.com. Ada lebih dari 500 kota yg terlibat. Sayangnya cuman Jakarta & Bandung yang membuat. Kalau ada lebih banyak titik di Indonesia pasti akan lebih bersuara.
    Silahkan lihat di http://meetup.com/mashable

    Semoga bermanfaat.

  9. catur pw

    Thanks mas Dion atas masukkannya utk FreSh Surabaya,
    saya yakin mas Dion pasti sangat peduli dengan perkembangan komunitas di surabaya.

    Sekedar menambahkan komen yg ada disini,
    FreSh (freedom of sharing) lebih tepatnya disebut FreSh Forum, bukan FreSh Community. Pada dasarnya FreSh ada untuk berbagi bersama tentang apa saja yg ada didunia online creative industry.
    memperkaya bahan diskusi dan update knowledge para anggotanya, dan secara umum berguna bagi masyarakat industry kreatif.

    Siapa saja yg boleh share di FreSh? silakan.. siapa saja boleh kok, dari komunitas mana saja silahkan saling sharing πŸ™‚ ,atau atas nama pribadi jg gpp.

    Salam hangat dan menyegarkan dari FreSh

  10. risiyanto

    Ngomentari: “Heran, knp teman2 di Sby kok negative thinking yaa.”
    Berarti saya dianggap negative thingking juga dong karena di Sby, huhuhu.
    Buat “Leoni” Baru dapat satu sentilan saja sudah segitunya, santai saja dan terus berkarya. Bukannya lebih banyak yang mendukung? πŸ™‚

  11. Ponidi

    Wah, jadi rame, yo.. blog-e.
    Lha.. kemana ini, sedulurku.. poniman?
    Perasaan kemarin komen di blog iki.. Kok ilang yo?
    Weladalah.. komenku yo ra ono.
    Duh! biyuung-biyuung… πŸ™

  12. Poniman

    Loh! iyo eh komenku dihapus.

    Ya sekedar masukan bagi yg punya blog ini, Hendaknya kita saling menghormati, pro kontra itu fitrah, tapi yo ojok kebangetan toh!

    Memang surabaya terkenal keras, tapi enggak semuanya kan? πŸ™‚

    Buat teman2 dari FreSh, mbak leoni, mas ramya, dan mas catru pw. Maju terus! saya mendukung dan setuju banget sama pandangan mas ramya. Indonesia harus banyak bicara di dunia online. jangan sampe di blacklist lagi. dan kita sekarang punya kesempatan dan kita sudah on the track.

    Sukses buat dunia creative indonesia.

  13. Brian Arfi

    Hehehe…..

    lucu banget, soalnya baru dapet info kalo ada komentar disini yang dihapus hihihi…

    mbok ya jangan di hapus gitu. Biar jelas dan clear semuanya. Tapi, balik lagi ini kan ‘rumahnya’ mas Dion, jadi ya memang hak mas Dion πŸ™‚

    Anyway, FreSh memang baru pertama kali, dan kemarin memang pingin dibikin gong biar gede dulu. Alhamdulillah ada 2 pembicara lokal yang tampil to?

    Nah, insya Allah ke depannya sama, jujur waktu ngomongin mau bikin FreShSby memang dari awal kita pingin angkat teman teman lokal surabaya. Dan itu juga yang diinginkan oleh Ramya, Leoni, Catur, dan semua yang di Jakarta πŸ™‚

    Saya pingin Surabaya yang selama ini ‘kalah’ (IMHO ya) gaungnya dibandingkan beberapa kota lain bisa unjuk gigi dan pasang busi…. eh… salah :p

    Inget, FreSh bukan komunitas ya, tapi forum, wadah, tempat, untuk saling berbagi dan mengisi. Jadi, yang mau share monggo kontak aja teman teman FreSh di surabaya, kita fasilitasi eventnya.

    Bener bener dari kita untuk kita kok.

    Biar waktu yang membuktikan. okeh?

  14. mbah sangkil

    O ya ga pernah dengar nama saya ya? emang saya baru setahun kok.. paling ga saya meski baru setahun dah berani bantu dunia digital Indonesia..mas sudah berapa tahun? saya juga belum pernah dengar tentang mas, atau teman2 yg lain, cuman mas Benny, sama kan?
    ————————————————————————————–
    To Leony : nada kesombongan mu terlihat sekali disini, apalagi kamu ngaku orang surabaya. Apakah karena kamu di support oleh orang-orang jakarta terus menganggap remeh orang lokal surabaya? Kontribusi blogger bukan sekedar dunia digital creative , kami tidak melulu menjadi autis dan “bodoh” dengan hanya berkutat pada satu dunia . Blogger juga bisa bergerak diluar dunia digital crative, bisa pada lingkungan, sosial, keagamaan dan banyak aspek kehidupan.

  15. donatsatu

    saya kenal TPC kok…meskipun saya di luar kota Surabaya. Teman-teman TPC ga hanya ada di dalam blogger,di luar kampus, di masyarakat ada juga…

  16. deteksi

    yang gak trima komentarnya dihapus, lain kali silakan komentar dengan elegan dan pake identitas, jangan bersembunyi di balik nama orang yang beda, tapi IP nya sama. Tunjukkan anda dewasa dan berkualitas

  17. Q

    yo nek gak ngene duduk arek suroboyo
    kaet mbiyen kok isine ruwet karepe dewe

    dari jaman warz, pedas, af-sby, dll
    semuanya gak berumur panjang karena ribut sendiri
    beri kesempatan lah pada fresh sby
    kita itu butuh kultur untuk sharing
    Di sillicon valley aja semua bisa jadi frenemy, ketemu di meja makan ngomong bahas teknis saling membantu
    tapi kalau balik kantor masing2 ya berkompetisi lagi.

    ps. leoni, aku yo jek tas ngerti nek awakmu tekan suroboyo pisan πŸ˜€
    prasaan nek ngomong alus deh, gak ketok suroboyone

  18. sitidy

    @leoni:
    anda dari surabaya tapi bukan asli surabaya khan?
    kalo gitu jangan ngaku dari surabaya donk….
    anda itu sapa saya tidak kenal, tapi sok-sok-an terkenal, dan saya juga bukan orang terkenal dan gak ingin dikenal orang karena omd0

    @Det:
    jadi kangen nih dengan dirimu…

    dan Bagi saya Fresh itu adalah JANCUK!!!!!!!

  19. Glugu

    macak alim nda komen neng kene sisan nunut raine glugu..
    aku ra kenal karo Fresh..ngertiku malah Sekte Saru..
    *ngelirik para sesepuh saru disini* worship

  20. mbah sangkil

    wah anggota sekte saru hadir disini juga (cozy)

    buat teman2 sekte saru apa kontribusi kalian buat dunia digital? wakakakakakakakak

    (siap-siap pasang plester 3 lapis)

  21. Pingback: Banci Publikasi | Mbah Sangkil

  22. gajah_pesing

    titipan dari Pak Gempur yang belum tadi sempat submit tapi macet:

    hahahahahahaha… wes suwe gak komen nang kene, mas det!
    kata orang entah dari mana: “Gudhuk soroboyo lek Gak ribut..!” πŸ˜€
    tapi, okelah, saya ikut nimbrung tapi utk yg satu ini:
    ============================================
    Saya kutip dari komentar mas Ramya Prajna S:
    – Slide sumpah pemuda ada karena biasanya saya bilang β€œKALAU ditahun 1928 ada sumpah pemuda, ditahun 2008 FreSh hadir”
    – Pada slide Jendral Sudirman & Nukman Luthfie ada karena biasanya saya bilang β€œKALAU Indonesia punya Jendral Sudirman sebagai pahlawan, buat kami Pak Nukman pahlawan kami”.

    Saya rasa tidak ada usaha menyamakan disitu.
    ============================================
    Ini komentar klarifikasi yang menurut saya rada aneh… *ya ampun, susah banget menyopankan bahasa saya, ya*.

    Anehnya, kalau memang tidak ada upaya menyamakan, kenapa harus dituliskan, mas?! Tulis aja DENGAN BESAR: “tahun 2008 FreSh hadir” dan “Pak Nukman pahlawan kami” TITIK. Kalo mau mBranding tolong jgn terlalu lah.

    Dan, entahlah kenapa, saya pribadi merasa, PAHLAWAN saya di era sekarang ini adalah SAYA SENDIRI… dan tentunya untuk konsumsi saya diri saya sendiri.. hehehehe… *Naif dan arogan sekali saya… lek gak ngono gudhuk arek suroboyo* πŸ˜€

    Bolehlah mengidolakan seseorang, tapi mbok ya ndak di-produce secara massal begitu. Apalagi kesannya jualan. Secara personal saya respect pada Pak Nukman Luthfie loh! Kiat-kiat suksesnya dan banyak hal yang saya suka dari beliau, tapi Alhamdulillah masih belum menjadi PAHLAWAN saya.

    Mohon maaf saya untuk beliau.

  23. rusabawean

    baca2 di sini jadi bingung ttg FreSh
    saya baru tahu jika memang ada ada sesuatu dg komunitas di Surabaya
    karena yg saya tahu emang baik2 aja. *Apa saya yg memang tidak tahu apa apa ya?

    yang pasti
    Fresh acaranya keren koq
    aq dah dua kali ikut. Fresh Surabaya pertama dan ke dua.

    sebenernya
    tak terlalu memikirkan sih ttg apa aja…
    yg pasti FreSh banyak menambah pengetahuan saya.

  24. Bitch, The

    mas ramya sepertinya mesti cari mbak2 PR yg baik, onlen maupun oflen. ga masalah baru setaun atau enam bulan. asal bisa pake “andap asor” sepertinya kita juga asik2 aja.

    mbak leoni, baca banyak buku PR lagi ya. jer basuki mowo beyo, lho πŸ˜€

  25. ramadoni

    wow, rame ya… bener2 freedom of sharing nih… hehehe…
    salam kenal semuanya… semoga bisa ada juga ya acara sejenis fresh di depok… tentunya yang lahir dengan inisiatif sendiri, biar gak kejadian gunjang-ganjing kayak disini… majur terus Surabaya…!!!!

  26. bocahmiring

    rame ya?

    Saya kurang tahu keadaan aslinya bagaimana, jadi tidak bisa berkomentar soal itu.

    Soal fresh surabaya adalah cabang, ataupun asli saya kira bukan masalah besar. Dan soal menyatukan, mungkin memang tampak kurang bersatu kalau dilihat dari luar surabaya? Saya juga ndak tahu. Tapi sudut pandang itu bisa saja ada kan?

    Buat mbak leoni, mungkin mbesok mbesok lebih slow dalam menanggapi apapun akan tampak lebih elegan.

    Btw ada yang kenal saya? *sok tenar*

  27. Nopy

    Weh rame bgt di sini, ada macem2 komennya, yg jelas saya rasa lebih baik kita punya hati yg bersih dgn akhlaq baik dlm mensikapinya, semua jika landasan atas dasar persaudaraan akan lebih indah, tdk ada yg sempurna di dunia ini, terlepas mungkin cara yg kurang berkenan, jika maksud hati utk persaudaraan, mengapa tdk, ya jgn su,udzon dulu lah, mungkin pelajarannya mari kita perbaiki diri utk lebih kontrol dgn kata2 dan sikap, suwun

  28. Arham Blogpreneur

    Pesan yang kutangkap dari tulisan ini “Presentasi yang 3.0 harus yang singkat padat” πŸ™‚ insight menarik mas πŸ™‚

    btw

    Apa mas Cosa aranda dan pebisnis internet lainnya juga mampir di acara ituh?

  29. indonesia baru

    hikmah yang bisa dipetik: gunakan cara yang santun jika mau masuk ke sebuah komunitas karena sebuah komunitas pasti punya budaya masing-masing

  30. Didiet

    @indonesia baru:
    setubuh… eeehhhh maksud saya setuju…
    gak asal mentang2 udah merasa terkenal (emang terkenal ya? koq saya gak kenal, he…he…he…) bisa seenaknya masuk, dan merasa lebih baik dan beli bagus

  31. Haqqi

    Hm, tersummon untuk baca ini.

    Kalau dari pandangan saya, apapun kegiatannya, selama itu positif, rasanya nggak usah terlalu diribetin. Saya sendiri memang suka ikut berbagai acara positif. Mulai dari yang tentang sosial, bisnis, teknologi, dan sebagainya. Kalau saya memang dapat pengalaman dan tambahan ilmu, apalagi kalau gratis, kenapa nggak?

    Salam.

  32. titiw

    Ealaaah.. baru liat postingan ini Det.. Si mbak ini juga aku baru liat namanya setaun lalu.. Tapi udah ngerasa orang paling tenar sedunia.. Kalimat paling blunder dari si Mbak adalah

    ” Kalo saya bilang menyatukan, karena yg saya dengar di Jakarta dan kota lain, mrk selalu bilang bahwa di Surabaya komunitasnya ga nyatu (bukan hanya online).” –> APA?! Yang saya dengar?! Wah, PR itu harus berdasarkan fakta mbak, bukan berdesarkan berita burung.

    Lagian, kalo emang ngaku2 PR, langkah pertama, apakah dia benar atau salah, adalah:

    1. MINTA MAAF!
    2. Setelah itu, baru mengatakan kalo gak bermaksud untuk ini itu seperti yang dikatakan mas Det.
    3. Basa basi bahwa sangat ingin untuk ke depannya bekerjasama lagi dengan komunitas Surabaya.

    GITU LOH HARUSNYA JADI PR.

    Salam,
    Titiw
    Lulusan PR Universitas Indonesia.
    Camkan itu. Biar besok2 saya dikenal. UHUK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *