Tol Tengah Surabaya

Tol Tengah Surabaya (TTS) rencananya akan dibangun mulai dari Bundaran Waru hingga Moro Krembangan, melintasi tengah kota Surabaya. Yang bertindak sebagai investor adalah PT.Margaraya Jawa Tol. Kabarnya investor telah menyiapkan dana sebesar 9 T untuk merealisasikan proyek tersebut.

Menuai Kontroversi

Rencana pembangunan TTS tersebut langsung menuai kontroversi. DPRD Surabaya ngotot bahwa proyek tersebut harus dilaksanakan untuk mengatasi masalah kemacetan di Surabaya yang makin hari makin parah. Sementara itu Pemkot Surabaya menolak pembangunan tol tersebut karena sudah menyiapkan solusi lain untuk mengatasi kemacetan tersebut.

Pendapat Akademisi

Para akademisi yang tergabung dalam Warga Surabaya Menggugat terang-terangan menolak pembangunan TTS tersebut. Proesor Daniel M Rosyid, Profesor Johan Silas, Profesor Sugiono, Sulistyanto Suyoso dan nama lain dari kampus-kampus di Surabaya termasuk di dalamnya. Menurut mereka TTS tidak akan menyelesaikan masalah transportasi di Surabaya, bahkan sebaliknya, akan makin memperparah kemacetan karena masyarakat akan terpicu menggunakan mobil pribadi daripada menggunakan transportasi massal.

Solusi untuk mengatasi masalah transportasi di Surabaya dengan membangun jalur lingkat timur dan lingkar barat dinilai lebih urgent dibandingkan TTS. Untuk masuk ke Surabaya tidak harus melalui jalan Ahmad Yani karena bisa lewat MERR dan MWRR, dengan demikian TSS tidak diperlukan. Masyakarat juga harus didorong menggunakan angkutan umum dengan menyediakan fasilitas yang memadai.

Dampak Pembangunan

Pembangunan TSS akan menggusur 4500 rumah warga dan itu pasti akan menimbulkan masalah baru terkait relokasi. Mereka yang tergusur kabarnya akan dipindahkan ke semacam apartemen. Apakah semudah itu memindahkan orang dari kampung halamannya ke lokasi baru? Sama sekali bukan hal yang mudah.

Belum lagi potensi kerusakan lingkungan dan ekologi akibat polusi udara yang makin parah di sepanjang tol tersebut. Masih ditambah lagi adanya potensi penurunan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar tol itu.

Profesor Johan Silas pakar tata kota dari ITS bahkan menyebut pembangunan tol itu ibarat pepesan busuk yang harus dibayar mahal. Wajah kota Surabaya akan rusak akibat adanya tol yang sebenarnya tidak diperlukan tersebut, ditambah lagi nanti akan menimbulkan ekonomi biaya mahal karena yang lewat jalan tol itu pasti akan ditarik retribusi.

Alasan DPRD Mendukung TTS

DPRD Surabaya terkesan sangat memaksakan pembangunan TSS dengan alasan ibarat kita warga Surabaya diberi uang 9T secara gratis. Dana pembangunan disediakan 100% oleh investor dan tidak akan menyedot APBD Surabaya. TTS disebut juga akan menguntungkan pengguna sepeda motor karena nanti akan dibangun menyerupai payung yang menutupi jalan di bawahnya sehingga jika terjadi hujan maka pengendara motor tidak kehujanan.

Namun pendapat DPRD tersebut langsung dibantah para akademisi.

Kalau DPRD berdalih bahwa tol ini ibarat Surabaya diberi uang 9 T secara gratis, maka itu hanya omong kosong belaka karena nantinya masyarakat yang akan lewat tol itu harus ikut urunan ‘nyicil’ mengembalikan uang 9 T tersebut. Alasan tersebut terkesan mengada-ada dan dipaksakan untuk membodohi masyarakat supaya ikut mendukung TSS.

9 thoughts on “Tol Tengah Surabaya

  1. andikurnia

    dengan tegas saya MENOLAK adanya pembangunan tol tengah kota. Tol tengah kota ibarat mengundang masalah baru yang penyelesaiannya justru tambah rumit.
    Alasan DPRD pun sepertinya sangat tidak masuk akal, sepertinya mereka mencoba untuk memberikan sebuah pembangunan tanpa harus mengeluarkan dana dari APBD, benar benar bukan solusi yang pintar…..

  2. elok

    DENGAN TEGAS, TOLAK TOL TENGAH KOTA!!!!!

    SECARA TIDAK LANGSUNG, TOL TENGAH KOTA MELINDAS MASYARAKAT YANG MASIH HIDUP UNTUK DIJADIKAN JALAN MATI……

  3. alas

    TOLAK TOL TENGAH!
    DPR CUMAN INGIN KECIPRATAN DUIT AJA DARI PEMBANGUNAN TOL TENGAH!!
    PADAHAL MEREKA TAHU DAMPAKNYA NEGATIF! LIHAT DI SEOUL, MEREKA MALAH MENGHANCURKAN TOL TENGAH!!

  4. anank romanza

    JALAN TOL TAEK TAH ?
    APARAT PEMKOT + INVESTOR HANYA MAU AMBIL KEUNTUNGAN AJA……MASYARAKAT JD KORBAN.
    MAIN GUSUR DAN PUNGLI KE PENGGARAP JALAN TOL…..
    DASAR ASU TENAN KOWE ,COKKK………………………

  5. dwina

    emangnya manuk emprit dipindah ke partemen? emg aprtemen apa rusun?….Tol Tengah Kota = keuntungan pengusaha proyek dan hujan duit bagi wisnu war dana & antek2nya….ingat…masyarakat lebih pinter! Bahaya NIH POLITISI MACAM GINI…ATAS NAMA KEPENTINGAN RAKYAT TAPI MEMBUNUH RAKYATNYA SENDIRI…..JANGAN AJI MUMPUNG JD ANGGOTA DEWAN..ITU UANG PANAS…MENDING JD GAYUS TAMBUNAN KORBANNYA PENGUSAHA KAYA! JGN RAKYAT MISKIN JADI TUMBAL DOONG… goblog kok jd DPR ya? lucuuu

  6. BAMBANG

    Hai arek arek… Kapan awak dewe duwe tol tengah kota trus kapan awak dewe nek ate dolen dolen iso lancar perjalanane,,,,,, jawapen rek. terus terang rek…. aku setuju dan mendukung 100000% pembangunan tol tengah kota, ilingo masa depan suroboyo nek gak onok tol tengah kota….PASTI RUWET KOYOK SUSURE MBAH WARNI….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *